L A B E L

Labeling, Labelling, Labeler, Iklan, BO - Bimbingan Orang Tua -, D - Dewasa -, SU - Semua Umur -, Film, Movie, Kartun, dan Pendidikan. Blog ini untuk membantu kita melihat sisi lain dari persepsi yang diinginkan dari marketer dunia. Jangan mau jadi korban iklan dan acara tv.

Program Acara TV Turki : Jadikan Pemeluk Atheis Percaya Agama dan Tuhan

Apa yang akan terjadi ketika anda menempatkan seorang Imam Muslim, seorang pendeta Nasrani, seorang Rabbi Yahudi dan pendeta Budha dalam sebuah ruangan dengan 10 orang Atheis?

Dalam sebuah salah satu acara reality show nya, stasiun TV Kanal T berharap mendapat sebuah jawaban dari keberhasilan program acara yang akan mereka siarkan. Ide program acara ini adalah, para pemain yang memiliki agama diharapkan bisa merubah pemahaman dari pemain yang lain yang atheis tidak percaya Tuhan dan agama menjadi orang yang percaya kepada Tuhan dan agama.

Hadiah yang akan didapat bagi pemain yang bisa merubah pemahaman para pemain yang atheis adalah berziarah ke tempat suci agama mereka masing-masing, Islam ke Makkah, kunjungan ke Vatikan bagi yang Nasrani, Yahudi ke Yerusalem serta ke Tibet bagi yang beramana Budha.

Namun otoritas keagamaan Islam dari negara sekuler Turki mempermasalahkan format dari game reality show ini, dan pejabat direktorat keagamaan Turki menolak untuk menyediakan seorang Imam untuk ditampilkan dalam acara reality show tersebut.

"Melakukan program acara televisi seperti ini hanya untuk kepentingan naiknya rating merupakan tindakan yang tidak menghormati dan melecehkan agama. Agama seharusnya tidak menjadi subjek untuk program hiburan," kata dewan tertinggi urusan keagamaan Turki - Hamza Aktan kepada kantor berita Anatolian setelah rencana program acara televisi itu muncul.

Pembuat acara game reality show "Penitents Compete" menolak tuduhan bahwa program acara yang mereka bikin dan akan tayang pada bulan September nanti akan merendahkan dan melecehkan agama.

Kami akan memberikan hadiah terbesar di dunia, yaitu hadiah mendapat hidayah untuk percaya kepada Tuham, kata pimpinan eksekutif stasiun TV Kanal T Seyhan Soylu kepada Reuters.

"Kami sama sekali tidak menyetujui orang yang menjadi atheis," ujar soylu.

Projek acara televisi ini memfokuskan perhatian pada masalah identitas keagamaan di negara Turki yang merupakan anggota Uni Eropa.

Dilaporkan telah 200 orang yang mendaftar untuk ikut dalam program acara game reality show ini dan 10 kontestan akan mulai dipilih pada bulan depan.

Sebuah tim theologi akan memastikan bahwa peserta adalah benar-benar atheis yang akan ikut dalam acara ini.(fq/aby)

Sumber: http://www.eramuslim.com/berita/dunia/program-acara-tv-turki-jadikan-pemeluk-atheis-yakin-percaya-agama-dan-tuhan.htm

Aman, Hati-hati dan Bahaya utk Program TV Anak

Maraknya program televisi untuk anak yang justru tak
layak ditonton anak-anak tentunya mengundang keprihatinan. Komisi
Penyiaran Indonesia dan sejumlah penelitian menunjukkan, tak sedikit
acara televisi khusus anak yang mengandung unsur kekerasan dan seksual
sehingga tak pantas dikonsumsi anak.

Dari Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA), telah membuat daftar acara yang masuk dalam kategori Aman, Hati-hati, dan Bahaya untuk anak. Ingin tahu?

AMAN

Tayangan televisi yang Aman bagi anak bukan hanya tayangan yang
menghibur, melainkan juga memberikan manfaat lebih. Manfaat tersebut,
misalnya pendidikan, memberikan motivasi, mengembangkan sikap percaya
diri anak, dan penanaman nilai-nilai positif dalam kehidupan.

AMAN: Varia Anak (TVRI), Bocah Petualang, Laptop Si Unyil, Jalan
Sesama, Cita-citaku, Si Bolang ke Kota, Buku Harian si Unyil (TRANS7),
Surat Sahabat, Cerita Anak, Main Yuk! (TRANS TV), Dora The Explorer,
Go! Diego Go!, Chalkzone, Backyardians (TV G), dan Masa Kalah Sama
Anak-anak (TV One)

Jadwal Acara TV untuk anak yang masuk kategori AMAN:

No

Stasiun

Judul Acara

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jumat

Sabtu

Minggu

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
RCTI
AnTV
Trans
Trans
Trans
Trans7
Trans7
Trans7
Trans7
Trans7
Trans7
TV G
TV G
TV G
TV G
After School
Renovasi Sekolah
Surat Sahabat
Cerita Anak
Main Yuk!
Bocah Petualang
Laptop Si Unyil
Jalan Sesama
Si Bolang Ke Kota
Buku Harian si Unyil
Cita-citaku
Dora The Explorer
Go! Diego Go
Chalkzone
Backyardigans

14.30

12.30
13.00
13.30

04.30
05.00
06.30

14.30

12.30
13.00
13.30

04.30
05.00
06.30

14.30

12.30
13.00
13.30

04.30
05.00
06.30

14.30

12.30
13.00
13.30

04.30
05.00
06.30

14.30

12.30
13.00
13.30

04.30
05.00
06.30

15.30

12.30
13.00
11.00
04.30
05.00
06.30
08.00


09.30

07.30
08.00

12.30
13.00
11.00
04.30
05.00
06.30
08.00

(Redaksi Kidia)

HATI-HATI

ayangan yang masuk dalam kategori Hati-hati adalah
tayangan anak yang dinilai relatif seimbang antara muatan positif dan
negatif. ategori ini memberikan nilai
hiburan serta pendidikan dan nilai positif, namun juga dinilai
mengandung muatan negatif seperti kekerasan, mistis, seks, dan bahasa
kasar yang tidak mencolok.

HATI-HATI: Idola Cilik Seleb, Rapor Idola Cilik Seleb, Doraemon,
Pentas Idola Cilik, Rapor Pentas Idola Cilik (RCTI), Casper,
Harveytoon (TPI), Transformers (AN TV), Pokemon Series, Bakugan Battle
Brawlers, Konser Eliminasi 6 AFI Junior (IVM), New Scooby Doo Movie
(TRANS7), SpongeBob Squarepants, Avatar: The Legend of Aang, Carita De
Angel (TVG)

Jadwal Acara TV untuk anak yang masuk kategori HATI-HATI

No

Stasiun

Judul Acara

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jumat

Sabtu

Minggu

1
2
3

4

5
6
7
8
9
10
11
12
13

RCTI
RCTI
TPI

AnTV

Indosiar
Indosiar
Indosiar
Trans7
Trans7
Trans7
TV G
TV G
TV G
Doraemon
Idola Cilik Seleb & Rapor
Harveytoons

Transformer

Pokemon Series 5
Power Rangers SPD
Power Rangers Mystic F
Scooby Doo Where Are
Shaggy & Scooby Doo
New Scooby Doo Movie
SpongeBob Squarepants
AvatarTheLegend ofAang
Skyland

16.30

08.30
12.30

05.30
15.00

05.30
07.00
14.00

16.30

08.30
12.30

15.00

05.30
07.00
14.00

16.30

08.30
12.30

15.00

05.30
07.00
14.00

16.30

08.30
12.30

15.00

05.30
07.00
14.00

16.30

08.30
12.30

15.00

05.30
07.00
14.00

16.30

05.30
07.00
14.00
16.00

08.00
13.00
05.30
15.00

07.30
09.00
11.00

05.30
05.30
07.00
14.00
16.00

(Redaksi Kidia)

BERBAHAYA

tayangan yang masuk dalam kategori Bahaya merupakan tayangan yang
mengandung lebih banyak muatan negatif, seperti kekerasan, mistis,
seks, dan bahasa kasar. Kekerasan dan mistis dalam tayangan yang masuk
dalam kategori ini dinilai cukup intens sehingga bukan lagi menjadi
bentuk pengembangan cerita, tapi sudah menjadi inti cerita. Tayangan
dalam kategori ini disarankan untuk tidak disaksikan anak.

BAHAYA: Tom & Jerry, Crayon Sinchan (RCTI), Si Entong, Tom & Jerry, Si
Entong 2 (TPI), Popeye Original, Oggy & The Cockroaches (AN TV),
Detective Conan, Dragon Ball, Naruto 4 (INDOSIAR), Tom & Jerry
(TRANS7), One Piece, Naruto (TVG).

Sumber: http://sholihin.staff.uns.ac.id/2009/04/27/awas-acara-tv/

Rahasia Tetap Awet Muda

Banyak orang yang mengeluhkan keadaan kulit dan wajah mereka yang tampak lebih tua daripada umur sebenarnya. Untuk mengatasi masalah ini, ada 7 rahasia agar Anda tetap tampak awet muda:

1.Selalu merasa bahagia

Merasa bahagia adalah salah satu kunci utama agar tetap ter
lihat awet muda. Dalam setiap kegiatan, usahakan agar apa yang Anda lakukan sesuai dengan apa yang Anda inginkan. Hindari stres, perasaan bersalah dan tertekan karena paksaan orang lain. Ingat, apa yang Anda rasakan akan tercermin pada wajah Anda. Jadi, orang yang sedang bahagia, wajahnya akan terlihat berseri-seri, santai dan lebih muda daripada usia sebenarnya.

2.Banyak bergerak

Berolahraga adalah cara agar awet muda. Lakukan joging, jalan cepat, bersepeda maupun berenang sekitar 30 menit setiap hari. Dengan olahraga, risiko terkena serangan jantung, osteoporosis, dan kanker pun akan mengecil. Olahraga teratur dapat menambah fleksibilitas otot, memperkuat tulang, serta mengurangi stres, karena sel-sel tubuh mendapat lebih banyak oksigen. Tidur Anda pun akan nyenyak.

3.Konsumsi vitamin C

Vitamin C bisa Anda peroleh dari buah-buahan segar (terutama jeruk), sayur-mayur berwarna hijau (brokoli dan lain-lain) atau suplemen vitamin C sebanyak 1000 mg perhari. Vitamin C terbukti bisa meningkatkan daya tahan tubuh, mengurangi risiko terkena kanker dan melindungi tubuh dari efek yang ditimbulkan oleh polusi. Di samping itu, perbanyak minum air putih. Meminum air putih 8 gelas per hari akan mengurangi stres, menjaga kesegaran kulit, serta memperlancar kerja organ tubuh.

4.Gunakan pelindung UV

Matahari adalah salah satu faktor utama penyebab penuaan dini. Oleh karena itu, gunakan selalu lotion pelembab secara teratur setiap hari, khususnya bila akan bepergian, agar kulit tetap segar, lembab dan tidak terbakar sinar matahari, terutama sinar ultra violet (UV).

5.Istirahat cukup

Manusia butuh sekurang-kurangnya 8 jam setiap hari untuk tidur. Istirahat cukup bermanfaat untuk menghindari terbentuknya kantung mata, kulit keriput dan wajah kusam.

6.Perhatikan penampilan

Penampilan dan tata rias wajah juga memegang peranan penting. Meski usia terus bertambah, tetap perhatikan jenis kosmetik yang Anda pakai. Gunakan make-up tipis untuk kesan natural dengan tetap memperhatikan kondisi dan jenis kulit Anda.

7.Optimis

Orang yang pesimis selalu tidak percaya diri, gampang putus asa, dan tak pernah memperhatikan penampilan, yang bisa berakibat depresi. Jadi, berusahalah menjadi orang yang optimis dalam segala hal, sebab ini akan membuat hidup Anda akan lebih sehat dan bahagia. (Tabloid Nova)

http://www.dudung.net/artikel-bebas/7-rahasia-tetap-awet-muda.html

Perjalanan Muslim Amerika Mengendalikan Pesawat

dakwatuna.com - Washington, Pasca 11 September 2001, hubungan antara sebutan muslim dengan pesawat menjadi menakutkan banyak kalangan. Di tengah-tengah kecurigaan itu, sebuah film dokumenter hadir berusaha menggambarkan kiprah seorang warga negara Amerika beragama Islam untuk mendapatkan kesempatan belajar mengendalikan pesawat terbang. Dengan usaha ini ia meyakinkan pada publik bahwa tidak perlu yang ada dikhawatirkan dari keberadaan pilot muslim.

Film dokumenter baru ini berjudul, “Dengan Sayap dan Shalat, Muslim Amerika Mengendalikan Pesawat”. Sebuah cerita gelora semangat seorang muslim Amerika bernama Mun’im Salam. Ia adalah putra Komandan Pesawat Bisnis, dalam proses belajar pesawat untuk mendapatkan ijin mengendalikan pesawat sebagai seorang pilot yang mahir. Namun rekan-rekannya berusaha menghalang-halangi kesempatan itu dengan memprofokasi dinas terkait, hanya karena ia seorang muslim ta’at, putra dari orang tua asli Pakistan.

Iman Salam, istri Mun’im mengatakan: “Film ini menunjukkan bahwa kami mampu hidup berdampingan di Amerika dengan menjalankan keyakinan agama kami secara bersamaan. Ini merupakan sesuatu yang sangat hebat di Amerika.”

Selain menceritakan tentang perjalanan belajar mengendalikan pesawat, film ini juga memutar kehidupan Mun’im beserta keluarganya. Di antaranya adalah cerita istinya, bernama Iman, 28 tahun, ia putri dari orang tua berkebangsaan Palestina yang pindah ke Amerika Serikat untuk bekerja pada akhir tahun enam puluhan.

Iman yang memakai hijab -busana muslimah menutup semua aurat wanita- mengatakan: “Kami merasa cemas terhadap anak-anak kami yang mendapatkan permasalahan di tengah komunitasnya, sebagaimana yang ia hadapi di waktu masih kecil. Anak-anak sebayanya mengejeknya dengan kata-kata celaan, karena ia memakai hijab.”

Surat kabar Amerika merilis pernyataan Iman: “Saya ingin masyarakat melihat kehidupan kami. Saya lahir dan dibesarkan di Amerika, namun saya muslimah.”

Film ini mampu tampil menyakinkan. Film berdurasi enam puluh menit ini mendapatkan banyak piala dan hadiah. Sebuah stasiun televisi yang berkiblat pada BBC Amerika menayangkan film ini di seluruh penjuru Amerika Serikat.

Pembuatan film ini dimulai awal tahun 2006, dan berakhir pada pertengahan tahun 2007. (it/ut)

http://www.dakwatuna.com/2008/perjalanan-muslim-amerika-mengendalikan-pesawat/

Pernikahan sebagai Landasan Menuju Keluarga Sakinah

Oleh: Hj. Yoyoh Yusroh, SPdi.
Muqoddimah

dakwatuna.com - Dalam Annual Report tahun 2004, UNFPA sebuah badan PBB yang menangani masalah kependudukan antara lain merekomendasikan perlunya penanganan serius terhadap hubungan antar generasi yang kurang harmonis, serta perhatian lebih besar terhadap masalah remaja.

Rekomendasi tersebut tampaknya cukup beralasan bila kita cermati realitas kondisi sosial masyarakat. Di Jakarta misalnya, tawuran pelajar belum juga mereda. Penggunaan NAZA bahkan sudah merambah pedesaan, juga fakta pelacuran ABG yang membuat kita semua terperangah. Angka pengidap HIV dipercaya berkisar ratusan ribu orang sampai tahun 2010 nanti, dan akhirnya hati kita semakin terpilin perih oleh kenyataan merebaknya anak jalanan akhir-akhir ini.

Penelaahan kita pada berbagai fakta di atas membawa kita pada perkiraan “something wrong is going on“. Kita dihadapkan pada kenyataan kegelisahan sosial yang semakin bergolak. Kita melihat wajah-wajah hampa tak tentu tujuan, kita pun bisa merasakan ada hati-hati yang sepah, senyap, dan begitu asing dari kehangatan. Kita tahu itu semua. Hanya kemudian, kita belum memutuskan, apakah kita akan sungguh sungguh hadir dan menghadirkan realitas itu dalam ruang kepedulian kita?

Berbagai ekspresi ketidakseimbangan sosial yang kita lihat menggambarkan kebutuhan yang sangat mendesak terhadap situasi yang lebih kondusif sesuai fitrah manusia. Situasi yang membuat semua orang menjadi berdaya dan mampu menghadapi berbagai terpaan sosial. Situasi yang sedemikian itu, keluargalah yang mampu memberikannya.

Keluarga sebagai basis inti masyarakat, adalah wahana yang paling tepat untuk memberdayakan manusia dan ‘mencekal’ berbagai bentuk frustasi sosial, ini adalah hal yang aksiomatis dan universal. Masyarakat Eropa misalnya, saat ini para sosiolog mereka merasa gelisah karena prediksi kepunahan bangsa. Betapa tidak, tatanan, sakralitas dan antusiasme terhadap keluarga sudah tipis sekali di kalangan muda mereka. Ini tentu saja berdampak buruk terhadap angka pertumbuhan penduduk. Hingga iming-iming berbagai hadiah dan fasilitas dari pemerintah bagi ibu yang melahirkan dan keluarganya, tidak membuat mereka bergeming. Berbagai penyakit sosial pun muncul. Mulai dari angka bunuh diri yang tinggi hingga anomali kemanusiaan yang lain.

Ini adalah saat yang tepat untuk memberi perhatian yang lebih besar terhadap keluarga, khususnya dalam skala nasional. Berbagai pelajaran di atas menyuarakan hal ini. Dan ini adalah tugas kita bersama.

I. Arti Pernikahan dalam Islam

Dalam menganjurkan ummatnya untuk melakukan pernikahan, Islam tidak semata-mata beranggapan bahwa pernikahan merupakan sarana yang sah dalam pembentukan keluarga, bahwa pernikahan bukanlah semata sarana terhormat untuk mendapatkan anak yang sholeh, bukan semata cara untuk mengekang penglihatan, memelihara fajar atau hendak menyalurkan biologis, atau semata menyalurkan naluri saja. Sekali lagi bukan alasan tersebut di atas. Akan tetapi lebih dari itu Islam memandang bahwa pernikahan sebagai salah satu jalan untuk merealisasikan tujuan yang lebih besar yang meliputi berbagai aspek kemayarakatan berdasarkan Islam yang akan mempunyai pengaruh mendasar terhadap kaum muslimin dan eksistensi ummat Islam.

II. Fungsi Keluarga dalam Islam

Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat, perlu diberdayakan fungsinya agar dapat mensejahterakan ummat secara keseluruhan. Dalam Islam fungsi keluarga meliputi :

A. Penerus Misi Ummat Islam

Dalam sejarah dapat kita lihat, bagaimana Islam sanggup berdiri tegap dan tegar dalam menghadapi berbagai ancaman dan bahaya, bahkan Islam dapat menyapu bersih kekuatan musryik dan sesat yang ada, terlebih kekuatan Romawi dan Persia yang pada waktu itu merupakan Negara adikuasa di dunia.
Menurut riwayat Abu Zar’ah Arrozi bahwa jumlah kaum muslimin ketika Rasulullah Saw wafat sebanyak 120.000 orang pria dan wanita [1]. Para sahabat sebanyak itu kemudian berguguran dalam berbagai peperangan, ada yang syahid dalam perang jamal atau perang Shiffin. Namun sebagian besar dari para syuhada itu telah meninggalkan keturunan yang berkah sehingga muncullah berpuluh “singa” yang semuanya serupa dengan sang ayah dalam hal kepahlawanan dan keimanan. Kaum muslimin yang jujur tersebut telah menyambut pengarahan Nabi-nya: “Nikah-lah kalian, sesungguhnya aku bangga dengan jumlah kalian dari ummat lainnya, dan janganlah kalian berfaham seperti rahib nashrani” [2].

Demikianlah, berlomba-lomba untuk mendapatkan keturunan yang bermutu merupakan faktor penting yang telah memelihara keberadaan ummat Islam yang sedikit. Pada waktu itu menjadi pendukung Islam dalam mempertahankan kehidupannya.

B. Perlindungan Terhadap Akhlaq

Islam memandang pembentukan keluarga sebagai sarana efektif memelihara pemuda dari kerusakan dan melidungi masyarakat dari kekacauan. Karena itulah bagi pemuda yang mampu dianjurkan untuk menyambut seruan Rosul.

Wahai pemuda! Siapa di antara kalian berkemampuan maka menikahlah. Karena nikah lebih melindungi mata dan farji, dan barang siapa yang tidak mampu maka hendaklah shoum, karena shoum itu baginya adalah penenang” ( HR.AL-Khosah dari Abdullah bin Mas’ud ).

C. Wahana Pembentukan Generasi Islam

Pembentukan generasi yang handal, utamanya dilakukan oleh keluarga, karena keluargalah sekolah kepribadian pertama dan utama bagi seorang anak. Penyair kondang Hafidz Ibrohim mengatakan: “Ibu adalah sekolah bagi anak-anaknya. Bila engaku mendidiknya berarti engkau telah menyiapkan bangsa yang baik perangainya“. Ibu sangat berperan dalam pendidikan keluarga, sementara ayah mempunyai tugas yang penting yaitu menyediakan sarana bagi berlangsungnya pendidikan tersebut. Keluarga-lah yang menerapkan sunnah Rosul sejak bangun tidur, sampai akan tidur lagi, sehingga bimbingan keluarga dalam melahirkan generasi Islam yang berkualitas sangat dominan.

D. Memelihara Status Sosial dan Ekonomi

Dalam pembentukan keluarga, Islam mempunyai tujuan untuk mewujudkan ikatan dan persatuan. Dengan adanya ikatan keturunan maka diharapkan akan mempererat tali persaudaraan anggota masyarakat dan antar bangsa.

Islam memperbolehkan pernikahan antar bangsa Arab dan Ajam (non Arab), antara kulit hitam dan kulit putih, antara orang Timur dan orang Barat. Berdasarkan fakta ini menunjukkan bahwa Islam sudah mendahului semua “sistem Demokrasi ” dalam mewujudkan persatuan Ummat manusia. Bernard Shaw mengatakan:

“Islam adalah agama kebebasan bukan agama perbudakan, ia telah merintis dan mengupayakan terbentuknya persaudaraan Islam sejak Seribu Tiga Ratus Lima Puluh tahun yang lalu, suatu prinsip yang tidak pernah dikenal oleh bangsa Romawi, tidak pernah ditemukan oleh bangsa Eropa dan bahkan Amerika Modern sekalipun “.

Selanjutnya mengatakan:

“Apabila Anda bertanya kepada seorang Arab atau India atau Persia atau Afganistan, siapa anda? Mereka akan menjawab “Saya Muslim (orang Islam)”. Akan tetapi apabila anda bertanya pada orang Barat maka ia akan menjawab “Saya orang Inggris, saya orang Itali, saya orang Perancis”. Orang Barat telah melepaskan ikatan agama, dan mereka berpegang teguh pada ikatan darah dan tanah air” [3].

Untuk menjamin hubungan persudaraan yang akrab antara anak-anak satu agama, maka Islam menganjurkan dilangsungkannya pernikahan dengan orang-orang asing (jauh), karena dengan tujuan ini akan terwujud apa-apa yang tidak pernah direalisasikan melalui pernikahan keluarga dekat.

Selain fungsi sosial, fungsi ekonomi dalam berkeluarga juga akan nampak. Mari kita simak hadist Rosul “Nikahilah wanita, karena ia akan mendatangkan Maal” (HR. Abu Dawud, dari Urwah RA). Maksud dari hadist tersebut adalah bahwa perkawinan merupakan sarana untuk mendapatkan keberkahan, karena apabila kita bandingkan antara kehidupan bujangan dengan yang telah berkeluarga, maka akan kita dapatkan bahwa yang telah berkeluarga lebih hemat dan ekonomis dibandingkan dengan yang bujangan. Selain itu orang yang telah berkeluarga lebih giat dalam mencari nafkah karena perasaan bertanggung jawab pada keluarga daripada para bujangan.

E. Menjaga Kesehatan

Ditinjau dari segi kesehatan, pernikahan berguna untuk memelihara para pemuda dari kebiasaan onani yang banyak menguras tenaga, dan juga dapat mencegah timbulnya penyakit kelamin.

F. Memantapkan Spiritual (Ruhiyyah)

Pernikahan berfungsi sebagai pelengkap, karena ia setengah dari keimanan dan pelapang jalan menuju sabilillah, hati menjadi bersih dari berbagai kecendrungan dan jiwa menjadi terlindung dari berbagai waswas.

III. Menegakkan Keluarga Sakinah sebagai Salah SAtu Fungsi Keluarga

Selain fungsi keluarga tersebut di atas, fungsi kesakinahan merupakan kebutuhan setiap manusia. Karena keluarga sakinah yang berarti: keluarga yang terbentuk dari pasangan suami istri yang diawali dengan memilih pasangan yang baik, kemudian menerapkan nilai-nilai Islam dalam melakukan hak dan kewajiban rumah tangga serta mendidik anak dalam suasana mawaddah warahmah. Sebagaimana dianjurkan Allah dalam surat Ar-Rum ayat 21 yang artinya:

Dan diantara tanda-tanda kebesaran-Nya ia ciptakan untukmu pasangan-pasangan dari jenismu sendiri agar kamu merasa tenang kepadanya dan dijadikannya diantaramu rasa cinta dan kasih saying. Sesungguhnya dalam hal ini terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang memikirkan”. (QS. Ar-Ruum:21)

Faktor-Faktor Pembentukan Keluarga Sakinah

A. Faktor Utama:

Untuk membentuk keluarga sakinah, dimulai dari pranikah, pernikahan, dan berkeluarga. Dalam berkeluarga ada beberapa hal yang perlu difahami, antara lain :

1. Memahami hak suami terhadap istri dan kewajiban istri terhadap suami

a. Menjadikannya sebagai Qowwam (yang bertanggung jawab)

  • Suami merupakan pemimpin yang Allah pilihkan
  • Suami wajib ditaati dan dipatuhi dalam setiap keadaan kecuali yang bertentangan dengan syariat Islam.

b. Menjaga kehormatan diri

  • Menjaga akhlak dalam pergaulan
  • Menjaga izzah suami dalam segala hal
  • Tidak memasukkan orang lain ke dalam rumah tanpa seizin suami

c. Berkhidmat kepada suami

  • Menyiapkan dan melayani kebutuhan lahir batin suami
  • Menyiapkan keberangkatan
  • Mengantarkan kepergian
  • Suara istri tidak melebihi suara suami
  • Istri menghargai dan berterima kasih terhadap perlakuan dan pemberian suami

2. Memahami hak istri terhadap suami dan kewajiban suami terhadap istri

a. Istri berhak mendapat mahar

b. Mendapat perhatian dan pemenuhan kebutuhan lahir batin

  • Mendapat nafkah: sandang, pangan, papan
  • Mendapat pengajaran Diinul Islam
  • Suami memberikan waktu untuk memberikan pelajaran
  • Memberi izin atau menyempatkan istrinya untuk belajar kepada seseorang atau lembaga dan mengikuti perkembangan istrinya
  • Suami memberi sarana untuk belajar
  • Suami mengajak istri untuk menghadiri majlis ta’lim, seminar atau ceramah agama

c. Mendapat perlakuan baik, lembut dan penuh kasih saying

  • Berbicara dan memperlakukan istri dengan penuh kelembutan lebih-lebih ketika haid, hamil dan paska lahir
  • Sekali-kali bercanda tanpa berlebihan
  • Mendapat kabar perkiraan waktu kepulangan
  • Memperhatikan adab kembali ke rumah

B. Faktor Penunjang

1. Realistis dalam kehidupan berkeluarga

  • Realistis dalam memilih pasangan
  • Realistis dalam menuntut mahar dan pelaksanaan walimahan
  • Realistis dan ridho dengan karakter pasangan
  • Realistis dalam pemenuhan hak dan kewajiban

2. Realistis dalam pendidikan anak

Penanganan Tarbiyatul Awlad (pendidikan anak) memerlukan satu kata antara ayah dan ibu, sehingga tidak menimbulkan kebingungan pada anak. Dalam memberikan ridho’ah (menyusui) dan hadhonah (pengasuhan) hendaklah diperhatikan muatan:

  • Tarbiyyah Ruhiyyah (pendidikan mental)
  • Tarbiyah Aqliyyah (pendidikan intelektual)
  • Tarbiyah Jasadiyyah (pendidikan Jasmani)

3. Mengenal kondisi nafsiyyah suami istri

4. Menjaga kebersihan dan kerapihan rumah

5. Membina hubungan baik dengan orang-orang terdekat

a. Keluarga besar suami / istri
b. Tetangga
c. Tamu
d. Kerabat dan teman dekat

6. Memiliki ketrampilan rumah tangga

7. Memiliki kesadaran kesehatan keluarga

C. Faktor Pemeliharaan

1. Meningkatkan kebersamaan dalam berbagai aktifitas

2. Menghidupkan suasana komunikatif dan dialogis

3. Menghidupkan hal-hal yang dapat merusak kemesraan keluarga baik dalam sikap, penampilan maupun prilaku

Demikianlah sekelumit tentang pernikahan dan pembentukan keluarga sakinah. Semoga Allah memberi kekuatan, kesabaran dan keberkahan kepada kita dalam membentuk keluarga sakinah yang mawaddah wa rahmah sehingga terealisir izzatul islam walmuslimin. Amin. []

Catatan Kaki:

[1] Albidayah Wan Nihayah, oleh Ibnu Katsir 5:356, Al Ishobah fi Tamyizis Shohabah, Ibu Hajar 1:3

[2] Al Jami’ Ash-shogir, oleh As-suyuthi, HR. Baihaqi dari hadits Abi Amanah RA

[3] Majalah Al-Wa’yu, Jum 1969, Hal 6

Daftar Pustaka:

  1. Al-qur’an Terjemahan
  2. Al-Iroqi, Butsaiman As-sayyid. Rahasia Pernikahan yang bahagia, Cetakan I.Pustaka Azzam, Jakarta, Oktober 1997
  3. Isa, Abdul Ghalib Ahmad. Pernikahan Islam, cetakan I, Pustaka Manthiq, Solo April 1997
  4. Yusuf, Husein Muhammad. Keluarga Muslim dan Tantangannya, Cetakan 9, Gema Insani Press, Mei 1994
  5. Hamid, Muhammad abdul Halim, Bagaimana membahagiakan Istri, Cetakan 2 Citra Islami Press, September 1993
  6. Hawwa, Said, Panduan Membina Rumah Tangga Islami
  7. Qardawi, prof. Dr. Yusuf, Ruang Lingkup Aktifitas wanita Muslimah, Pustaka Al-kautsar, Cetakan II, Juli 1996