L A B E L

Labeling, Labelling, Labeler, Iklan, BO - Bimbingan Orang Tua -, D - Dewasa -, SU - Semua Umur -, Film, Movie, Kartun, dan Pendidikan. Blog ini untuk membantu kita melihat sisi lain dari persepsi yang diinginkan dari marketer dunia. Jangan mau jadi korban iklan dan acara tv.

Perempuan Lebih Suka Pria Berjenggot


By: Amelia Ayu Kinanti - detikhot
Jakarta

Bagi para laki-laki yang tak suka berjenggot, lebih baik Anda mulai pertimbangkan lagi. Menurut penelitian, ternyata perempuan lebih suka pria berjenggot lho.
Sebuah penelitian dilakukan terhadap perempuan berumur 18-44 tahun. Mereka semua diperlihatkan15 gambar pria yang memiliki jenggot dengan beberap tingkatan. Ada yang dagunya mulus tanpa bulu, sedikit jenggot hingga yang jenggotnya lebat. Perempuan-perempuan tadi kemudian harus memilih, pria-pria mana yang menurut mereka dewasa, romantis, agresif dan serius dalam berhubungan cinta.
Dikutip detikhot dari Telegraph.co.uk, Kamis (3/7/2008) hasil penelitian itu cukup mengejutkan. Mayoritas perempuan-perempuan tadi selalu memilih pria-pria yang berjenggot ketika menjawab pertanyaan yang diajukan.
Perempuan-perempuan itu juga menganggap pria-pria yang tidak bercukur memiliki daya tarik tersendiri. Mereka juga lebih memilih pria-pria berjenggot sebagai pasangan hidup mereka.
Tertarik memelihara jenggot?(kee/eny)

http://www.detikhot.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/07/tgl/03/time/162149/idnews/966596/idkanal/227

Nolak Satu M


By Akmal:

assalaamu’alaikum wr. wb.

Saat memberikan kuliah hari Sabtu yang lalu (05/07), Ust. Didin Hafidhuddin membagi kisah yang didapatnya dari perbincangan dengan Gubernur Jabar yang baru saja terpilih, yaitu ust. Ahmad Heryawan. Menurut cerita Sang Gubernur, tidak lama setelah beliau dilantik, datanglah seorang pengusaha besar kepada beliau yang hendak ‘menyetor’ uang. Jumlahnya tidak main-main ; tidak kurang dari 1 miliar rupiah!

Bagi mereka yang mengenal ust. Ahmad Heryawan secara pribadi pasti tahu bahwa beliau adalah pribadi yang sangat bersahaja. Kehidupannya selama ini selalu sederhana, baik sebelum menjadi anggota dewan maupun sesudah. Menolak 1 miliar rupiah bukan perkara yang gampang. Bayangkan betapa banyak permasalahan finansial yang bisa diselesaikan dengan uang sebanyak itu ; mulai dari sekolah anak sampai kuliahnya, biaya hidup, biaya renovasi rumah (kalau perlu), beli mobil (kalau mau), dan sebagainya.

Akan tetapi uang itu ditolak dengan lembut. Kata Sang Ustadz (merangkap Gubernur), kalau mau menyumbang, nanti ia akan mengirimi daftar sekolah yang butuh bantuan, rumah sakit yang kurang dana, dan semacamnya. Tidak perlu lagi setor-setor ke Gubernur, karena masing-masing sudah mendapat gaji yang cukup layak.

Ust. Didin menambahkan bahwa kalau ustadz yang jadi pejabat memang harus beda dari yang lain. Tidak lupa beliau juga memberi saran agar lain kali menerima tamu yang semacam itu harus ditemani minimal dengan seorang sahabat yang terpercaya. Selain supaya ada saksi (supaya nama baik tidak tercemar di mata KPK), juga untuk menguatkan hati agar tidak pernah tergoda untuk melakukan maksiat.

Saya pun berbisik pada Mas Satriyo, “Dalam satu malam saja bisa bikin pahala semiliar! Ngiri nggak tuh?”

Bicara memang gampang. Tapi sebenarnya posisi Sang Ustadz tidak seenak itu ketika melihat uang semiliar di hadapannya. Sebab selain berpotensi mendulang pahala semiliar rupiah, beliau pun bisa mendapat dosa semiliar rupiah. Semua tergantung pada imunitasnya sendiri terhadap godaan hawa nafsu. Mau melawan atau tunduk? Mau yang enak tapi haram, atau yang jauh lebih enak tapi halal?

Kontras sekali dengan posisi Al Amin Nur Nasution yang – saya yakin – kini sedang menghadapi masa-masa terberatnya. Sudah jatuh tertimpa tangga, itu masih lumayan. Sekarang ini ia sudah jatuh, tertimpa tangga, lalu digebuki massa pula. Belum selesai kasus suapnya, kini mengemuka beberapa tuduhan baru setelah rekaman pembicaraannya disiarkan ke seluruh penjuru Indonesia. Belum lagi urusan rumah tangganya yang carut-marut.

Kita tidak perlu mendahului pengadilan. Al Amin belum dinyatakan bersalah oleh Hakim. Yang jelas, sebelum palu diketuk pun, masyarakat sudah menghakiminya duluan. Ini adalah siksaan yang sangat berat, dan saya tidak mau membayangkan bagaimana rasanya berada dalam posisi Al Amin kini.

Kasus Al Amin – terutama rekaman suara yang diperdengarkan kemarin – telah mengajarkan kepada kita betapa orang-orang yang suaranya terekam di situ telah kehilangan sensitifitas hati nuraninya. Mereka merasa jauh dari pengawasan Allah SWT, dan jelas telah jauh pula dari predikat ‘ihsan’. Betapa ngeri membayangkan uang ratusan juta bisa dikorup hanya melalui pembicaraan singkat di telepon saja. Seratus-dua ratus juta rupiah yang seharusnya menjadi rejeki rakyat bisa bergerak ke mana saja tergantung negosiasi orang-orang tertentu. Dalam sekejap, uang ratusan juta bisa berpindah rekening. Yang mengirimnya mendapatkan ratusan juta dosa, yang menerimanya mendapatkan ratusan juta dosa, dan yang mengetahui dan mendiamkannya pun mendapatkan ratusan juta dosa. Betapa dinamisnya transaksi pengiriman dosa di dunia para pejabat!

Ratusan juta rupiah uang haram bukan satu-satunya aspek mengerikan yang dibahas via telepon itu. Masih ada pula transaksi perempuan panggilan yang tidak ubahnya sebuah mouse pad dalam transaksi pembelian komputer ; cuma bonus! Tidak ada harganya, murahan, dan diberikan cuma-cuma sebagai ‘pengikat hubungan baik’. Cis! Celaka transaksinya, celaka yang bertransaksi, dan celaka perempuan yang mau dihargai sebagai bonus murahan. Untuk yang satu ini, saya tidak bisa menemukan ‘konversi’ yang tepat untuk mengkalkulasi dosanya. Cukuplah ucapan : na’uudzubillaahi min dzzaalik!

Semakin tinggi posisi kita berada, memang semakin di ujung tanduk. Jalan menuju surga dan neraka cuma sejarak uluran tangan. Jika tawaran berlumur maksiat itu disambut, maka barangkali nerakalah tempat kita tinggal kelak. Namun jika berhasil menguatkan diri untuk menolaknya, maka surga penuh dengan kenikmatan yang tak pernah mata melihatnya, tak pernah telinga mendengarnya, dan tak pernah akal membayangkannya. Pilihannya sederhana, namun tidak selalu mudah. Dalam dunia pejabat, pilihannya malah tak pernah mudah.

wassalaamu’alaikum wr. wb.

http://akmal.multiply.com/journal/item/682/Sejarak_Uluran_Tangan

Hari Tanpa Televisi 2008


Ajakan Koalisi Nasional HTT 2008: Ikuti "HARI TANPA TV 2008" (MINGGU 20 JULI 2008)

"Sebagian besar anak-anak Indonesia menonton TV sekitar 1.600 jam setahun, padahal hanya 740 jam mereka belajar di bangku sekolah."

TV memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat dewasa ini. TV dapat menjadi sumber informasi dan edukasi yang sangat handal. Namun TV juga dapat menjadi sumber hiburan yang tiada henti. Aktivitas menonton telah TV memangkas waktu interaksi dalam keluarga, menimbulkan dampak negatif berupa peniruan dan penanaman nilai pada anak-anak dan remaja, berkontribusi pada gaya hidup yang tidak sehat, konsumtif, dsb. Fungsi siaran TV sebagai hiburan jauh lebih menonjol dibanding dengan fungsi yang seharusnya bisa diperankan berupa informasi dan edukasi. Keluarga yang mengalokasikan waktu yang lebih sedikit untuk menonton TV, akan mempunyai lebih banyak waktu untuk aktivitas-aktivitas yang lebih posistif, interaktif dan mempererat hubungan kekeluargaan. Penelitian Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA) tahun 2006 menunjukkan bahwa jumlah jam menonton TV pada anak-anak usia sekolah dasar berkisar antara 30-35 jam seminggu, ditambah dengan sekitar 10 jam untuk bermain video game. Ini adalah jumlah waktu yang terlalu besar untuk hiburan yang kurang sehat bagi anak dan remaja. Dalam setahun, jumlah jam menonton TV ini mencapai lebih dari 1.600 jam. Bandingkan dengan jumlah jam belajar di sekolah dasar negeri selama setahun yang hanya sekitar 740 jam untuk kelas rendah. Secara umum dapat dikatakan bahwa ketergantungan anak pada tayangan TV sudah sangat tinggi dan mencapai titik yang mengkhawatirkan. Ada beberapa fakta yang dapat menggambarkan betapa mengkhawatirkannya ketergantungan itu: Pertama, belum terbentuk pola kebiasaan menonton TV yang sehat. TV masih menjadi hiburan utama keluarga yang dikonsumsi setiap hari dalam waktu yang panjang tanpa seleksi yang ketat terhadap pilihan acara yang mereka tonton. Kedua, kebanyakan isi acara TV kita tidak aman dan tidak sehat untuk anak.
Banyak acara TV dengan kandungan materi untuk orang dewasa yang ditayangkan pada jam-jam anak biasa menonton dan kemudian disukai dan ditiru oleh anak-anak. Contoh yang ekstrim, peniruan adegan laga dalam tayangan TV oleh anak telah menimbulkan beberapa korban jiwa.
Ketiga, lemahnya peraturan bidang penyiaran dan penegakannya. Sejak indutri televisi berkembang pesat, permasalahan yang terkait dengan isi tayangan makin membesar. Hingga kini masalah tersebut belum dapat diatasi dengan efektif.
Oleh karena itu, Koalisi Nasional HARI TANPA TV 2008 menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk mematikan pesawat televisi selama sehari penuh pada hari MINGGU 20 JULI 2008. Dengan mematikan TV selama sehari penuh dan mengajak anak-anak untuk memiliki kegiatan lain selain menonon TV, dapat menjadi langkah awal kita untuk mengurangi ketergantungan anak pada televisi. Dengan bersedia mematikan TV seharian, maka hal itu menjadi bukti bahwa kita sadar mengenai perlunya pengaturan dalam menonton TV bagi anak-anak kita. Selain itu, perlu dilakukan upaya bersama seluruh komponen masyarakat untuk mendesak dan mempengaruhi industri penyiaran agar lebih memperhatikan isi tayangan dan pola penyiaran yang memperhatikan perlindungan terhadap anak. Tekanan yang paling efektif bagi industri televisi adalah apabila masyarakat secara bersama-sama tidak menonton TV sama sekali, atau secara selektif tidak menonton acara tertentu dalam waktu yang panjang.
Dukungan masyarakat akan disampaikan kepada industri penyiaran, Komisi Penyiaran Indonesia, Departemen Komunikasi dan Informatika, Komisi I DPR-RI, dan berbagai pihak terkait.

Sampaikan dukungan anda melalui e-mail ke haritanpatv@ kidia.org; SMS ke nomor 0812-1002.4009; dan fax: 021-8690.5680; websitehttp://www.kidia. org
Jakarta, 11 Juli 2008

Guntarto,

Ketua SC Koalisi Nasional HTT 2008

Labeler Evolusi

PENIPUAN EVOLUSI
PENIPUAN EVOLUSI
CLICK HERE TO ORDER


Perkembangan terkini dalam bidang sains sangat jelas membuktikan kesalahan Teori Evolusi. Sebab utama fahaman Darwinisme masih disebarkan kepada umat manusia melalui kempen propaganda sejagat yang dijalankan adalah tersembunyi di sebalik aspek ideologi teori ini.
Buku ini akan menjelaskan keruntuhan saintifik mengenai teori evolusi sebagai satu kebenaran untuk manusia. Buku ini menjelaskan penipuan dan penyelewengan yang diusahakan oleh para evolusionis untuk 'membuktikan' teori ini. Setiap orang yang ingin mengetahui lebih mendalam hakikat asal-usul semua makhluk kehidupan, termasuk manusia adalah dianjurkan untuk membaca buku ini

BAHAGIAN 1: PENYANGGAHAN DARWINISM

Pengenalan:

Mengapa Teori Evolusi?

Sebahagian masyarakat yang pernah mendengar tentang "Teori Evolusi" atau "Darwinisme", mungkin menyangka ia hanyalah sebuah konsep biologi saja dan tidak mempunyai apa-apa kepentingan di dalam kehidupan mereka. Suatu kesalahan yang besar, karena ia tidak hanya berkisar dengan kepentingan biologi saja, malah teori evolusi adalah suatu penyelewengan falsafah yang telah mempengaruhi banyak orang.

Falsafah ini adalah "materialisme", yang mengandungi kepalsuan tentang bagaimana kita datang (asal kejadian). Matlamat utama materialisme tiada yang lain melainkan kebendaan dan kebendaan itu adalah intipati segalanya. Bermula dari persoalan pokok inilah ia telah menolak kewujudan seorang Al-Khaled (Pencipta), yaitu Allah. Meletakkan segalanya pada status benda, anggapan ini menjadikan manusia satu makhluk yang hanya mengambil berat tentang kebendaan dan mengetepikan segala jenis nilai-nilai moral. Ini adalah permulaan sebuah tragedi yang akan menimpa kehidupan manusia.

Bahaya materialisme tidak hanya terhadap kepada individu sahaja, tetapi ia juga akan menghancurkan nilai-nilai asas yang dipegang oleh sebuah negara dan masyarakat, seterusnya membentuk sebuah masyarakat yang tidak berjiwa dan hilang sentivitinya, sehingga yang menjadi perhatian utama mereka ialah kebendaan. Memandangkan anggota sesebuah masyarakat itu boleh menerima fahaman-fahaman yang idea seperti semangat pejuangan, kecintaan kepada seseorang, keadilan, kemuliaan, kejujuran, pengorbanan, amanah, atau moral- moral yang baik, susunan masyarakat yang diasaskan oleh individu-individu ini telah ditakdirkan untuk dimusnahkan dalam masa yang singkat. Dengan sebab itu, materialisme merupakan satu daripada beberapa bahaya terhadap nilai-nilai asas politik dan masyarakat sebuah bangsa.
Satu lagi keburukan materialisme ialah anjurannya terhadap keganasan dan perbalahan yang menyerang sesebuah negara dan masyarakatnya. Komunisme, pegangan asas ideologi ini, adalah hasil daripada falsafah materialis. Ia berusaha untuk membasmi fahaman-fahaman suci agama sesuatu negara dan keluarga, ia mengandungi dasar ideologi bahawa setiap bentuk perbuatan-perbuatan yang terpisah secara langsung menentang struktur negeriyang bersatu.

Teori evolusi mengandungi asas saintifik materialisme yang menjadi sandaran fahaman komunis. Dengan merujuk kepada teori evolusi ini, komunis mencari kebenaran dirinya sendiri dan mendakwa bahawa ideologinya adalah yang paling tepat dan selamat. Sebab itulah, pengasas komunisme, Karl Marx, menulis untuk buku Darwin, bertajuk "The Origin of Species" yang membahaskan dasar teori evolusi, sebagai "… ini adalah buku yang mengandungi asas sejarah semulajadi untuk panduan kita". 1

Dengan sebab itu, setiap fahaman materialis, yang menjadikan idea-idea Marx sebagai rujukan, sesungguhnya telah musnah kerana teori evolusi telah dipatahkan hujahnya melalui kajian sains moden. Sains telah membuktikan kesilapan teori ini dan akan berterusan membuktikan kesilapan andaian materialis yang beranggapan bahawa kewujudan itu tidak lain melainkan suatu benda (jisim), dan membayangkan bahawa setiap kejadian itu terhasil daripada satu kejadian yang lebih awal daripadanya (berperingkat-peringkat).

Tujuan utama buku ini ialah untuk mendedahkan fakta-fakta saintifik yang menyanggah teori evolusi di dalam segenap lapangan dan memaklumkan kepada masyarakat tentang kepalsuan, penipuan dan tujuan sebenar "sains" (evolusi) ini, yang sememangnya telah jelas sebagai suatu fakta yang sesat.

Perlu ditegaskan di sini, bahawa para ahli evolusi tidak mempunyai jawapan terhadap buku yang sedang kamu baca ini. Dan mereka sendiri tidak akan sama sekali cuba untuk menjawabnya kerana ia hanya akan memudahkan masyarakat mengenal pasti kepalsuan teori mereka ini.

Istirahat sambil Belajar


Ada dua lelaki yangg sedang membelah kayu sepanjang hari. Yang satu bekerja terus, tanpa berhenti untuk beristirahat. Pada akhir dari hari kerjanya, ia memperoleh setumpuk kayu bakar yang lumayan banyaknya. Yang satu lagi membelah kayunya tiap kali selama 50 menit dan kemudian istirahat selama 10 menit. Pada akhir hari kerjanya ia memperoleh kayu yg lebih banyak.

Bagaimana mungkin kayu yang kau belah menjadi lebih banyak? Tanya orang yang bekerja tanpa henti itu. Temannya menjawab, “Ketika saya berhenti istirahat, saya juga mengasah kampak saya.”