L A B E L

Labeling, Labelling, Labeler, Iklan, BO - Bimbingan Orang Tua -, D - Dewasa -, SU - Semua Umur -, Film, Movie, Kartun, dan Pendidikan. Blog ini untuk membantu kita melihat sisi lain dari persepsi yang diinginkan dari marketer dunia. Jangan mau jadi korban iklan dan acara tv.

Tampilkan postingan dengan label Televisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Televisi. Tampilkan semua postingan

MINTA TOLONG!!! Sepenggal Episode dari Kepribadian Atas Nama Manusia

Pernah melihat program reality show MINTA TOLONG di salah satu stasiun televisi? Bagi yang belum pernah melihat, dianjurkan untuk segera melihatnya dan ambil hikmahnya. Bagi yang sudah, apa yang anda rasakan ketika melihat itu semua? Dan apa yang akan anda katakan ketika anda perceptual position menjadi mereka, baik menjadi sang pahlawan (penolong; red), sang penolak atau menjadi orang yang berkeliling ke sana ke mari berjam−jam hanya untuk mencari seorang manusia yang dengan ikhlas mau MENOLONG.

Kita tak harus membahas tentang uang jutaan yang diberikan kepada sang penolong sebagai reward atas keikhlasannya, karena itu adalah side effect dari apa yang dia lakukan, barang siapa menanam…dia menuai. Ya, pribahasa itu mungkin cocok untuk dibahas di sini. Selebihnya, dengan melihat acara itu, coba teliti dengan seksama dari berbagai karakter atau kepribadian atas nama manusia. Boleh jadi tanpa kita sadari, kita pun berlaku yang sama dengan mereka.

Dari awal sampai sekarang program itu ditayangkan, penulis tak sekalipun melihat kalau sang pahlawan itu berasal dari kalangan yang kita bisa menyebutnya sebagai orang yang mampu. Justru tindakan yang mereka lakukan adalah menghardik, mengusir, mencibir bahkan tidak menghiraukannya, mereka yang meminta tolong tidak dianggap ada ketika menyapanya. Cukup miris ketika melihat semua ini. Jangankan untuk menolong dengan memberikan kepingan−kepingan rupiah yang buat kalangan mampu mungkin tak ada harganya, senyum pun begitu sulit untuk bisa dihadirkan ketika berhadapan langsung dengan yang meminta tolong.

Tetapi jiwa mereka adalah jiwa yang memalukan, ketika tahu yang meminta tolong itu adalah tim dari MINTA TOLONG, dengan sigap mereka membanting stir termasuk membanting wajah mereka yang asalnya kucam menjadi full smile, membujuk rayu dengan segala alasan kata−kata manis mencoba meyakinkan sang peminta bahwa dia ikhlas menolong, dengan tujuan dia bisa mendapatkan hadiah yang cukup menggiurkan bagi siapapun.

Tetapi tidak bagi sang pahlawan yang berasal dari kalangan bawah. Terlepas ada atau tidak reward itu, tanpa pikir panjang dia memberikan apa yang dia punya, untuk bagaimana nasibnya nanti ketika hartanya dibagi dengan yang lain, terserahlah pikirnya, yang penting sang peminta tertolong saat itu juga. Terlalu rasanya kalau kita tidak merasa malu dengan apa yang mereka lakukan.

Pernahkah kita berfikir, bagaimana bisa seorang pengemis jalanan yang hanya memiliki satu bungkus nasi dengan lauk pauk ala kadarnya sanggup berbagi dengan sang peminta yang pada episode itu berperan sebagai orang yang kelaparan? Pernahkan kita bertindak yang sama, ketika seorang supir angkot yang belum mendapatkan uang untuk setoran sanggup untuk mengantarkan seorang nenek cacat ke rumahnya yang begitu jauh tanpa bayar ongkos sepeserpun?

Pernahkah hati kita tergerak, ketika seorang nenek tua pemulung yang ringkih sanggup memberikan hasil pencariannya memulung untuk dijual demi menolong orang yang memerlukan biaya berobat? Pernahkah kita menolong dengan lkhlas, ketika seorang lelaki paruh baya yang sedang mencari pekerjaan tapi sanggup untuk menggagalkan pencarian rizkinya hanya karena harus membonceng dan membayarkan seseorang untuk membeli beras ke tempat yang jauh.

Pernahkah…pernahkah…pernahkah…dan begitu banyak pertanyaan ini untuk kita, dan sanggupkah kita menjawabnya sebagai pencarian jawaban sekaligus penentuan kita termasuk di barisan manusia dengan kepribadian yang mana?

Tanya pada hati kita semua, karena hati kita yang bersih tak akan pernah sanggup untuk berbohong seperti kata−kata manis atau tindakan kita yang masih bisa dimanipulasi sedemikian rupa. Setidaknya, dengan semua ini, setelah kita mengetahui tentang siapa diri kita, kita harus berbenah besar−besaran untuk merubah orientasi hidup kita. Minimal, kita merasakan malu dengan keberadaan sang pahlawan dari kalangan yang sebenarnya pun memerlukan uluran tangan−tangan kita.

Lantunan lagu HERO−nya Mariah Carey dan You Rise Me Up−nya Josh Groban adalah sepenggal pujian yang dilantunkan untuk mereka yang menjadi pahlawan−pahlawan kehidupan. Tapi mungkin, Allah punya reward yang lebih baik lagi, yaitu Surga−Nya dan predikat manusia yang mengagumkan yang akan dibacakan kelak, di hadapan semua manusia.

Semua cerita kehidupan, cerita pendek, bersambung atau panjang sekalipun, pasti ada hikmah yang terkandung di dalamnya, yang harus kita cari dan dijadikan cermin untuk langkah−langkah kecil kita selagi masih hidup. Jangan tunggu besok untuk menjadi Sang Pahlawan Kehidupan, berbagilah saat ini juga, selagi waktu kita tak berhenti tanpa kompromi. Wallahu`alam bishshowab. (PKPU)


* Gazza Sutardi, bekerja di PKPU Bandung
Sumber: http://www.pkpu.or.id/newsx.php?zx=3d7bae5d29&t=1&id=16&no=20

Program Acara TV Turki : Jadikan Pemeluk Atheis Percaya Agama dan Tuhan

Apa yang akan terjadi ketika anda menempatkan seorang Imam Muslim, seorang pendeta Nasrani, seorang Rabbi Yahudi dan pendeta Budha dalam sebuah ruangan dengan 10 orang Atheis?

Dalam sebuah salah satu acara reality show nya, stasiun TV Kanal T berharap mendapat sebuah jawaban dari keberhasilan program acara yang akan mereka siarkan. Ide program acara ini adalah, para pemain yang memiliki agama diharapkan bisa merubah pemahaman dari pemain yang lain yang atheis tidak percaya Tuhan dan agama menjadi orang yang percaya kepada Tuhan dan agama.

Hadiah yang akan didapat bagi pemain yang bisa merubah pemahaman para pemain yang atheis adalah berziarah ke tempat suci agama mereka masing-masing, Islam ke Makkah, kunjungan ke Vatikan bagi yang Nasrani, Yahudi ke Yerusalem serta ke Tibet bagi yang beramana Budha.

Namun otoritas keagamaan Islam dari negara sekuler Turki mempermasalahkan format dari game reality show ini, dan pejabat direktorat keagamaan Turki menolak untuk menyediakan seorang Imam untuk ditampilkan dalam acara reality show tersebut.

"Melakukan program acara televisi seperti ini hanya untuk kepentingan naiknya rating merupakan tindakan yang tidak menghormati dan melecehkan agama. Agama seharusnya tidak menjadi subjek untuk program hiburan," kata dewan tertinggi urusan keagamaan Turki - Hamza Aktan kepada kantor berita Anatolian setelah rencana program acara televisi itu muncul.

Pembuat acara game reality show "Penitents Compete" menolak tuduhan bahwa program acara yang mereka bikin dan akan tayang pada bulan September nanti akan merendahkan dan melecehkan agama.

Kami akan memberikan hadiah terbesar di dunia, yaitu hadiah mendapat hidayah untuk percaya kepada Tuham, kata pimpinan eksekutif stasiun TV Kanal T Seyhan Soylu kepada Reuters.

"Kami sama sekali tidak menyetujui orang yang menjadi atheis," ujar soylu.

Projek acara televisi ini memfokuskan perhatian pada masalah identitas keagamaan di negara Turki yang merupakan anggota Uni Eropa.

Dilaporkan telah 200 orang yang mendaftar untuk ikut dalam program acara game reality show ini dan 10 kontestan akan mulai dipilih pada bulan depan.

Sebuah tim theologi akan memastikan bahwa peserta adalah benar-benar atheis yang akan ikut dalam acara ini.(fq/aby)

Sumber: http://www.eramuslim.com/berita/dunia/program-acara-tv-turki-jadikan-pemeluk-atheis-yakin-percaya-agama-dan-tuhan.htm

Aman, Hati-hati dan Bahaya utk Program TV Anak

Maraknya program televisi untuk anak yang justru tak
layak ditonton anak-anak tentunya mengundang keprihatinan. Komisi
Penyiaran Indonesia dan sejumlah penelitian menunjukkan, tak sedikit
acara televisi khusus anak yang mengandung unsur kekerasan dan seksual
sehingga tak pantas dikonsumsi anak.

Dari Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA), telah membuat daftar acara yang masuk dalam kategori Aman, Hati-hati, dan Bahaya untuk anak. Ingin tahu?

AMAN

Tayangan televisi yang Aman bagi anak bukan hanya tayangan yang
menghibur, melainkan juga memberikan manfaat lebih. Manfaat tersebut,
misalnya pendidikan, memberikan motivasi, mengembangkan sikap percaya
diri anak, dan penanaman nilai-nilai positif dalam kehidupan.

AMAN: Varia Anak (TVRI), Bocah Petualang, Laptop Si Unyil, Jalan
Sesama, Cita-citaku, Si Bolang ke Kota, Buku Harian si Unyil (TRANS7),
Surat Sahabat, Cerita Anak, Main Yuk! (TRANS TV), Dora The Explorer,
Go! Diego Go!, Chalkzone, Backyardians (TV G), dan Masa Kalah Sama
Anak-anak (TV One)

Jadwal Acara TV untuk anak yang masuk kategori AMAN:

No

Stasiun

Judul Acara

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jumat

Sabtu

Minggu

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
RCTI
AnTV
Trans
Trans
Trans
Trans7
Trans7
Trans7
Trans7
Trans7
Trans7
TV G
TV G
TV G
TV G
After School
Renovasi Sekolah
Surat Sahabat
Cerita Anak
Main Yuk!
Bocah Petualang
Laptop Si Unyil
Jalan Sesama
Si Bolang Ke Kota
Buku Harian si Unyil
Cita-citaku
Dora The Explorer
Go! Diego Go
Chalkzone
Backyardigans

14.30

12.30
13.00
13.30

04.30
05.00
06.30

14.30

12.30
13.00
13.30

04.30
05.00
06.30

14.30

12.30
13.00
13.30

04.30
05.00
06.30

14.30

12.30
13.00
13.30

04.30
05.00
06.30

14.30

12.30
13.00
13.30

04.30
05.00
06.30

15.30

12.30
13.00
11.00
04.30
05.00
06.30
08.00


09.30

07.30
08.00

12.30
13.00
11.00
04.30
05.00
06.30
08.00

(Redaksi Kidia)

HATI-HATI

ayangan yang masuk dalam kategori Hati-hati adalah
tayangan anak yang dinilai relatif seimbang antara muatan positif dan
negatif. ategori ini memberikan nilai
hiburan serta pendidikan dan nilai positif, namun juga dinilai
mengandung muatan negatif seperti kekerasan, mistis, seks, dan bahasa
kasar yang tidak mencolok.

HATI-HATI: Idola Cilik Seleb, Rapor Idola Cilik Seleb, Doraemon,
Pentas Idola Cilik, Rapor Pentas Idola Cilik (RCTI), Casper,
Harveytoon (TPI), Transformers (AN TV), Pokemon Series, Bakugan Battle
Brawlers, Konser Eliminasi 6 AFI Junior (IVM), New Scooby Doo Movie
(TRANS7), SpongeBob Squarepants, Avatar: The Legend of Aang, Carita De
Angel (TVG)

Jadwal Acara TV untuk anak yang masuk kategori HATI-HATI

No

Stasiun

Judul Acara

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jumat

Sabtu

Minggu

1
2
3

4

5
6
7
8
9
10
11
12
13

RCTI
RCTI
TPI

AnTV

Indosiar
Indosiar
Indosiar
Trans7
Trans7
Trans7
TV G
TV G
TV G
Doraemon
Idola Cilik Seleb & Rapor
Harveytoons

Transformer

Pokemon Series 5
Power Rangers SPD
Power Rangers Mystic F
Scooby Doo Where Are
Shaggy & Scooby Doo
New Scooby Doo Movie
SpongeBob Squarepants
AvatarTheLegend ofAang
Skyland

16.30

08.30
12.30

05.30
15.00

05.30
07.00
14.00

16.30

08.30
12.30

15.00

05.30
07.00
14.00

16.30

08.30
12.30

15.00

05.30
07.00
14.00

16.30

08.30
12.30

15.00

05.30
07.00
14.00

16.30

08.30
12.30

15.00

05.30
07.00
14.00

16.30

05.30
07.00
14.00
16.00

08.00
13.00
05.30
15.00

07.30
09.00
11.00

05.30
05.30
07.00
14.00
16.00

(Redaksi Kidia)

BERBAHAYA

tayangan yang masuk dalam kategori Bahaya merupakan tayangan yang
mengandung lebih banyak muatan negatif, seperti kekerasan, mistis,
seks, dan bahasa kasar. Kekerasan dan mistis dalam tayangan yang masuk
dalam kategori ini dinilai cukup intens sehingga bukan lagi menjadi
bentuk pengembangan cerita, tapi sudah menjadi inti cerita. Tayangan
dalam kategori ini disarankan untuk tidak disaksikan anak.

BAHAYA: Tom & Jerry, Crayon Sinchan (RCTI), Si Entong, Tom & Jerry, Si
Entong 2 (TPI), Popeye Original, Oggy & The Cockroaches (AN TV),
Detective Conan, Dragon Ball, Naruto 4 (INDOSIAR), Tom & Jerry
(TRANS7), One Piece, Naruto (TVG).

Sumber: http://sholihin.staff.uns.ac.id/2009/04/27/awas-acara-tv/

Televisi dan Kode yang Melindungi Anak


TELEVISI belum menunjukkan itikad baiknya dalam memberikan program acara yang baik untuk anak-anak. Pertama, karena mereka belum membubuhkan kode yang dapat membantu publik untuk mengetahui acara mana yang mereka tujukan untuk anak-anak. Kedua, karena acara yang tampaknya ditujukan untuk anak-anak (seperti kartun atau film animasi), ternyata tidak sepenuhnya sehat untuk tumbuh kembang anak.

Kode

Dalam Peraturan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) No.2 tahun 2007 tentang Pedoman Perilaku Penyiaran, lembaga penyiaran televisi diwajibkan untuk mencantumkan informasi klasifikasi program isi siaran berdasarkan usia khalayak penonton. Informasi ini harus ditampilkan di setiap acara dan disiarkan sepanjang acara berlangsung. Gunanya untuk membantu publik dalam mengidentifikasi program acara yang berlangsung dan melindungi kelompok usia yang rentan seperti anak-anak dan remaja.

Kenyataannya ini tidak dipatuhi oleh stasiun televisi. Kode yang muncul, itupun sesekali, hanyalah “BO” yang berarti “Bimbingan Orangtua”. Tidak ada rincian penjelas lainnya. Padahal seharusnya ada kode “A” bila program itu ditujukan untuk anak anak (usia di bawah 12 tahun). Kode “R” untuk remaja (12-18 tahun). Kode “D” untuk dewasa. Dan “SU” untuk semua umur. Televisi seperti warung tanpa informasi menu. Kita sadar bahwa makanan itu pedas, manis, atau asin, nanti setelah selesai menyantapnya.

Kartun

Karena tidak ada informasi yang dapat membantu dalam menentukan program acara untuk anak, publik pun beranggapan bahwa acara yang tampaknya ditujukan untuk anak-anak (seperti film animasi atau kartun) adalah sehat untuk tumbuh kembang anak. Padahal tidaklah demikian. Hanya kartun seperti “Dora the Explorer” dan “Go Diego Go” (Global TV) yang sepenuhnya sehat (hijau).

Awal April 2008, BBC melaporkan bahwa televisi Venezuela tidak lagi menayangkan serial kartun “The Simpsons” pada program pagi setelah dinilai tidak pantas untuk anak-anak. Waktu penayangan film animasi “The Simpsons” digantikan dengan “Baywatch”. Sepintas penggantinya tidak jauh lebih baik.

Film “Baywatch” menampilkan bikini dan lekuk tubuh wanita pemerannya seperti Pamela Anderson. Namun ini jauh lebih mudah diidentifikasi dan diantisipasi. Orangtua pun dapat melarang anak-anak mereka menontonnya. Bandingkan dengan film animasi yang kelihatannya aman-aman saja namun ternyata banyak menyimpan masalah. Betapa orangtua akan kecolongan.

Sudah saatnya pendekatan kode acara diterapkan dengan lebih baik. Metode ini akan memaksa stasiun televisi untuk lebih memikirkan tanggung jawab sosial atas apa yang mereka tayangkan. Orangtua pun akan lebih mudah dalam memilih acara mana yang aman untuk anak mereka. Karena untuk selalu menemani saat anak menonton televisi, rasanya juga mustahil. Bukan begitu?!***

http://aswan.wordpress.com/2008/06/05/televisi-dan-kode-yang-melindungi-anak/

Sinetron Indonesia dan Pembodohan


December 27th, 2006 | Entertainment

Sebenarnya, sinetron itu bagus lho. Cukup membuat dunia televisi menjadi lebih berwarna — untuk tidak menyebut hadirnya bintang-bintang muda yang cantik/tampan dan berbakat. Memang, saya termasuk cukup malas (baca: tidak sempat) menonton tayangan televisi. Namun, karena banyaknya komentar soal tayangan televisi kita ini, saya jadi tertarik untuk menulis tentang ini.

Namun sebelum mengulas lebih lanjut, mari kita lihat daftar 100 program televisi dengan rating tertinggi berdasar survei yang dilakukan oleh AC Nielsen pada periode 10-16 Desember 2006 berikut ini.

No Programs Station Genre Rating Share
1 Pengantin Remaja RCTI Series: Drama 10.1 30.1
2 Pintu Hidayah: Suami Buta RCTI Movie: Drama 8.5 27.7
3 Putri yang Terbuang RCTI Series: Drama 8.5 27.4
4 Idola RCTI Series: Drama 8.4 25.6
5 Intan RCTI Series: Drama 8.1 31.6
6 Maha Kasih 2 RCTI Series: Drama 8 24.1
7 Benci Bilang Cinta SCTV Series: Drama 7.9 23.2
8 Benci Jadi Cinta RCTI Series: Drama 7.3 22.6
9 Cinta Remaja SCTV Series: Drama 7.2 23.2
10 Pengorbanan Cinta Indosiar Movie: Drama 6.9 21.1
11 Penta 5 Trans TV Trans TV Special: Special Event 6.7 23
12 Kawin Muda RCTI Series: Drama 6.7 18.8
13 Pangeran Penggoda RCTI Series: Drama 6.6 20
14 Makin Sayang RCTI Series: Drama 6.2 19.1
15 Buku Harian Nayla RCTI Series: Drama 6.2 21
16 Kau Masih Kekasihku SCTV Series: Drama 6 18.5
17 Shaolin Soccer SCTV Movie: Action/Adventure 5.9 18.4
18 Cowok Impian SCTV Series: Drama 5.9 17.4
19 Panggung Emas RCTI Entertainment: Music 5.8 25.9
20 Bukan Diriku RCTI Series: Drama 5.7 17
21 Ajal Seorang Peselingkuh Trans TV Movie: Drama 5.6 16.7
22 Extravaganza Trans TV Entertainment: Variety Show 5.5 16.8
23 Misteri Dua Dunia Indosiar Series: Horror/Mystery 5.5 17
24 Tikus & Kucing Mencari Cinta SCTV Series: Drama 5.3 15.7
25 Penjaga Hati SCTV Series: Drama 5.1 15.7
26 Misteri Ilahi Indosiar Series: Horror/Mystery 5 15.8
27 Seven Days Without Money Indosiar Movie: Drama 5 15.1
28 Sumpah Gue Sayang Loe! RCTI Series: Drama 5 14.9
29 Inikah Cinta…? SCTV Series: Drama 5 15.7
30 The Lord of the Rings Trans TV Movie: Action/Adventure 4.8 22.4
31 Orang Desa Jadi Perampok Trans TV Movie: Drama 4.8 14.7
32 Pengen Jadi Bintang SCTV Series: Drama 4.7 14.3
33 Anaconda Trans TV Movie: Action/Adventure 4.7 18
34 Wulan RCTI Series: Drama 4.6 22.3
35 Penyihir Cinta SCTV Series: Drama 4.5 12.6
36 I Love U Boss RCTI Series: Drama 4.4 12.3
37 Rumah Pondok Indah TPI Movie: Horror/Mystery 4.4 13
38 Gagal Haji Karena Korupsi TPI Movie: Drama 4.3 13
39 The Man with the Golden Gun Trans TV Movie: Action/Adventure 4.2 18.7
40 Beri Aku 5 Hari SCTV Movie: Drama 4.2 19.8
41 Mimpi Manis SCTV Series: Drama 4.1 12.3
42 Telekuis Campeone RCTI Filler: Quiz 4.1 17.3
43 Kiss of the Dragon Trans TV Movie: Action/Adventure 4.1 18.5
44 Mat Jiung SCTV Series: Drama 4.1 13.5
45 Emak Gue Jagoan! TPI Series: Drama 4.1 12.3
46 Mr Bean Trans TV Series: Sitcom/Comedy 4 12.9
47 The Myth Indosiar Movie: Action/Adventure 4 14.4
48 Rindu Rindu Asmara TPI Series: Drama 3.9 11.5
49 GG Bang Yos GC: Persik vs PSIS (L) Trans 7 Sport: Match 3.9 12.1
50 Pengantin Kecil SCTV Series: Drama 3.9 12.2
51 Hidayah-Mu TPI Series: Drama 3.8 12.1
52 Janji Jaya Indosiar Series: Drama 3.8 14.6
53 Pacarku Cowok Dolphin SCTV Movie: Drama 3.8 27.3
54 Kontak Jodoh SCTV Entertainment: Reality Show 3.8 15.4
55 Sinetron Asyik TPI Series: Drama 3.8 11.4
56 Dangdut Mania TPI Entertainment: Music 3.7 13.1
57 The Spy Who Loved Me Trans TV Movie: Action/Adventure 3.7 16.6
58 Talak Tiga Indosiar Movie: Drama 3.6 11.4
59 Gong Show Trans TV Entertainment: Game Show 3.6 13.3
60 Jerat Iblis TPI Movie: Horror/Mystery 3.6 11.4
61 Akibat Pergaulan Bebas 2 SCTV Series: Drama 3.6 12.1
62 Kusebut Nama Mu 2 TPI Series: Drama 3.6 13.3
63 Ungu-Naff Yang Terbaik SCTV Entertainment: Music 3.5 17.3
64 Silet RCTI Information: Infotainment 3.5 23.6
65 GG Bang Yos GC: PSMS vs PSIS (L) Trans 7 Sport: Match 3.5 19.3
66 Mat Toing TPI Series: Drama 3.5 11.3
67 Anak Mami Jatuh Cinta SCTV Series: Drama 3.4 10.4
68 Cucu Menganiaya Neneknya Trans TV Movie: Drama 3.4 9.9
69 Deadline Cinta SCTV Movie: Drama 3.4 22.8
70 Romance Indosiar Series: Drama 3.4 10.3
71 Nowhere to Run Trans TV Movie: Action/Adventure 3.3 16.2
72 My Prince ‘n My Monster SCTV Series: Drama 3.3 13.2
73 Mencari Cinta Indosiar Series: Drama 3.2 10.9
74 Sumpah Pocong Indosiar Movie: Horror/Mystery 3.2 23.1
75 Ambil Deh Semua, Kecuali Cinta SCTV Movie: Drama 3.1 14
76 Boa vs Python Trans TV Movie: Action/Adventure 3.1 29.3
77 Si Yoyo 3 SCTV Series: Drama 3.1 12.5
78 Bibir Plus SCTV Information: Infotainment 3.1 21.6
79 Bagi-Bagi Dong RCTI Movie: Sitcom/Comedy 3 20.2
80 The Mummy Returns SCTV Movie: Action/Adventure 3 17.9
81 Bajaj Bajuri Trans TV Series: Sitcom/Comedy 2.9 11.4
82 Bisnis Anda Trans TV Filler: Others 2.9 18.8
83 Say I Love You SCTV Series: Drama 2.9 10.6
84 Say I Love You SCTV Movie: Drama 2.9 22.9
85 Reportase Sore Trans TV News: Hard News 2.8 17.4
86 Super Deal 2 Milyar ANTV Entertainment: Quiz 2.8 8.3
87 Penganten Sunat SCTV Movie: Drama 2.8 15.4
88 Masquerade RCTI Entertainment: Light Entertainment 2.8 17.6
89 Missing Indosiar Movie: Horror/Mystery 2.8 9
90 Koi Mil Gaya SCTV Movie: Drama 2.7 13.1
91 Bunga Bunga Cinta TPI Series: Drama 2.7 8.5
92 Buletin Siang RCTI News: Hard News 2.7 19.6
93 Cek & Ricek RCTI Information: Infotainment 2.7 22
94 Hot Shot SCTV Information: Infotainment 2.7 17.7
95 Pengantin Bukit Kera Indosiar Movie: Horror/Mystery 2.7 21.1
96 Sepatu Kaca SCTV Series: Drama 2.6 8.2
97 Asal Plesetan ANTV Entertainment: Comedy 2.6 8.3
98 Cinta Pantang Mundur SCTV Movie: Drama 2.6 19.8
99 Cinta Lama Bersemi Kembali SCTV Entertainment: Reality Show 2.6 19.2
100 Idola(R) RCTI Series: Drama 2.6 19.2

Berdasar jumlah pembuat program di daftar tersebut, SCTV memegang posisi tertinggi dengan 33 program, disusul kemudian RCTI (23), Trans TV (17), Indosiar (12), TPI (11), ANTV (2), dan Trans 7 (2).

Sementara berdasar stasiun televisinya, RCTI masih memegang dominasi dengan 18,9%, disusul SCTV (14,7%) dan Trans TV (16,2%). TPI, Indosiar, Lativi, ANTV, dan Global TV menyusul kemudian. Di urutan terakhir secara berturut-turut adalah Metro TV dan TVRI.

Sepuluh peringkat teratas ternyata dihuni oleh tayangan sinetron. Tayangan sinetron (drama series) juga mendominasi daftar tersebut dengan 43%. Bandingkan dengan tayangan berita yang hanya 2%. Portofolio sinetron ternyata masih dipegang oleh SCTV dengan 18 judul, disusul RCTI dengan 15 judul, TPI (7 judul), dan Indosiar (3 judul).

Saya menyebut fenomena ini sebagai sinetron domination, atau, mungkin lebih tepatnya sinetron invasion.

Sinetron dan Plagiarisme

Entah disadari atau tidak, sinetron yang mendominasi layar kaca di Indonesia sebenarnya merupakan adaptasi (baca: jiplakan) dari berbagai tayangan drama yang populer di negeri asalnya seperti Korea, Jepang, Taiwan, dan sebagainya. Berikut daftarnya:

  1. 2 Hati (Snow Angel)
  2. Benar-Benar Cinta (Devil Beside You)
  3. Benci Bilang Cinta (Goong/Princess Hours)
  4. Benci Jadi Cinta (My Girl)
  5. Berani Tampil Beda (The Magicians of Love/Ai Qing Mo Fa Shi)
  6. Bintang (Huan Zhu Ge Ge)
  7. Bukan Diriku (Anything for You)
  8. Buku Harian Nayla (Ichi Rittoru No Namida/1 Litre of Tears)
  9. Cincin (Beautiful Days)
  10. Cinta Remaja (My Sassy Girl Choon Hyang)
  11. Cowok Impian (It Started With a Kiss)
  12. Darling (My Name is Kim Sam Soon)
  13. Dua Hati Satu Cinta (Qin Shen Shen Yu Meng Meng)
  14. I Love You, Boss! (Bright Girl’s Success Story)
  15. Intan (Be Strong Geum Soon)
  16. Janji Jaya (My Name is Kim Sam Soon)
  17. Katakan Kau Mencintaiku (Sad Love Song)
  18. Kawin Muda (My Little Bride)
  19. Liontin (Glass Shoes)
  20. Pacarku Besar Sekali - FTV (My Name is Kim Sam Soon)
  21. Pangeran Penggoda (Devil Beside You)
  22. Pengantin Remaja (My Little Bride)
  23. Rahasia Pelangi (Love Apart a Moment)
  24. Sumpeh Gue Sayang Loe (Smiling Pasta)
  25. Siapa Takut Jatuh Cinta (Meteor Garden)
  26. Wulan (Term of Endearment)

Termasuk beberapa sinetron yang dibuat dengan meminta lisensi dari pembuat drama aslinya, seperti:

  1. Impian Cinderella (Prince Who Turns into Frogs)
  2. Kau Masih Kekasihku (At the Dolphin Bay)
  3. Penyihir Cinta (Magician of Love)
  4. Putri Kembar (100% Senorita/Twins)

Ada yang berani memasang soal ini di koran nasional?

Atau setidaknya mengajukan proposal ke MURI dengan predikat penjiplak sinetron terbanyak?

Lebih Baik Menjiplak daripada Membuat

Secara ekonomis, menjiplak jelas lebih murah daripada memproduksi sendiri. Menjiplak tidak melibatkan unsur kreativitas, idealisme, risiko pasar, dan pengorbanan waktu dan tenaga yang begitu besar. Dibanding film yang berkualitas, membuat sinetron membutuhkan biaya tak lebih dari Rp 500-Rp700 juta. Dunia Tanpa Koma (DTK) yang termasuk bagus saja menelan tak kurang dari Rp 800 juta.

Kalau dilihat sepintas, produsen sinetron plagiat terbesar adalah Sinemart. Kemudian disusul production house lain seperti MD Entertainment, Multivision, Frame Ritz, Soraya Intercine, dan seterusnya. Tapi konyolnya, di ending creditnya mereka menyatakan “Cerita ini bla.. bla.. adalah fiktif/karangan. Apabila terdapat kesamaan nama, tokoh, alur cerita, bla.. bla.. adalah kebetulan semata.” Very funny.

Buku Harian Nayla, misalnya. Dialog pemainnya, adegannya, 90% lebih sama persis dengan Ichi Rittoru No Namida/1 Litre of Tears — kecuali kualitas pemainnya yang (maaf) amatiran dan nyaris tanpa ekspresi. Film bagus yang “diadaptasi” jadi sampah.

Aslinya, dorama ini diangkat dari kisah nyata berdasar buku harian Kitou Aya, yang berjuang menghadapi penyakit Spinocerebellar Degeneration yang dideritanya sejak umur 14 tahun sampai ia meninggal saat umur 25 tahun. Penuh air mata? Ya. Ichi Rittoru No Namida juga banyak menyimpan adegan menyentuh yang sangat indah. Di ending credit juga diperlihatkan foto asli Aya, diiringi lagu Only Human dari K, yang makin membuat sedih.

Contoh lain, Benci Jadi Cinta, juga sangat persis dengan My Girl. Sinetron ini menceritakan cewek ABG yang centil dan pandai berakting. Suatu ketika, cewek tersebut (Zouyulin) tinggal serumah dengan si cowok (Gongcan) untuk berpura-pura sebagai sepupunya yang lama menghilang. Tujuannya adalah untuk menyelamatkan kakek yang sedang sakit parah. Tapi lama kelamaan, timbul rasa cinta di antara keduanya — klise. Bedanya, di My Girl cewek keduanya adalah pemain tenis, sementara di Benci Jadi Cinta diganti sebagai pemain bulutangkis.

Adik saya bilang, sinetron Gue Sihir Lu (Nia Ramadhani) yang bercerita tentang penyihir juga diadaptasi dari komik serial cantik “Throbbing Tonight”, yang bercerita tentang Ranze dan Makabe, anak raja setan yang dibuang ke bumi. Juga sinetron Si Yoyo yang ternyata adaptasi dari film India (maaf, saya lupa judulnya).

Update:

  • Sinetron Sissy, Putri Duyung, yang ditayangkan setiap hari Senin jam 19.00 sebagian besar meniru film produksi luar negeri yang berjudul Aquamarine. Kedua film ini menceritakan tentang seorang putri duyung yang tiba-tiba berubah menjadi manusia dan jatuh cinta pada manusia. Info via nthee.
  • Sinetron Olivia ternyata juga jiplak dari film barat remaja She’s The Man yang diperankan Amanda Bynes. Cinderela Boy juga dari drama taiwan Hanazakarino Kimitachihe. Info via rina.
  • Sinetron Candy juga merupakan adaptasi/jiplakan komik/anime lawas berjudul Candy-Candy. Info via Ira.
  • Film Guruku Idolaku yang tayang di RCTI pukul 16.00 ceritanya mirip dengan kartun anime Gokusen. Beberapa sketsa Extravaganza ABG (yang sudah lama nggak beredar) persis dengan sketsa komedi All That di Nickelodeon. Info via Dita.
  • Kalau Anda bisa mengkonfirmasi dan/atau menambah daftar tersebut di atas, silakan kontak ke saya.

Bagaimana Sinetron Menjajah Dunia

Pertanyaannya sekarang, mengapa sinetron bisa begitu meraja lela? Kalau menurut saya:

  • Masyarakat Indonesia secara umum belum bisa menilai mutu/kualitas suatu tayangan dengan akurat. Misalnya, banyak tayangan asing yang sangat laku di negara asalnya tetapi justru jeblok ratingnya ketika ditayangkan di Indonesia. Begitu juga sebaliknya.
  • Banyak masyarakat kita yang menonton televisi hanya untuk pleasure, menghibur diri. Apalagi kaum pria, yang kebanyakan menonton hanya untuk menghibur mata — selain mencari informasi dan tayangan olahraga (sepakbola).
  • Penonton dari strata kelas menengah atas yang “sulit dibohongi” oleh sinetron-sinetron murahan seperti Anda, mungkin lebih prefer untuk membaca, surfing internet, menonton DVD, bermain console game, atau hang out sebagai sarana hiburan. Kalaupun menonton televisi, pasti menggunakan satelit/TV kabel yang pilihannya jauh lebih beragam dan berkualitas.
  • Ujung-ujungnya, sinetron akan kian diminati, permintaan pasar terus bertumbuh, dan pembodohan masal terus bergulir. Lingkaran setan yang tiada berujung.

Saya tidak bermaksud syirik dengan Raam Punjabi yang kian tajir karena dagangannya laris manis di pasaran. Saya juga tidak bermaksud menyalahkan orang-orang production house yang mungkin menyangka bahwa orang-orang kita tidak pernah menonton serial luar. Barangkali memang mereka berniat membuat karya bermutu, namun terpaksa harus realistis dan mengikuti selera pasar.

Masalahnya, sinetron sebenarnya mengajarkan kita dengan hedonisme dan mengajak kita untuk bermimpi tentang gaya hidup yang serba wah. Lebih parah lagi, televisi ditonton mayoritas oleh kalangan kurang terpelajar, ibu-ibu rumah tangga, atau pembantu yang butuh waktu lama untuk menyadari bahwa mereka sedang dikibulin dengan impian kalangan atas.

Begitulah selera mereka. Mereka gampang terbuai dengan kemewahan, berkhayal menjadi orang kaya, bermimpi dipersunting pangeran kaya dan tampan, membayangkan memperistri wanita cantik dan seksi, memiliki rumah mewah dan mobil belasan, dan sebagainya.

Hasilnya, kebanyakan orang Indonesia lebih suka berkhayal. Anggun pernah menjawab “bermimpi” sebagai kunci sukses karirnya saat ini. Tapi put it into action-lah yang membuat perbedaan. Antara pemenang dan pecundang. Antara kesuksesan dan fantasi tak berujung.

Saya yakin Anda mungkin bisa melindungi dari serangan sinetron yang bertubi-tubi. Tapi bagaimana dengan jutaan penduduk Indonesia lainnya?

Bahaya Laten Sinetron

Sampai kapan fenomena ini bertahan? Sulit ditentukan. Selama jumlah penontonnya masih bejibun, selama production house masih produktif memproduksi (baca: menjiplak), dan sampai kita masih belum tersadarkan diri, fenomena ini masih akan berlangsung lama.

Yang jelas, kalau fenomena ini dibiarkan berlarut-larut, serial bagus dan membumi seperti Bajaj Bajuri atau Office Boy mungkin akan segera punah. Sinetron berkualitas seperti Dunia Tanpa Koma (DTK) bakal tak laku lagi. Tayangan berita seperti Liputan 6 dan Headline News mungkin akan segera dilikuidasi. Pembuat film/FTV indie mulai menggadaikan idealismenya. Divisi in-house production akan dimerger. Pimpinan kreatif berganti nama menjadi pimpinan copy-paste.

Dan setiap televisi akan berlomba-lomba menayangkan sinetron setiap saat.

Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa semua yang menonton sinetron sama sekali tidak cerdas. Namun, sebelum perekonomian bangsa ini benar-benar pulih sehingga bisa menciptakan generasi intelek yang bisa menyadari bahwa dirinya sedang ditipu sinetron-sinetron tersebut, saya cuma bisa menyarankan, mari kita sama-sama untuk tidak menonton sinetron.

[ BC Blog Competition – KE]

http://nofieiman.com/2006/12/sinetron-indonesia-dan-pembodohan/

Hari Tanpa Televisi 2008


Ajakan Koalisi Nasional HTT 2008: Ikuti "HARI TANPA TV 2008" (MINGGU 20 JULI 2008)

"Sebagian besar anak-anak Indonesia menonton TV sekitar 1.600 jam setahun, padahal hanya 740 jam mereka belajar di bangku sekolah."

TV memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat dewasa ini. TV dapat menjadi sumber informasi dan edukasi yang sangat handal. Namun TV juga dapat menjadi sumber hiburan yang tiada henti. Aktivitas menonton telah TV memangkas waktu interaksi dalam keluarga, menimbulkan dampak negatif berupa peniruan dan penanaman nilai pada anak-anak dan remaja, berkontribusi pada gaya hidup yang tidak sehat, konsumtif, dsb. Fungsi siaran TV sebagai hiburan jauh lebih menonjol dibanding dengan fungsi yang seharusnya bisa diperankan berupa informasi dan edukasi. Keluarga yang mengalokasikan waktu yang lebih sedikit untuk menonton TV, akan mempunyai lebih banyak waktu untuk aktivitas-aktivitas yang lebih posistif, interaktif dan mempererat hubungan kekeluargaan. Penelitian Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA) tahun 2006 menunjukkan bahwa jumlah jam menonton TV pada anak-anak usia sekolah dasar berkisar antara 30-35 jam seminggu, ditambah dengan sekitar 10 jam untuk bermain video game. Ini adalah jumlah waktu yang terlalu besar untuk hiburan yang kurang sehat bagi anak dan remaja. Dalam setahun, jumlah jam menonton TV ini mencapai lebih dari 1.600 jam. Bandingkan dengan jumlah jam belajar di sekolah dasar negeri selama setahun yang hanya sekitar 740 jam untuk kelas rendah. Secara umum dapat dikatakan bahwa ketergantungan anak pada tayangan TV sudah sangat tinggi dan mencapai titik yang mengkhawatirkan. Ada beberapa fakta yang dapat menggambarkan betapa mengkhawatirkannya ketergantungan itu: Pertama, belum terbentuk pola kebiasaan menonton TV yang sehat. TV masih menjadi hiburan utama keluarga yang dikonsumsi setiap hari dalam waktu yang panjang tanpa seleksi yang ketat terhadap pilihan acara yang mereka tonton. Kedua, kebanyakan isi acara TV kita tidak aman dan tidak sehat untuk anak.
Banyak acara TV dengan kandungan materi untuk orang dewasa yang ditayangkan pada jam-jam anak biasa menonton dan kemudian disukai dan ditiru oleh anak-anak. Contoh yang ekstrim, peniruan adegan laga dalam tayangan TV oleh anak telah menimbulkan beberapa korban jiwa.
Ketiga, lemahnya peraturan bidang penyiaran dan penegakannya. Sejak indutri televisi berkembang pesat, permasalahan yang terkait dengan isi tayangan makin membesar. Hingga kini masalah tersebut belum dapat diatasi dengan efektif.
Oleh karena itu, Koalisi Nasional HARI TANPA TV 2008 menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk mematikan pesawat televisi selama sehari penuh pada hari MINGGU 20 JULI 2008. Dengan mematikan TV selama sehari penuh dan mengajak anak-anak untuk memiliki kegiatan lain selain menonon TV, dapat menjadi langkah awal kita untuk mengurangi ketergantungan anak pada televisi. Dengan bersedia mematikan TV seharian, maka hal itu menjadi bukti bahwa kita sadar mengenai perlunya pengaturan dalam menonton TV bagi anak-anak kita. Selain itu, perlu dilakukan upaya bersama seluruh komponen masyarakat untuk mendesak dan mempengaruhi industri penyiaran agar lebih memperhatikan isi tayangan dan pola penyiaran yang memperhatikan perlindungan terhadap anak. Tekanan yang paling efektif bagi industri televisi adalah apabila masyarakat secara bersama-sama tidak menonton TV sama sekali, atau secara selektif tidak menonton acara tertentu dalam waktu yang panjang.
Dukungan masyarakat akan disampaikan kepada industri penyiaran, Komisi Penyiaran Indonesia, Departemen Komunikasi dan Informatika, Komisi I DPR-RI, dan berbagai pihak terkait.

Sampaikan dukungan anda melalui e-mail ke haritanpatv@ kidia.org; SMS ke nomor 0812-1002.4009; dan fax: 021-8690.5680; websitehttp://www.kidia. org
Jakarta, 11 Juli 2008

Guntarto,

Ketua SC Koalisi Nasional HTT 2008

Label Legenda Popeye


Anda pasti pernah menonton film popeye kan? Popeye sebagai jagoan selalu mampu mengalahkan musuh-musuhnya dengan memakan spinach alias bayam. Nah … tahukah anda bahwa dibalik film itu ada dampak bagi label kehidupan kita. Apa itu?

Pendapat … makanlah ini atau itu maka masalahmu akan terselesaikan. Sepertinya menjadi salah satu ikon dalam memberi pemahaman pada kita untuk rajin makan makanan bergizi. Saya akui itu baik.…namun …

Penggunaan … “makanlah ini maka masalahmu akan terselesaikan” …. atau yang lebih mirip lagi …. “Makanlah ini maka kau akan sukses” …. telah menjangkiti model iklan suatu produk/jasa.

Yang jelas sekali kita lihat. Iklan Biskuat … digambarkan bila si anak memakan biskuit itu maka kekuatannya akan berlipat seperti singa. Lebih parah lagi si anak yang lagi buru-buru ke sekolahnya sehingga tidak sempat makan pagi. Dengan hanya makan biskuat telah cukup untuk memenuhinya. Bukankah ini mengajarkan hal yang tidak benar. Si anak bagaimanapun juga harus makan pagi dulu sebelum pergi sekolah. Bila tidak dilakukan maka di sekolahnya ia akan kelaparan dan mengganggu proses belajarnya. Atau di akan jajan di sekolah, yang ini sudah jelas-jelas mengajarkan hal kurang baik dari segi konsumtif dan barang jajanan yang kurang terjamin kesehatannya.

Makanlah Biskuat, maka kau akan kuat seperti singa. Pesilat cilik … ragu-ragu untuk melakukan lompatan. Segera ia makan biskuat dan efeknya si pesilat cilik ini PeDe abis untuk bisa melakukannya. Itulah gambaran iklannya. ….. Aneh bin ajaib kepercayaan diri dibangun dari suatu barang yang sebenarnya dari sisi akal itu tidak logis. Makan biskuat itu hanya menambah nutrisi dan itu perlu beberapa jam untuk bisa dicerna dan digunakan tubuh dalam metabolisme. Anehnya tiba-tiba si anak memiliki energi yang kuat untuk bisa melakukannya. Jelas ini suatu pendidikan yang buruk bagi si anak, yaitu mengajarkan suatu mitos makanan hebat seperti popeye. Suatu mitos yang hanya akal-akalan alias bohong-bohongan pada diri si anak. Apakah kita senang mengajarkan kebohongan pada anak-anak kita? Dan ini dilakukan secara besar-besaran oleh sebuah perusahaan dengan iklannya.

Ada kasus pada perang dunia ke-1. Pada saat itu berkembang rumor para pilot Inggris selalu mengkonsumsi vitamin A sehingga mampu mengalahkan pilot Jerman di pertempuran udara. Pilot Jerman kesulitan untuk bisa mengalahkan pilot Inggris dalam pertempuran malam. Mereka medengar rahasia ini, yaitu pilot Inggris meminum Vitamin A untuk bisa melihat malam. Segera mereka mengkonsumsi Vitamin A, tapi …. tetap saja mereka kalah dalam pertempuran udara malam. Lambat laun mereka baru mengetahui adanya teknologi radar untuk pertempuran udara.

Nah … kembali lagi label popeye dengan mitos bayamnya. Akankah mitos ini kita terus paksakan pada masyarakat kita … demi agar anak-anak kita rajiin makan? Bila TIDAK, maka penanyangan film popeye dan iklan yang membohongi itu harus dihentikan sejak sekarang. Anda sebagai orang tua atau saudara di keluarga, ketika melihat penanyangan film ini berikanlah pemahaman bahwa untuk menyelesaikan masalah bukan sekedar dengan makan makanan hebat, tapi dengan keinginan kuat dari diri utuk menyelesaikan masalah itu dan belajarlah untuk menghadapinya dengan kesabaran, ketekunan dan doa.

Label Iklan Shampoo di TV


Shampoo merupakan salah satu produk kesehatan rambut. Kita bisa membedakan antara orang yang ramputnya terawat dengan yang tidak terawat. Dan segera kita menebak … kalo nggak terawat, maka pasti nggak di shampoo. Karena kita sudah punya persepsi bahwa rambut yang ditampilkan di iklan adalah rambut yang bagus … keren dan sehat. Tapi apakah memang betul rambut yang di iklan itu bagus dan apa dampaknya bagi para pemilik rambut ? (red: Sebagian besar manusia punya rambut di kepalanya)

Bagi yang kepalanya botak, sepertinya tidak perlu shampoo. Tapi bagi yang memiliki rambut, mencucinya dengan shampo, seperti sudah masuk dalam area wajib. Kenapa tidak? Dalam iklan itu, kita didik untuk memiliki rambut yang sehat. Bila rambut kita tak terurus, maka orang-orang akan menjauh dari anda, karena rambut anda yang kusut.

Tapi … yang namanya iklan ada sisi lain yang perlu kita catat. Bahwa iklan ada kalanya membesar-besarkan sesuatu yang sebenarnya itu “Not a big deal”. Bukan sesuatu yang besar, tapi menjadi besar karena pengaruh iklan yang frekuensinya tinggi dengan kualitas penanaman persepsi yang baik.

Contohnya begini, salah satu iklan menggambarkan rambut sehat dan indah dengan rambut yang HITAM, PANJANG, TEBAL, LURUS dan KUAT (tidak mudah tercabut). Nah lho … perhatikan persepsi yang ditanamkan. Disitu ada kejahatan terselubung yang secara tidak langsung mendiskreditkan orang yang memiliki rambut keriting, kribo, tipis dan berwarna lain.

Coba bayangkan … ketika melihat iklan itu, bagaimana perasaan orang yang rambutnya tidak seperti itu. Yang secara genetik sudah dari sononya dah gitu. Mo apa lagi ….bentuknya keriting kok, tega-teganya suami minta rambutku diubah jadi lurus.. Atau bagaimana rasanya ketika orang itu bertemu dengan orang lain yang rambutnya seperti iklan itu, minder kali yee… .ih … rasa mindernya muncul dari mana ya? Ya dari pendidikan iklan shampoo itu.

Jangan aneh … para korban iklan itu berlomba-lomba mengunjungi butik kecantikan untuk mengubah model rambutnya agar mirip dengan model iklan shampoo itu. Suatu bentuk pengeluaran biaya hanya untuk menutupi rasa rendah dirinya.

Selain itu … iklan shampoo ini jelas tidak sesuai dengan kaum wanita Papua di wilayah timur Indonesia, yang rambutnya tidak seperti yang diiklankan dan sulit untuk bisa diubah seperti iklan. Yang parahnya lagi kalau laki-laki Papua ternyata lebih menyukai wanita yang rambutnya seperti yang diiklankan. Wah berabe nih … bisa-bisa wanita Papua bakal nggak laku. Dan ini tentu akan berakibat pada keturunan asli generasi suku di Papua. Sebuah dampak bagi diskriminasi genetik domestik tingkat tinggi.