<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6298607674717903843</id><updated>2011-07-07T17:55:05.822-07:00</updated><category term='Amerika'/><category term='Nusantara'/><category term='Muslim'/><category term='Rahasia'/><category term='Indonesia'/><category term='Pernikahan'/><category term='Sedekah'/><category term='keyword'/><category term='Korupsi'/><category term='Belajar'/><category term='Evolusi'/><category term='Seni'/><category term='Pemerkosaan'/><category term='Keluarga'/><category term='Televisi'/><category term='Labelisasi'/><category term='Kartun'/><category term='Tokoh'/><category term='Penipuan'/><category term='Perempuan'/><category term='Kapitalisme'/><category term='Komunikasi'/><category term='Sepak Bola'/><category term='Sekolah'/><title type='text'>L A B E L  &lt; Labeler&gt;</title><subtitle type='html'>Labeling, Labelling, Labeler, Iklan, BO - Bimbingan Orang Tua -, D - Dewasa -, SU - Semua Umur -, Film, Movie, Kartun, dan Pendidikan.
Blog ini untuk membantu kita melihat sisi lain dari persepsi yang diinginkan dari marketer dunia. Jangan mau jadi korban iklan dan acara tv.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://labelisasi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://labelisasi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ruswandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00784588983299374135</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>36</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6298607674717903843.post-4437958332220296873</id><published>2010-09-20T03:26:00.000-07:00</published><updated>2010-09-20T03:28:20.179-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muslim'/><title type='text'>TIPS Menghilangkan Malas</title><content type='html'>&lt;p&gt;Disusun ulang oleh: Ummu Aufa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Tugas kuliah masih menumpuk di meja, Menghafalkan surat, yah…… hanya dapat ayat pertama saja sudah bosen, mau membaca tetapi mengantuk akhirnya buku-buku kajian beralih fungsi menjadi bantal, kasur empuk selalu menyapaku di malam hari, hmm… apa yang bisa diperbuat agar malas jauh dari diriku?! Akankah hidup yang bagaikan musafir ini disia-siakan begitu saja? Tidak… tidak boleh hal itu terjadi padaku, aku harus bisa memusuhi 5 huruf itu yaitu MALAS.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-22"&gt;&lt;/span&gt; Malas bisa kita hindari ketika ia datang menyerang kemauan dan semangat kita, di bawah ini ada beberapa tips antara lain:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Membasuh muka atau mandi ketika kantuk menyerang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengubah posisi duduk ketika membaca. Misalnya dari duduk berubah menjadi berdiri, namun disarankan jangan dari duduk terus berbaring bisa berbahaya atau bisa kebablasan tidur.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berpindah dari ruang baca ke kamar yang lain. Kalau sebagai anak kos bisa disiasati, berpindah dari kamar kita ke beranda kos, ruang tamu atau bahkan bisa juga ke dapur.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menghirup udara yang segar dengan cara berdiri di dekat jendela atau membuka jendela-jendela kamar lain untuk menambah kesegaran. Sebagai anak kos bisa disiasati dengan menciptakan aroma terapi, misalnya dengan menyemprot ruangan dengan wangi-wangian dan jika ada kipas angin, bisa menyetel kipas untuk menyebarkan wangi-wangian tersebut ke segala ruang. Karena mungkin tidak semua anak kos mempunyai jendela kamar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berjalan-jalan sebentar di sekeliling rumah. Bisa diganti dengan kegiatan yang lain misalnya merapikan rak yang berantakan, atau kegiatan yang lain yang bisa menggerakkan otot-otot kita.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berbincang-bincang sebentar dengan keluarga atau teman sekos namun mengenai hal mubah bukan keharoman. Hati-hati jangan sampai lupa tujuan utama dalam berbincang-bincang yaitu untuk menumbuhkan semangat, bukan untuk ngobrol bahkan meng-&lt;em&gt;ghibah&lt;/em&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berdiri membuat secangkir kopi, teh, susu atau &lt;em&gt;juice&lt;/em&gt; untuk menghilangkan kebosanan dan menjernihkan akal.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengubah kegiatan ketaatan. Misal bosan menghafalkan surat berganti dengan membaca, jika membaca bosan bisa diganti dengan mendengarkan kajian lewat CD.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Itulah beberapa tips agar kita bisa terjauh dari penyakit malas. Akan tetapi yang paling utama jangan sampai kita lupa berdo’a agar Alloh senantiasa memberi kita semangat dan agar menjauhkan diri kita dari penyakit malas tersebut. &lt;em&gt;Wallohu A’lam bishowab.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semoga tips di atas dapat bermanfaat bagi penulis ataupun bagi pembaca. Selamat tinggal Malas…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Maraji’:&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;Kaifa Tatahammas&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;***&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Artikel www.muslimah.or.id&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber: http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/tips-menghilangkan-malas.html&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6298607674717903843-4437958332220296873?l=labelisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://labelisasi.blogspot.com/feeds/4437958332220296873/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6298607674717903843&amp;postID=4437958332220296873' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/4437958332220296873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/4437958332220296873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://labelisasi.blogspot.com/2010/09/tips-menghilangkan-malas.html' title='TIPS Menghilangkan Malas'/><author><name>Ruswandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00784588983299374135</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6298607674717903843.post-361181925679845010</id><published>2010-07-19T05:39:00.000-07:00</published><updated>2010-07-19T05:40:42.137-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perempuan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Puisi Taufik Ismail Untuk Ariel Peterpan dan Luna Maya</title><content type='html'>Pada acara seruan penghapusan pornografi “Deklarasi Menteng” di  kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jakarta, Jumat  25-Juni-2010, Taufik Ismail menggelontorkan bait2 puisi yang kiranya  patut  kita renungkan bersama. Berikut &lt;a title="Puisi Taufik Ismail  Untuk Ariel Peterpan dan Luna Maya" href="http://budihadmajaya.com/puisi-taufik-ismail-untuk-ariel-peterpan-dan-luna-maya.html"&gt;Puisi  Taufik Ismail Untuk Ariel Peterpan dan Luna Maya&lt;/a&gt;: &lt;p&gt; &lt;span id="more-392"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Segoe Script;"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;GERAKAN  SYAHWAT MERDEKA&lt;/strong&gt;         &lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;(Atau tentang rasa  malu yang redup tenggelam di tanah air kita)&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Reformasi sebagai gelombang raksasa  &lt;br /&gt;Membawa perubahan politik  dahsyat satu dasawarsa   &lt;br /&gt;Dan menumpang masuklah penghancur  nilai-nilai luhur bangsa,   &lt;br /&gt;Penumpang destruktif pelaksana   &lt;br /&gt;Dengan  ciri kerja gabungan utama:   &lt;br /&gt;Permisif: serba boleh   &lt;br /&gt;Adiktif:  serba kecanduan   &lt;br /&gt;Brutalistik: serba kekerasan   &lt;br /&gt;Transgresif:  serba melanggar aturan   &lt;br /&gt;Hedonistik: serba mau enak, foya-foya   &lt;br /&gt;Materialistik:  serba benda, diukur    &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan mereka bekerja dengan leluasa, karena tidak ada rasa malu lagi  dalam panca indera   &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color:#800080;"&gt;Dengan mengusung nilai permisif, serba boleh  begitu-begini    &lt;br /&gt;Hak orang lain diambil, tanpa rasa malu lagi     &lt;br /&gt;Populernya  ini disebut korupsi     &lt;br /&gt;Dan menjadilah negeri ini menduduki papan  atas di dunia koruptif kini     &lt;br /&gt;Karena rasa malu terkikis nyaris  habis&lt;/span&gt;    &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nilai permisif yang serba boleh itu menyebabkan hak penggunaan  kelamin orang lain  &lt;br /&gt;Diambil dicuri tanpa rasa isi   &lt;br /&gt;Karena  rasa malu sudah sangat erosi    &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perilaku adiktif, serba kecanduan di negeri kita ini  &lt;br /&gt;Melingkupi  alkohol, nikotin, narkotika dan pornografi   &lt;br /&gt;Dilakukan orang  karena rasa malu yang makin kerdil mengecil    &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tingkah laku brutalistik, serba kekerasan  &lt;br /&gt;Menyebabkan wajah  Indonesia tak lagi ramah dan sopan    &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Vijaya;font-size:100%;color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Sedikit-sedikit  murka, kepalan teracung, kata-kata nista      &lt;br /&gt;Menggoyang pagar,  merusak kantor, membakar kendara       &lt;br /&gt;Bringas, ganas, sampai  membunuh sesama bangsa       &lt;br /&gt;Begitulah rasa malu sudah habis dan  sirna&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;    &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kelakuan transgresif, serba melanggar peraturan  &lt;br /&gt;Mengakunya  progresif, pelopor kemajuan   &lt;br /&gt;Tapi sejatinya transgresor,  melangkahi merusak tatanan   &lt;br /&gt;Mendobrak tabu kepada yang muda  diajarkan   &lt;br /&gt;Karena rasa malu sudah hancur berantakan    &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Vani;color:#0000ff;"&gt;Perilaku hedonistik, serba mau enak  dan foya-foya    &lt;br /&gt;Memperagakan kekayaan di lautan kemiskinan     &lt;br /&gt;Empati  jadi direduksi luar biasa     &lt;br /&gt;Karena rasa malu sudah raib ke  angkasa&lt;/span&gt;    &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kelakuan materialistik, serba benda  &lt;br /&gt;Segala aspek kehidupan  diukur dengan uang semata   &lt;br /&gt;Cengkeramannya makin terasa dalam  perilaku hidup kita   &lt;br /&gt;Karena rasa malu akan kita cari kemana    &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Inilah adegan kehancuran budaya bangsa kita  &lt;br /&gt;Salah satu sebab  utama, dari banyak faktor yang dapat dieja   &lt;br /&gt;Yang sepatutnya kita  sebut sambil menangis    &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di dalam praktik di masyarakat kita hari ini  &lt;br /&gt;Terutama  berlangsung sejak Reformasi   &lt;br /&gt;Tak ada sosok dan bentuk organisasi  resminya   &lt;br /&gt;Tapi jaringan kerjasamanya mendunia,   &lt;br /&gt;Kapital  raksasa mendanainya,   &lt;br /&gt;Ideologi gabungan melandasinya    &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan gagasan neo-liberalisme sebagai lokomotifnya  &lt;br /&gt;Dan banyak  media massa jadi pengeras suaranya   &lt;br /&gt;Dan tak ada rasa malu dalam  pelaksanaannya    &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Segoe Print;font-size:100%;color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Inilah  Gerakan Syahwat Merdeka&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;   &lt;br /&gt;Dan &lt;span style="font-family:Curlz MT;font-size:130%;color:#0000ff;"&gt;&lt;strong&gt;pornografi&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; salah satu  komponen pentingnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sumber: http://budihadmajaya.com/puisi-taufik-ismail-untuk-ariel-peterpan-dan-luna-maya.html&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6298607674717903843-361181925679845010?l=labelisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://labelisasi.blogspot.com/feeds/361181925679845010/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6298607674717903843&amp;postID=361181925679845010' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/361181925679845010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/361181925679845010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://labelisasi.blogspot.com/2010/07/puisi-taufik-ismail-untuk-ariel.html' title='Puisi Taufik Ismail Untuk Ariel Peterpan dan Luna Maya'/><author><name>Ruswandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16371990105014928362</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_51SNQTEuWC4/SFp51ipLOjI/AAAAAAAAAA4/k69X11uTauc/S220/gue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6298607674717903843.post-3809614229877998781</id><published>2010-07-19T05:32:00.001-07:00</published><updated>2010-07-19T05:37:25.570-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amerika'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia – Taufiq Ismail</title><content type='html'>&lt;p&gt;I&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika di Pekalongan, SMA kelas tiga&lt;br /&gt;Ke Wisconsin aku dapat  beasiswa&lt;br /&gt;Sembilan belas lima enam itulah tahunnya&lt;br /&gt;Aku gembira jadi  anak revolusi Indonesia&lt;br /&gt;Negeriku baru enam tahun terhormat diakui dunia&lt;br /&gt;Terasa hebat merebut merdeka dari Belanda&lt;br /&gt;Sahabatku sekelas, Thomas  Stone namanya,&lt;br /&gt;Whitefish Bay kampung asalnya&lt;br /&gt;Kagum dia pada revolusi  Indonesia&lt;br /&gt;Dia mengarang tentang pertempuran Surabaya&lt;br /&gt;Jelas Bung Tomo  sebagai tokoh utama&lt;br /&gt;Dan kecil-kecilan aku nara-sumbernya&lt;br /&gt;Dadaku busung  jadi anak Indonesia&lt;br /&gt;Tom Stone akhirnya masuk West Point Academy&lt;br /&gt;Dan  mendapat Ph.D. dari Rice University&lt;br /&gt;Dia sudah pensiun perwira tinggi dari  U.S. Army&lt;br /&gt;Dulu dadaku tegap bila aku berdiri&lt;br /&gt;Mengapa sering benar aku  merunduk kini&lt;/p&gt; &lt;p&gt;II&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Langit akhlak rubuh, di  atas negeriku berserak-serak&lt;br /&gt;Hukum tak tegak, doyong berderak-derak&lt;br /&gt;Berjalan aku di Roxas Boulevard, Geylang Road, ebuh Tun Razak,&lt;br /&gt;Berjalan  aku di Sixth Avenue, Maydan Tahrir dan Ginza&lt;br /&gt;Berjalan aku di Dam, Champs  Élysées dan Mesopotamia&lt;br /&gt;Di sela khalayak aku berlindung di belakang hitam  kacamata&lt;br /&gt;Dan kubenamkan topi baret di kepala&lt;br /&gt;Malu aku jadi orang  Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;III&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di negeriku, selingkuh  birokrasi peringkatnya di dunia nomor satu,&lt;br /&gt;Di negeriku, sekongkol bisnis  dan birokrasi&lt;br /&gt;berterang-terang curang susah dicari tandingan,&lt;br /&gt;Di  negeriku anak lelaki anak perempuan, kemenakan, sepupu&lt;br /&gt;dan cucu dimanja  kuasa ayah, paman dan kakek&lt;br /&gt;secara hancur-hancuran seujung kuku tak perlu  malu,&lt;br /&gt;Di negeriku komisi pembelian alat-alat berat, alat-alat ringan,&lt;br /&gt;senjata, pesawat tempur, kapal selam, kedele, terigu dan&lt;br /&gt;peuyeum  dipotong birokrasi&lt;br /&gt;lebih separuh masuk kantung jas safari,&lt;br /&gt;Di  kedutaan besar anak presiden, anak menteri, anak jenderal,&lt;br /&gt;anak sekjen dan  anak dirjen dilayani seperti presiden,&lt;br /&gt;menteri, jenderal, sekjen dan  dirjen sejati,&lt;br /&gt;agar orangtua mereka bersenang hati,&lt;br /&gt;Di negeriku  penghitungan suara pemilihan umum&lt;br /&gt;sangat-sangat-sangat-sangat-sangat  jelas&lt;br /&gt;penipuan besar-besaran tanpa seujung rambut pun bersalah perasaan,&lt;br /&gt;Di negeriku khotbah, surat kabar, majalah, buku dan&lt;br /&gt;sandiwara yang  opininya bersilang tak habis&lt;br /&gt;dan tak utus dilarang-larang,&lt;br /&gt;Di  negeriku dibakar pasar pedagang jelata&lt;br /&gt;supaya berdiri pusat belanja modal  raksasa,&lt;br /&gt;Di negeriku Udin dan Marsinah jadi syahid dan syahidah,&lt;br /&gt;ciumlah harum aroma mereka punya jenazah,&lt;br /&gt;sekarang saja sementara  mereka kalah,&lt;br /&gt;kelak perencana dan pembunuh itu di dasar neraka&lt;br /&gt;oleh  satpam akhirat akan diinjak dan dilunyah lumat-lumat,&lt;br /&gt;Di negeriku keputusan  pengadilan secara agak rahasia&lt;br /&gt;dan tidak rahasia dapat ditawar dalam  bentuk jual-beli,&lt;br /&gt;kabarnya dengan sepotong SK&lt;br /&gt;suatu hari akan masuk  Bursa Efek Jakarta secara resmi,&lt;br /&gt;Di negeriku rasa aman tak ada karena dua  puluh pungutan,&lt;br /&gt;lima belas ini-itu tekanan dan sepuluh macam ancaman,&lt;br /&gt;Di negeriku telepon banyak disadap, mata-mata kelebihan kerja,&lt;br /&gt;fotokopi gosip dan fitnah bertebar disebar-sebar,&lt;br /&gt;Di negeriku sepakbola  sudah naik tingkat&lt;br /&gt;jadi pertunjukan teror penonton antarkota&lt;br /&gt;cuma  karena sebagian sangat kecil bangsa kita&lt;br /&gt;tak pernah bersedia menerima skor  pertandingan&lt;br /&gt;yang disetujui bersama,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di negeriku rupanya  sudah diputuskan&lt;br /&gt;kita tak terlibat Piala Dunia demi keamanan  antarbangsa,&lt;br /&gt;lagi pula Piala Dunia itu cuma urusan negara-negara kecil&lt;br /&gt;karena Cina, India, Rusia dan kita tak turut serta,&lt;br /&gt;sehingga cukuplah  Indonesia jadi penonton lewat satelit saja,&lt;br /&gt;Di negeriku ada pembunuhan,  penculikan&lt;br /&gt;dan penyiksaan rakyat terang-terangan di Aceh,&lt;br /&gt;Tanjung  Priuk, Lampung, Haur Koneng,&lt;br /&gt;Nipah, Santa Cruz dan Irian,&lt;br /&gt;ada pula  pembantahan terang-terangan&lt;br /&gt;yang merupakan dusta terang-terangan&lt;br /&gt;di  bawah cahaya surya terang-terangan,&lt;br /&gt;dan matahari tidak pernah dipanggil ke  pengadilan sebagai&lt;br /&gt;saksi terang-terangan,&lt;br /&gt;Di negeriku budi pekerti  mulia di dalam kitab masih ada,&lt;br /&gt;tapi dalam kehidupan sehari-hari bagai  jarum hilang&lt;br /&gt;menyelam di tumpukan jerami selepas menuai padi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;IV&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Langit akhlak rubuh, di atas negeriku berserak-serak&lt;br /&gt;Hukum tak tegak, doyong berderak-derak&lt;br /&gt;Berjalan aku di Roxas Boulevard,  Geylang Road, Lebuh Tun Razak,&lt;br /&gt;Berjalan aku di Sixth Avenue, Maydan Tahrir  dan Ginza&lt;br /&gt;Berjalan aku di Dam, Champs Élysées dan Mesopotamia&lt;br /&gt;Di sela  khalayak aku berlindung di belakang hitam kacamata&lt;br /&gt;Dan kubenamkan topi  baret di kepala&lt;br /&gt;Malu aku jadi orang Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1998&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sumber: http://poems.melodanta.com/malu-aku-jadi-orang-indonesia-taufiq-ismail.html&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6298607674717903843-3809614229877998781?l=labelisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://labelisasi.blogspot.com/feeds/3809614229877998781/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6298607674717903843&amp;postID=3809614229877998781' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/3809614229877998781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/3809614229877998781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://labelisasi.blogspot.com/2010/07/malu-aku-jadi-orang-indonesia-taufiq.html' title='Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia – Taufiq Ismail'/><author><name>Ruswandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16371990105014928362</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_51SNQTEuWC4/SFp51ipLOjI/AAAAAAAAAA4/k69X11uTauc/S220/gue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6298607674717903843.post-4193921535601543555</id><published>2009-10-11T06:42:00.000-07:00</published><updated>2009-10-11T06:43:57.536-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sedekah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Televisi'/><title type='text'>MINTA TOLONG!!! Sepenggal Episode dari Kepribadian Atas Nama Manusia</title><content type='html'>Pernah melihat &lt;i&gt;program reality&lt;/i&gt; show MINTA TOLONG di salah satu stasiun televisi? Bagi yang belum pernah melihat, dianjurkan untuk segera melihatnya dan ambil hikmahnya. Bagi yang sudah, apa yang anda rasakan ketika melihat itu semua? Dan apa yang akan anda katakan ketika anda &lt;i&gt;perceptual position&lt;/i&gt; menjadi mereka, baik menjadi sang pahlawan (penolong; red), sang penolak atau menjadi orang yang berkeliling ke sana ke mari berjam−jam hanya untuk mencari seorang manusia yang dengan ikhlas mau MENOLONG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tak harus membahas tentang uang jutaan yang diberikan kepada sang penolong sebagai &lt;i&gt;reward&lt;/i&gt; atas keikhlasannya, karena itu adalah &lt;i&gt;side effect&lt;/i&gt; dari apa yang dia lakukan, barang siapa menanam…dia menuai. Ya, pribahasa itu mungkin cocok untuk dibahas di sini. Selebihnya, dengan melihat acara itu, coba teliti dengan seksama dari berbagai karakter atau kepribadian atas nama manusia. Boleh jadi tanpa kita sadari, kita pun berlaku yang sama dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari awal sampai sekarang program itu ditayangkan, penulis tak sekalipun melihat kalau sang pahlawan itu berasal dari kalangan yang kita bisa menyebutnya sebagai orang yang mampu. Justru tindakan yang mereka lakukan adalah menghardik, mengusir, mencibir bahkan tidak menghiraukannya, mereka yang meminta tolong tidak dianggap ada ketika menyapanya. Cukup miris ketika melihat semua ini. Jangankan untuk menolong dengan memberikan kepingan−kepingan rupiah yang buat kalangan mampu mungkin tak ada harganya, senyum pun begitu sulit untuk bisa dihadirkan ketika berhadapan langsung dengan yang meminta tolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi jiwa mereka adalah jiwa yang memalukan, ketika tahu yang meminta tolong itu adalah tim dari MINTA TOLONG, dengan sigap mereka membanting stir termasuk membanting wajah mereka yang asalnya kucam menjadi &lt;i&gt;full smile&lt;/i&gt;, membujuk rayu dengan segala alasan kata−kata manis mencoba meyakinkan sang peminta bahwa dia ikhlas menolong, dengan tujuan dia bisa mendapatkan hadiah yang cukup menggiurkan bagi siapapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi tidak bagi sang pahlawan yang berasal dari kalangan bawah. Terlepas ada atau tidak &lt;i&gt;reward&lt;/i&gt; itu, tanpa pikir panjang dia memberikan apa yang dia punya, untuk bagaimana nasibnya nanti ketika hartanya dibagi dengan yang lain, terserahlah pikirnya, yang penting sang peminta tertolong saat itu juga. Terlalu rasanya kalau kita tidak merasa malu dengan apa yang mereka lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kita berfikir, bagaimana bisa seorang pengemis jalanan yang hanya memiliki satu bungkus nasi dengan lauk pauk ala kadarnya sanggup berbagi dengan sang peminta yang pada episode itu berperan sebagai orang yang kelaparan? Pernahkan kita bertindak yang sama, ketika seorang supir angkot yang belum mendapatkan uang untuk setoran sanggup untuk mengantarkan seorang nenek cacat ke rumahnya yang begitu jauh tanpa bayar ongkos sepeserpun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah hati kita tergerak, ketika seorang nenek tua pemulung yang ringkih sanggup memberikan hasil pencariannya memulung untuk dijual demi menolong orang yang memerlukan biaya berobat? Pernahkah kita menolong dengan lkhlas, ketika seorang lelaki paruh baya yang sedang mencari pekerjaan tapi sanggup untuk menggagalkan pencarian rizkinya hanya karena harus membonceng dan membayarkan seseorang untuk membeli beras ke tempat yang jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah…pernahkah…pernahkah…dan begitu banyak pertanyaan ini untuk kita, dan sanggupkah kita menjawabnya sebagai pencarian jawaban sekaligus penentuan kita termasuk di barisan manusia dengan kepribadian yang mana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya pada hati kita semua, karena hati kita yang bersih tak akan pernah sanggup untuk berbohong seperti kata−kata manis atau tindakan kita yang masih bisa dimanipulasi sedemikian rupa. Setidaknya, dengan semua ini, setelah kita mengetahui tentang siapa diri kita, kita harus berbenah besar−besaran untuk merubah orientasi hidup kita. Minimal, kita merasakan malu dengan keberadaan sang pahlawan dari kalangan yang sebenarnya pun memerlukan uluran tangan−tangan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantunan lagu HERO−nya Mariah Carey dan You Rise Me Up−nya Josh Groban adalah sepenggal pujian yang dilantunkan untuk mereka yang menjadi pahlawan−pahlawan kehidupan. Tapi mungkin, Allah punya &lt;i&gt;reward&lt;/i&gt; yang lebih baik lagi, yaitu Surga−Nya dan predikat manusia yang mengagumkan yang akan dibacakan kelak, di hadapan semua manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua cerita kehidupan, cerita pendek, bersambung atau panjang sekalipun, pasti ada hikmah yang terkandung di dalamnya, yang harus kita cari dan dijadikan cermin untuk langkah−langkah kecil kita selagi masih hidup. Jangan tunggu besok untuk menjadi Sang Pahlawan Kehidupan, berbagilah saat ini juga, selagi waktu kita tak berhenti tanpa kompromi. &lt;i&gt;Wallahu`alam bishshowab&lt;/i&gt;. (PKPU)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* &lt;b&gt;Gazza Sutardi&lt;/b&gt;, bekerja di PKPU Bandung&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.pkpu.or.id"&gt;http://www.pkpu.or.id&lt;/a&gt;/newsx.php?zx=3d7bae5d29&amp;amp;t=1&amp;amp;id=16&amp;amp;no=20&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6298607674717903843-4193921535601543555?l=labelisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://labelisasi.blogspot.com/feeds/4193921535601543555/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6298607674717903843&amp;postID=4193921535601543555' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/4193921535601543555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/4193921535601543555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://labelisasi.blogspot.com/2009/10/minta-tolong-sepenggal-episode-dari.html' title='MINTA TOLONG!!! Sepenggal Episode dari Kepribadian Atas Nama Manusia'/><author><name>Ruswandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00784588983299374135</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6298607674717903843.post-1455212699487737010</id><published>2009-10-08T19:31:00.000-07:00</published><updated>2009-10-08T19:36:31.430-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keyword'/><title type='text'>Download, Sex, dan Mp3, Keyword Terpopuler</title><content type='html'>&lt;div class="content"&gt;   &lt;p&gt;VIVAnews - Internet adalah jendela informasi dunia. Sebagian besar pengguna mengunjungi web adalah untuk mencari berbagai hal yang ia ingin ketahui. Akan tetapi, tahukah Anda apa kata atau keyword yang paling banyak digunakan ketika pengguna ingin mencari sesuatu di Internet?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Kata ‘download’ mencatat 45 juta inquiry per bulannya. Kata ‘sex’ tercatat sebanyak 13 juta inquiry per bulan, sementara ‘mp3’ sembilan juta inquiry, dan ‘video’ ujuh juta inquiry tiap bulannya,” kata Amin Azman, Managing Director GroupM Interaction di sela seminar Maximizing Your Product Campaign Through 3-Screen Strategy di Jakarta, 7 Oktober 2009.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Di kategori telekomunikasi, keyword ‘Nokia’ mendominasi dengan dua juta inquiry, disusul ‘3’ sekitar 1,5 juta inquiry, dan ‘BlackBerry’ kurang lebih satu juta juga per bulan,” ucap Amin.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Amin menyebutkan, jika sudah beriklan di televisi, ada baiknya jika dihubungkan dengan media lainnya. “Kalau bisa dikasih rendering page, hook, semacam hyperlink, yang memberi petunjuk bagi user untuk mengetahui lebih jauh informasi seputar produk Anda, bagaimana cara mereka mendapatkannya,” ucapnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sekarang ini, menurut Amin, yang paling efisien adalah melalui platform digital. Pasalnya, dari sana, impact yang akan diperoleh oleh pengiklan cukup besar. “Sekarang ini, semuanya perlu ada integrasi, jangan biarkan digital terisolir di Indonesia,” ucap Amin.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Saat ini, di Indonesia, tercatat 600 juta halaman situs dibuka setiap harinya. Sementara India mencatat jumlah yang terbesar di kawasan Asia Pasifik, yakni 626 juta. “Menurut data admob, tingginya trafik di Indonesia mampu melampaui China, Australia, Hong Kong, Filipina, dan negara-negara Asia Pasifik lainnya,” kata Amin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;http://id.news.yahoo.com/viva/20091007/ttc-download-sex-dan-mp3-keyword-terpopu-078ed6a.html&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6298607674717903843-1455212699487737010?l=labelisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://labelisasi.blogspot.com/feeds/1455212699487737010/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6298607674717903843&amp;postID=1455212699487737010' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/1455212699487737010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/1455212699487737010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://labelisasi.blogspot.com/2009/10/download-sex-dan-mp3-keyword-terpopuler.html' title='Download, Sex, dan Mp3, Keyword Terpopuler'/><author><name>Ruswandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00784588983299374135</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6298607674717903843.post-7178322312318432084</id><published>2009-07-26T00:24:00.000-07:00</published><updated>2009-07-26T00:48:25.451-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Televisi'/><title type='text'>Program Acara TV Turki : Jadikan Pemeluk Atheis Percaya Agama dan Tuhan</title><content type='html'>&lt;div  class="garis-bawah" style="font-family:arial;"&gt;     &lt;div class="caption-wrapper"  style="border: 0px none rgb(102, 102, 102); margin: 0px; padding: 0pt; overflow: hidden; width: 372px; height: 248px;font-size:0.1px;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;img src="http://www.eramuslim.com/fckfiles/image/nasional/turk.jpg" style="border: 0pt none ; margin: 0pt; display: block; padding-bottom: 1em;" class="captify" alt="" width="372" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Apa yang akan terjadi ketika anda menempatkan seorang Imam Muslim, seorang pendeta Nasrani, seorang Rabbi Yahudi dan pendeta Budha dalam sebuah ruangan dengan 10 orang Atheis?&lt;/span&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam sebuah salah satu acara reality show nya, stasiun TV Kanal T berharap mendapat sebuah jawaban dari keberhasilan program acara yang akan mereka siarkan. Ide program acara ini adalah, para pemain yang memiliki agama diharapkan bisa merubah pemahaman dari pemain yang lain yang atheis tidak percaya Tuhan dan agama menjadi orang yang percaya kepada Tuhan dan agama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hadiah yang akan didapat bagi pemain yang bisa merubah pemahaman para pemain yang atheis adalah berziarah ke tempat suci agama mereka masing-masing, Islam ke Makkah, kunjungan ke Vatikan bagi yang Nasrani, Yahudi ke Yerusalem serta ke Tibet bagi yang beramana Budha.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Namun otoritas keagamaan Islam dari negara sekuler Turki mempermasalahkan format dari game reality show ini, dan pejabat direktorat keagamaan Turki menolak untuk menyediakan seorang Imam untuk ditampilkan dalam acara reality show tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Melakukan program acara televisi seperti ini hanya untuk kepentingan naiknya rating merupakan tindakan yang tidak menghormati dan melecehkan agama. Agama seharusnya tidak menjadi subjek untuk program hiburan," kata dewan tertinggi urusan keagamaan Turki - Hamza Aktan kepada kantor berita Anatolian setelah rencana program acara televisi itu muncul.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pembuat acara game reality show "Penitents Compete" menolak tuduhan bahwa program acara yang mereka bikin dan akan tayang pada bulan September nanti akan merendahkan dan melecehkan agama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kami akan memberikan hadiah terbesar di dunia, yaitu hadiah mendapat hidayah untuk percaya kepada Tuham, kata pimpinan eksekutif stasiun TV Kanal T Seyhan Soylu kepada Reuters.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Kami sama sekali tidak menyetujui orang yang menjadi atheis," ujar soylu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Projek acara televisi ini memfokuskan perhatian pada masalah identitas keagamaan di negara Turki yang merupakan anggota Uni Eropa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dilaporkan telah 200 orang yang mendaftar untuk ikut dalam program acara game reality show ini dan 10 kontestan akan mulai dipilih pada bulan depan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sebuah tim theologi akan memastikan bahwa peserta adalah benar-benar atheis yang akan ikut dalam acara ini.(fq/aby)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sumber: http://www.eramuslim.com/berita/dunia/program-acara-tv-turki-jadikan-pemeluk-atheis-yakin-percaya-agama-dan-tuhan.htm&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6298607674717903843-7178322312318432084?l=labelisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://labelisasi.blogspot.com/feeds/7178322312318432084/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6298607674717903843&amp;postID=7178322312318432084' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/7178322312318432084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/7178322312318432084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://labelisasi.blogspot.com/2009/07/program-acara-tv-turki-jadikan-pemeluk.html' title='Program Acara TV Turki : Jadikan Pemeluk Atheis Percaya Agama dan Tuhan'/><author><name>Ruswandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00784588983299374135</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6298607674717903843.post-2618768601965180544</id><published>2009-07-26T00:15:00.000-07:00</published><updated>2009-07-26T00:48:52.630-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Televisi'/><title type='text'>Aman, Hati-hati dan Bahaya utk Program TV Anak</title><content type='html'>&lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Maraknya program televisi untuk anak yang justru tak&lt;br /&gt;layak ditonton anak-anak tentunya mengundang keprihatinan. Komisi&lt;br /&gt;Penyiaran Indonesia dan sejumlah penelitian menunjukkan, tak sedikit&lt;br /&gt;acara televisi khusus anak yang mengandung unsur kekerasan dan seksual&lt;br /&gt;sehingga tak pantas dikonsumsi anak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dari Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA), telah membuat daftar acara yang masuk dalam kategori &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Aman, Hati-hati, dan Bahaya&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; untuk anak. Ingin tahu?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;AMAN&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tayangan televisi yang Aman bagi anak bukan hanya tayangan yang&lt;br /&gt;menghibur, melainkan juga memberikan manfaat lebih. Manfaat tersebut,&lt;br /&gt;misalnya pendidikan, memberikan motivasi, mengembangkan sikap percaya&lt;br /&gt;diri anak, dan penanaman nilai-nilai positif dalam kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;AMAN&lt;/strong&gt;: Varia Anak (TVRI), Bocah Petualang, Laptop Si Unyil, Jalan&lt;br /&gt;Sesama, Cita-citaku, Si Bolang ke Kota, Buku Harian si Unyil (TRANS7),&lt;br /&gt;Surat Sahabat, Cerita Anak, Main Yuk! (TRANS TV), Dora The Explorer,&lt;br /&gt;Go! Diego Go!, Chalkzone, Backyardians (TV G), dan Masa Kalah Sama&lt;br /&gt;Anak-anak (TV One)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Jadwal Acara TV untuk anak yang masuk kategori AMAN:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;table  style="border: medium none ; margin-left: 1.45pt;font-family:arial;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="padding: 0in 1.45pt; width: 0.2in;" valign="top" width="19"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=""&gt;No&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 0in 1.45pt; width: 0.5in;" valign="top" width="48"&gt; &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=""&gt;Stasiun&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 0in 1.45pt; width: 1.2in;" valign="top" width="115"&gt; &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=""&gt;Judul Acara &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 0in 1.45pt; width: 0.4in;" valign="top" width="38"&gt; &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=""&gt;Senin&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 0in 1.45pt; width: 0.4in;" valign="top" width="38"&gt; &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=""&gt;Selasa&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 0in 1.45pt; width: 0.4in;" valign="top" width="38"&gt; &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=""&gt;Rabu&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 0in 1.45pt; width: 0.4in;" valign="top" width="38"&gt; &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=""&gt;Kamis&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 0in 1.45pt; width: 0.45in;" valign="top" width="43"&gt; &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=""&gt;Jumat&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 0in 2.9pt; width: 0.45in;" valign="top" width="43"&gt; &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=""&gt;Sabtu&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 0in 2.9pt; width: 0.5in;" valign="top" width="48"&gt; &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=""&gt;Minggu&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="padding: 0in 1.45pt; width: 0.2in;" valign="top" width="19"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;4&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;5&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;6&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;7&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;8&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;9&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;10&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;11&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;12&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;13&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;14&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;15&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 0in 1.45pt; width: 0.5in;" valign="top" width="48"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;RCTI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;AnTV&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Trans&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Trans&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Trans&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Trans7&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Trans7&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Trans7&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Trans7&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Trans7&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Trans7&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;TV G&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;TV G&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;TV G&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;TV G&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 0in 1.45pt; width: 1.2in;" valign="top" width="115"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;After School&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Renovasi Sekolah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Surat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Sahabat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Cerita Anak&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Main Yuk!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bocah Petualang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Laptop Si Unyil&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jalan Sesama&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Si Bolang Ke Kota&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Buku Harian si Unyil&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Cita-citaku&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dora The Explorer&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Go! Diego Go&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Chalkzone&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Backyardigans&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 0in 1.45pt; width: 0.4in;" valign="top" width="38"&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;14.30&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;12.30&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;13.00&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;13.30&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;04.30&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;05.00&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;06.30&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 0in 1.45pt; width: 0.4in;" valign="top" width="38"&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;14.30&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;12.30&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;13.00&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;13.30&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;04.30&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;05.00&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;06.30&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 0in 1.45pt; width: 0.4in;" valign="top" width="38"&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;14.30&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;12.30&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;13.00&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;13.30&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;04.30&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;05.00&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;06.30&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 0in 1.45pt; width: 0.4in;" valign="top" width="38"&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;14.30&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;12.30&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;13.00&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;13.30&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;0&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;4.30&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;05.00&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;06.30&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 0in 1.45pt; width: 0.45in;" valign="top" width="43"&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;14.30&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;12.30&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;13.00&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;13.30&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;04.30&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;05.00&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;06.30&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 0in 2.9pt; width: 0.45in;" valign="top" width="43"&gt; &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;15.30&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2.30&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;13.00&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;11.00&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;04.30&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;05.00&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;06.30&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;08.00&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 0in 2.9pt; width: 0.5in;" valign="top" width="48"&gt; &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;09.30&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;07.30&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;08.00&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;12.30&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;13.00&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;11.00&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;04.30&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;05.00&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;06.30&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;08.00&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;(Redaksi Kidia)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;HATI-HATI &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;ayangan yang masuk dalam kategori Hati-hati adalah&lt;br /&gt;tayangan anak yang dinilai relatif seimbang antara muatan positif dan&lt;br /&gt;negatif. ategori ini memberikan nilai&lt;br /&gt;hiburan serta pendidikan dan nilai positif, namun juga dinilai&lt;br /&gt;mengandung muatan negatif seperti kekerasan, mistis, seks, dan bahasa&lt;br /&gt;kasar yang tidak mencolok.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;HATI-HATI: Idola Cilik Seleb, Rapor Idola Cilik Seleb, Doraemon,&lt;br /&gt;Pentas Idola Cilik, Rapor Pentas Idola Cilik (RCTI), Casper,&lt;br /&gt;Harveytoon (TPI), Transformers (AN TV), Pokemon Series, Bakugan Battle&lt;br /&gt;Brawlers, Konser Eliminasi 6 AFI Junior (IVM), New Scooby Doo Movie&lt;br /&gt;(TRANS7), SpongeBob Squarepants, Avatar: The Legend of Aang, Carita De&lt;br /&gt;Angel (TVG)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  align="left" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Jadwal Acara TV untuk anak yang masuk kategori HATI-HATI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;table  style="border: medium none ; margin-left: 1.45pt;font-family:arial;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0in 1.45pt; width: 0.2in;" valign="top" width="19"&gt; &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=""&gt;No&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 0in 1.45pt; width: 0.5in;" valign="top" width="48"&gt; &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=""&gt;Stasiun&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 0in 1.45pt; width: 1.6in;" valign="top" width="154"&gt; &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=""&gt;Judul Acara&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 0in 1.45pt; width: 0.4in;" valign="top" width="38"&gt; &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=""&gt;Senin&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 0in 1.45pt; width: 0.4in;" valign="top" width="38"&gt; &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=""&gt;Selasa&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 0in 1.45pt; width: 0.4in;" valign="top" width="38"&gt; &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=""&gt;Rabu&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 0in 1.45pt; width: 0.4in;" valign="top" width="38"&gt; &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=""&gt;Kamis&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 0in 1.45pt; width: 34.55pt;" valign="top" width="46"&gt; &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=""&gt;Jumat&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 0in 1.45pt; width: 0.4in;" valign="top" width="38"&gt; &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=""&gt;Sabtu&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 0in 1.45pt; width: 34.55pt;" valign="top" width="46"&gt; &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=""&gt;Minggu&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="padding: 0in 1.45pt; width: 0.2in;" valign="top" width="19"&gt; &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;4&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;5&lt;br /&gt;6&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;7&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;8&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;9&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;10&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;11&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;12&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;13&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 0in 1.45pt; width: 0.5in;" valign="top" width="48"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;RCTI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;RCTI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;TPI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;AnTV&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Indosiar&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Indosiar&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Indosiar&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Trans7&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Trans7&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Trans7&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;TV G&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;TV G&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;TV G&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 0in 1.45pt; width: 1.6in;" valign="top" width="154"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Doraemon&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Idola Cilik Seleb &amp;amp; Rapor&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Harve&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;ytoons&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Transformer&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Pokemon Series 5&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Power Rangers SPD&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Power Rangers Mystic F&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Scooby Doo Where Are&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Shaggy &amp;amp; Scooby Doo&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;New Scooby Doo Movie&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;SpongeBob Squarepants&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;AvatarTheLegend ofAang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Skyland&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 0in 1.45pt; width: 0.4in;" valign="top" width="38"&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;16.30&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;08.30&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;12.30&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;05.30&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;15.00&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;05.30&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;07.00&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;14.00&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 0in 1.45pt; width: 0.4in;" valign="top" width="38"&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;16.30&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;08.30&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;12.30&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;15.00&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;05.30&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;07.00&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;14.00&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 0in 1.45pt; width: 0.4in;" valign="top" width="38"&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;16.30&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;08.30&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;12.30&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;15.00&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;05.30&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;07.00&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;14.00&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 0in 1.45pt; width: 0.4in;" valign="top" width="38"&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;16.30&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;08.30&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;12.30&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;15.00&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;05.30&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;07.00&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;14.00&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 0in 1.45pt; width: 34.55pt;" valign="top" width="46"&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;16.30&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;08.30&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;12.30&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;15.00&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;05.30&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;07.00&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;14.00&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 0in 1.45pt; width: 0.4in;" valign="top" width="38"&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;16.30&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;05.30&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;07.00&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;14.00&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;16.00&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 0in 1.45pt; width: 34.55pt;" valign="top" width="46"&gt; &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;08.00&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;13.00&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;05.30&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;15.00&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;07.30&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;09.00&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;11.00&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;05.30&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;05.30&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;07.00&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;14.00&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;16.00&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;(Redaksi Kidia)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;BERBAHAYA&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;tayangan yang masuk dalam kategori Bahaya merupakan tayangan yang&lt;br /&gt;mengandung lebih banyak muatan negatif, seperti kekerasan, mistis,&lt;br /&gt;seks, dan bahasa kasar. Kekerasan dan mistis dalam tayangan yang masuk&lt;br /&gt;dalam kategori ini dinilai cukup intens sehingga bukan lagi menjadi&lt;br /&gt;bentuk pengembangan cerita, tapi sudah menjadi inti cerita. Tayangan&lt;br /&gt;dalam kategori ini disarankan untuk tidak disaksikan anak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;BAHAYA:&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; Tom &amp;amp; Jerry, Crayon Sinchan (RCTI), Si Entong, Tom &amp;amp; Jerry, Si&lt;br /&gt;Entong 2 (TPI), Popeye Original, Oggy &amp;amp; The Cockroaches (AN TV),&lt;br /&gt;Detective Conan, Dragon Ball, Naruto 4 (INDOSIAR), Tom &amp;amp; Jerry&lt;br /&gt;(TRANS7), One Piece, Naruto (TVG).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sumber: http://sholihin.staff.uns.ac.id/2009/04/27/awas-acara-tv/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6298607674717903843-2618768601965180544?l=labelisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://labelisasi.blogspot.com/feeds/2618768601965180544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6298607674717903843&amp;postID=2618768601965180544' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/2618768601965180544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/2618768601965180544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://labelisasi.blogspot.com/2009/07/aman-hati-hati-dan-bahaya-utk-program.html' title='Aman, Hati-hati dan Bahaya utk Program TV Anak'/><author><name>Ruswandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00784588983299374135</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6298607674717903843.post-7681549034661738263</id><published>2009-05-04T00:31:00.000-07:00</published><updated>2009-07-26T00:28:04.017-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rahasia'/><title type='text'>Rahasia Tetap Awet Muda</title><content type='html'>&lt;p&gt;Banyak orang yang mengeluhkan keadaan kulit dan wajah mereka yang tampak lebih tua daripada umur sebenarnya. Untuk mengatasi masalah ini, ada 7 rahasia agar Anda tetap tampak awet muda: &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;1.Selalu merasa bahagia&lt;/strong&gt; &lt;/u&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Merasa bahagia adalah salah satu kunci utama agar tetap ter&lt;br /&gt;lihat awet muda. Dalam setiap kegiatan, usahakan agar apa yang Anda lakukan sesuai dengan apa yang Anda inginkan. Hindari stres, perasaan bersalah dan tertekan karena paksaan orang lain. Ingat, apa yang Anda rasakan akan tercermin pada wajah Anda. Jadi, orang yang sedang bahagia, wajahnya akan terlihat berseri-seri, santai dan lebih muda daripada usia sebenarnya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;2.Banyak bergerak&lt;/u&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berolahraga adalah cara agar awet muda. Lakukan joging, jalan cepat, bersepeda maupun berenang sekitar 30 menit setiap hari. Dengan olahraga, risiko terkena serangan jantung, osteoporosis, dan kanker pun akan mengecil. Olahraga teratur dapat menambah fleksibilitas otot, memperkuat tulang, serta mengurangi stres, karena sel-sel tubuh mendapat lebih banyak oksigen. Tidur Anda pun akan nyenyak. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;3.Konsumsi vitamin C&lt;/u&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Vitamin C bisa Anda peroleh dari buah-buahan segar (terutama jeruk), sayur-mayur berwarna hijau (brokoli dan lain-lain) atau suplemen vitamin C sebanyak 1000 mg perhari. Vitamin C terbukti bisa meningkatkan daya tahan tubuh, mengurangi risiko terkena kanker dan melindungi tubuh dari efek yang ditimbulkan oleh polusi. Di samping itu, perbanyak minum air putih. Meminum air putih 8 gelas per hari akan mengurangi stres, menjaga kesegaran kulit, serta memperlancar kerja organ tubuh. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;4.Gunakan pelindung UV &lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Matahari adalah salah satu faktor utama penyebab penuaan dini. Oleh karena itu, gunakan selalu lotion pelembab secara teratur setiap hari, khususnya bila akan bepergian, agar kulit tetap segar, lembab dan tidak terbakar sinar matahari, terutama sinar ultra violet (UV). &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;5.Istirahat cukup &lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Manusia butuh sekurang-kurangnya 8 jam setiap hari untuk tidur. Istirahat cukup bermanfaat untuk menghindari terbentuknya kantung mata, kulit keriput dan wajah kusam. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;6.Perhatikan penampilan&lt;/u&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penampilan dan tata rias wajah juga memegang peranan penting. Meski usia terus bertambah, tetap perhatikan jenis kosmetik yang Anda pakai. Gunakan &lt;em&gt;make-up&lt;/em&gt; tipis untuk kesan natural dengan tetap memperhatikan kondisi dan jenis kulit Anda. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;7.Optimis &lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Orang yang pesimis selalu tidak percaya diri, gampang putus asa, dan tak pernah memperhatikan penampilan, yang bisa berakibat depresi. Jadi, berusahalah menjadi orang yang optimis dalam segala hal, sebab ini akan membuat hidup Anda akan lebih sehat dan bahagia. (Tabloid Nova)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;http://www.dudung.net/artikel-bebas/7-rahasia-tetap-awet-muda.html&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6298607674717903843-7681549034661738263?l=labelisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://labelisasi.blogspot.com/feeds/7681549034661738263/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6298607674717903843&amp;postID=7681549034661738263' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/7681549034661738263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/7681549034661738263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://labelisasi.blogspot.com/2009/05/rahasia-tetap-awet-muda.html' title='Rahasia Tetap Awet Muda'/><author><name>Ruswandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16371990105014928362</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_51SNQTEuWC4/SFp51ipLOjI/AAAAAAAAAA4/k69X11uTauc/S220/gue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6298607674717903843.post-4750707338592960736</id><published>2008-10-26T05:49:00.000-07:00</published><updated>2009-07-26T00:49:38.170-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muslim'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amerika'/><title type='text'>Perjalanan Muslim Amerika Mengendalikan Pesawat</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;dakwatuna.com -&lt;/strong&gt; Washington, Pasca 11 September 2001, hubungan antara sebutan muslim dengan pesawat menjadi menakutkan banyak kalangan. Di tengah-tengah kecurigaan itu, sebuah film dokumenter hadir berusaha menggambarkan kiprah seorang warga negara Amerika beragama Islam untuk mendapatkan kesempatan belajar mengendalikan pesawat terbang. Dengan usaha ini ia meyakinkan pada publik bahwa tidak perlu yang ada dikhawatirkan dari keberadaan pilot muslim.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Film dokumenter baru ini berjudul, &lt;em&gt;“Dengan Sayap dan Shalat, Muslim Amerika Mengendalikan Pesawat”.&lt;/em&gt; Sebuah cerita gelora semangat seorang muslim Amerika bernama Mun’im Salam. Ia adalah putra Komandan Pesawat Bisnis, dalam proses belajar pesawat untuk mendapatkan ijin mengendalikan pesawat sebagai seorang pilot yang mahir. Namun rekan-rekannya berusaha menghalang-halangi kesempatan itu dengan memprofokasi dinas terkait, hanya karena ia seorang muslim ta’at, putra dari orang tua asli Pakistan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Iman Salam, istri Mun’im mengatakan: &lt;em&gt;“Film ini menunjukkan bahwa kami mampu hidup berdampingan di Amerika dengan menjalankan keyakinan agama kami secara bersamaan. Ini merupakan sesuatu yang sangat hebat di Amerika.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain menceritakan tentang perjalanan belajar mengendalikan pesawat, film ini juga memutar kehidupan Mun’im beserta keluarganya. Di antaranya adalah cerita istinya, bernama Iman, 28 tahun, ia putri dari orang tua berkebangsaan Palestina yang pindah ke Amerika Serikat untuk bekerja pada akhir tahun enam puluhan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Iman yang memakai hijab -busana muslimah menutup semua aurat wanita- mengatakan: &lt;em&gt;“Kami merasa cemas terhadap anak-anak kami yang mendapatkan permasalahan di tengah komunitasnya, sebagaimana yang ia hadapi di waktu masih kecil. Anak-anak sebayanya mengejeknya dengan kata-kata celaan, karena ia memakai hijab.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Surat kabar Amerika merilis pernyataan Iman: &lt;em&gt;“Saya ingin masyarakat melihat kehidupan kami. Saya lahir dan dibesarkan di Amerika, namun saya muslimah.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Film ini mampu tampil menyakinkan. Film berdurasi enam puluh menit ini mendapatkan banyak piala dan hadiah. Sebuah stasiun televisi yang berkiblat pada BBC Amerika menayangkan film ini di seluruh penjuru Amerika Serikat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pembuatan film ini dimulai awal tahun 2006, dan berakhir pada pertengahan tahun 2007. (it/ut)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;http://www.dakwatuna.com/2008/perjalanan-muslim-amerika-mengendalikan-pesawat/&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6298607674717903843-4750707338592960736?l=labelisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://labelisasi.blogspot.com/feeds/4750707338592960736/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6298607674717903843&amp;postID=4750707338592960736' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/4750707338592960736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/4750707338592960736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://labelisasi.blogspot.com/2008/10/perjalanan-muslim-amerika-mengendalikan.html' title='Perjalanan Muslim Amerika Mengendalikan Pesawat'/><author><name>Ruswandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16371990105014928362</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_51SNQTEuWC4/SFp51ipLOjI/AAAAAAAAAA4/k69X11uTauc/S220/gue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6298607674717903843.post-1492471772775478604</id><published>2008-10-26T05:40:00.000-07:00</published><updated>2009-07-26T00:28:44.833-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pernikahan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>Pernikahan sebagai Landasan Menuju Keluarga Sakinah</title><content type='html'>&lt;span class="postedby"&gt;Oleh: &lt;a href="http://www.dakwatuna.com/author/yoyoh" title="Profile of Hj. Yoyoh Yusroh, SPdi."&gt;Hj. Yoyoh Yusroh, SPdi.&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Muqoddimah&lt;/strong&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;dakwatuna.com - &lt;/strong&gt;Dalam Annual Report tahun 2004, UNFPA sebuah badan PBB yang menangani masalah kependudukan antara lain merekomendasikan perlunya penanganan serius terhadap hubungan antar generasi yang kurang harmonis, serta perhatian lebih besar terhadap masalah remaja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rekomendasi tersebut tampaknya cukup beralasan bila kita cermati realitas kondisi sosial masyarakat. Di Jakarta misalnya, tawuran pelajar belum juga mereda. Penggunaan NAZA bahkan sudah merambah pedesaan, juga fakta pelacuran ABG yang membuat kita semua terperangah. Angka pengidap HIV dipercaya berkisar ratusan ribu orang sampai tahun 2010 nanti, dan akhirnya hati kita semakin terpilin perih oleh kenyataan merebaknya anak jalanan akhir-akhir ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penelaahan kita pada berbagai fakta di atas membawa kita pada perkiraan “&lt;em&gt;something wrong is going on&lt;/em&gt;“. Kita dihadapkan pada kenyataan kegelisahan sosial yang semakin bergolak. Kita melihat wajah-wajah hampa tak tentu tujuan, kita pun bisa merasakan ada hati-hati yang sepah, senyap, dan begitu asing dari kehangatan. Kita tahu itu semua. Hanya kemudian, kita belum memutuskan, apakah kita akan sungguh sungguh hadir dan menghadirkan realitas itu dalam ruang kepedulian kita?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berbagai ekspresi ketidakseimbangan sosial yang kita lihat menggambarkan kebutuhan yang sangat mendesak terhadap situasi yang lebih kondusif sesuai fitrah manusia. Situasi yang membuat semua orang menjadi berdaya dan mampu menghadapi berbagai terpaan sosial. Situasi yang sedemikian itu, keluargalah yang mampu memberikannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keluarga sebagai basis inti masyarakat, adalah wahana yang paling tepat untuk memberdayakan manusia dan ‘mencekal’ berbagai bentuk frustasi sosial, ini adalah hal yang aksiomatis dan universal. Masyarakat Eropa misalnya, saat ini para sosiolog mereka merasa gelisah karena prediksi kepunahan bangsa. Betapa tidak, tatanan, sakralitas dan antusiasme terhadap keluarga sudah tipis sekali di kalangan muda mereka. Ini tentu saja berdampak buruk terhadap angka pertumbuhan penduduk. Hingga iming-iming berbagai hadiah dan fasilitas dari pemerintah bagi ibu yang melahirkan dan keluarganya, tidak membuat mereka bergeming. Berbagai penyakit sosial pun muncul. Mulai dari angka bunuh diri yang tinggi hingga anomali kemanusiaan yang lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ini adalah saat yang tepat untuk memberi perhatian yang lebih besar terhadap keluarga, khususnya dalam skala nasional. Berbagai pelajaran di atas menyuarakan hal ini. Dan ini adalah tugas kita bersama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;I. Arti Pernikahan dalam Islam&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam menganjurkan ummatnya untuk melakukan pernikahan, Islam tidak semata-mata beranggapan bahwa pernikahan merupakan sarana yang sah dalam pembentukan keluarga, bahwa pernikahan bukanlah semata sarana terhormat untuk mendapatkan anak yang sholeh, bukan semata cara untuk mengekang penglihatan, memelihara fajar atau hendak menyalurkan biologis, atau semata menyalurkan naluri saja. Sekali lagi bukan alasan tersebut di atas. Akan tetapi lebih dari itu Islam memandang bahwa pernikahan sebagai salah satu jalan untuk merealisasikan tujuan yang lebih besar yang meliputi berbagai aspek kemayarakatan berdasarkan Islam yang akan mempunyai pengaruh mendasar terhadap kaum muslimin dan eksistensi ummat Islam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;II. Fungsi Keluarga dalam Islam&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat, perlu diberdayakan fungsinya agar dapat mensejahterakan ummat secara keseluruhan. Dalam Islam fungsi keluarga meliputi :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;A. Penerus Misi Ummat Islam&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam sejarah dapat kita lihat, bagaimana Islam sanggup berdiri tegap dan tegar dalam menghadapi berbagai ancaman dan bahaya, bahkan Islam dapat menyapu bersih kekuatan musryik dan sesat yang ada, terlebih kekuatan Romawi dan Persia yang pada waktu itu merupakan Negara adikuasa di dunia.&lt;br /&gt;Menurut riwayat Abu Zar’ah Arrozi bahwa jumlah kaum muslimin ketika Rasulullah Saw wafat sebanyak 120.000 orang pria dan wanita [1]. Para sahabat sebanyak itu kemudian berguguran dalam berbagai peperangan, ada yang syahid dalam perang jamal atau perang Shiffin. Namun sebagian besar dari para syuhada itu telah meninggalkan keturunan yang berkah sehingga muncullah berpuluh “singa” yang semuanya serupa dengan sang ayah dalam hal kepahlawanan dan keimanan. Kaum muslimin yang jujur tersebut telah menyambut pengarahan Nabi-nya: “&lt;em&gt;Nikah-lah kalian, sesungguhnya aku bangga dengan jumlah kalian dari ummat lainnya, dan janganlah kalian berfaham seperti rahib nashrani”&lt;/em&gt; [2].&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demikianlah, berlomba-lomba untuk mendapatkan keturunan yang bermutu merupakan faktor penting yang telah memelihara keberadaan ummat Islam yang sedikit. Pada waktu itu menjadi pendukung Islam dalam mempertahankan kehidupannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;B. Perlindungan Terhadap Akhlaq&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Islam memandang pembentukan keluarga sebagai sarana efektif memelihara pemuda dari kerusakan dan melidungi masyarakat dari kekacauan. Karena itulah bagi pemuda yang mampu dianjurkan untuk menyambut seruan Rosul.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“&lt;em&gt;Wahai pemuda! Siapa di antara kalian berkemampuan maka menikahlah. Karena nikah lebih melindungi mata dan farji, dan barang siapa yang tidak mampu maka hendaklah shoum, karena shoum itu baginya adalah penenang&lt;/em&gt;” ( HR.AL-Khosah dari Abdullah bin Mas’ud ).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;C. Wahana Pembentukan Generasi Islam&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pembentukan generasi yang handal, utamanya dilakukan oleh keluarga, karena keluargalah sekolah kepribadian pertama dan utama bagi seorang anak. Penyair kondang Hafidz Ibrohim mengatakan: “&lt;em&gt;Ibu adalah sekolah bagi anak-anaknya. Bila engaku mendidiknya berarti engkau telah menyiapkan bangsa yang baik perangainya&lt;/em&gt;“. Ibu sangat berperan dalam pendidikan keluarga, sementara ayah mempunyai tugas yang penting yaitu menyediakan sarana bagi berlangsungnya pendidikan tersebut. Keluarga-lah yang menerapkan sunnah Rosul sejak bangun tidur, sampai akan tidur lagi, sehingga bimbingan keluarga dalam melahirkan generasi Islam yang berkualitas sangat dominan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;D. Memelihara Status Sosial dan Ekonomi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam pembentukan keluarga, Islam mempunyai tujuan untuk mewujudkan ikatan dan persatuan. Dengan adanya ikatan keturunan maka diharapkan akan mempererat tali persaudaraan anggota masyarakat dan antar bangsa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Islam memperbolehkan pernikahan antar bangsa Arab dan &lt;em&gt;Ajam&lt;/em&gt; (non Arab), antara kulit hitam dan kulit putih, antara orang Timur dan orang Barat. Berdasarkan fakta ini menunjukkan bahwa Islam sudah mendahului semua “sistem Demokrasi ” dalam mewujudkan persatuan Ummat manusia. Bernard Shaw mengatakan:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Islam adalah agama kebebasan bukan agama perbudakan, ia telah merintis dan mengupayakan terbentuknya persaudaraan Islam sejak Seribu Tiga Ratus Lima Puluh tahun yang lalu, suatu prinsip yang tidak pernah dikenal oleh bangsa Romawi, tidak pernah ditemukan oleh bangsa Eropa dan bahkan Amerika Modern sekalipun “.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selanjutnya mengatakan:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Apabila Anda bertanya kepada seorang Arab atau India atau Persia atau Afganistan, siapa anda? Mereka akan menjawab “Saya Muslim (orang Islam)”. Akan tetapi apabila anda bertanya pada orang Barat maka ia akan menjawab “Saya orang Inggris, saya orang Itali, saya orang Perancis”. Orang Barat telah melepaskan ikatan agama, dan mereka berpegang teguh pada ikatan darah dan tanah air” [3].&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk menjamin hubungan persudaraan yang akrab antara anak-anak satu agama, maka Islam menganjurkan dilangsungkannya pernikahan dengan orang-orang asing (jauh), karena dengan tujuan ini akan terwujud apa-apa yang tidak pernah direalisasikan melalui pernikahan keluarga dekat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain fungsi sosial, fungsi ekonomi dalam berkeluarga juga akan nampak. Mari kita simak hadist Rosul &lt;em&gt;“Nikahilah wanita, karena ia akan mendatangkan Maal” &lt;/em&gt;(HR. Abu Dawud, dari Urwah RA). Maksud dari hadist tersebut adalah bahwa perkawinan merupakan sarana untuk mendapatkan keberkahan, karena apabila kita bandingkan antara kehidupan bujangan dengan yang telah berkeluarga, maka akan kita dapatkan bahwa yang telah berkeluarga lebih hemat dan ekonomis dibandingkan dengan yang bujangan. Selain itu orang yang telah berkeluarga lebih giat dalam mencari nafkah karena perasaan bertanggung jawab pada keluarga daripada para bujangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;E. Menjaga Kesehatan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ditinjau dari segi kesehatan, pernikahan berguna untuk memelihara para pemuda dari kebiasaan onani yang banyak menguras tenaga, dan juga dapat mencegah timbulnya penyakit kelamin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;F. Memantapkan Spiritual (Ruhiyyah)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pernikahan berfungsi sebagai pelengkap, karena ia setengah dari keimanan dan pelapang jalan menuju sabilillah, hati menjadi bersih dari berbagai kecendrungan dan jiwa menjadi terlindung dari berbagai waswas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;III. Menegakkan Keluarga Sakinah sebagai Salah SAtu Fungsi Keluarga&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain fungsi keluarga tersebut di atas, fungsi kesakinahan merupakan kebutuhan setiap manusia. Karena keluarga sakinah yang berarti: keluarga yang terbentuk dari pasangan suami istri yang diawali dengan memilih pasangan yang baik, kemudian menerapkan nilai-nilai Islam dalam melakukan hak dan kewajiban rumah tangga serta mendidik anak dalam suasana mawaddah warahmah. Sebagaimana dianjurkan Allah dalam surat Ar-Rum ayat 21 yang artinya:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“&lt;em&gt;Dan diantara tanda-tanda kebesaran-Nya ia ciptakan untukmu pasangan-pasangan dari jenismu sendiri agar kamu merasa tenang kepadanya dan dijadikannya diantaramu rasa cinta dan kasih saying. Sesungguhnya dalam hal ini terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang memikirkan”.&lt;/em&gt; (QS. Ar-Ruum:21)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Faktor-Faktor Pembentukan Keluarga Sakinah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;A. Faktor Utama:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk membentuk keluarga sakinah, dimulai dari pranikah, pernikahan, dan berkeluarga. Dalam berkeluarga ada beberapa hal yang perlu difahami, antara lain :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Memahami hak suami terhadap istri dan kewajiban istri terhadap suami&lt;/p&gt; &lt;p&gt;a. Menjadikannya sebagai Qowwam (yang bertanggung jawab)&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; Suami merupakan pemimpin yang Allah pilihkan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Suami wajib ditaati dan dipatuhi dalam setiap keadaan kecuali yang bertentangan dengan syariat Islam.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;b. Menjaga kehormatan diri&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Menjaga akhlak dalam pergaulan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menjaga izzah suami dalam segala hal&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak memasukkan orang lain ke dalam rumah tanpa seizin suami&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;c. Berkhidmat kepada suami&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Menyiapkan dan melayani kebutuhan lahir batin suami&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menyiapkan keberangkatan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengantarkan kepergian&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Suara istri tidak melebihi suara suami&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Istri menghargai dan berterima kasih terhadap perlakuan dan pemberian suami&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;2. Memahami hak istri terhadap suami dan kewajiban suami terhadap istri&lt;/p&gt; &lt;p&gt;a. Istri berhak mendapat mahar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;b. Mendapat perhatian dan pemenuhan kebutuhan lahir batin&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mendapat nafkah: sandang, pangan, papan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mendapat pengajaran Diinul Islam&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Suami memberikan waktu untuk memberikan pelajaran&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memberi izin atau menyempatkan istrinya untuk belajar kepada seseorang atau lembaga dan mengikuti perkembangan istrinya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Suami memberi sarana untuk belajar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Suami mengajak istri untuk menghadiri majlis ta’lim, seminar atau ceramah agama&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;c. Mendapat perlakuan baik, lembut dan penuh kasih saying&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; Berbicara dan memperlakukan istri dengan penuh kelembutan lebih-lebih ketika haid, hamil dan paska lahir&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sekali-kali bercanda tanpa berlebihan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mendapat kabar perkiraan waktu kepulangan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memperhatikan adab kembali ke rumah&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;B. Faktor Penunjang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Realistis dalam kehidupan berkeluarga&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; Realistis dalam memilih pasangan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Realistis dalam menuntut mahar dan pelaksanaan walimahan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Realistis dan ridho dengan karakter pasangan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Realistis dalam pemenuhan hak dan kewajiban&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;2. Realistis dalam pendidikan anak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penanganan Tarbiyatul Awlad (pendidikan anak) memerlukan satu kata antara ayah dan ibu, sehingga tidak menimbulkan kebingungan pada anak. Dalam memberikan ridho’ah (menyusui) dan hadhonah (pengasuhan) hendaklah diperhatikan muatan:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tarbiyyah Ruhiyyah (pendidikan mental)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tarbiyah Aqliyyah (pendidikan intelektual)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tarbiyah Jasadiyyah (pendidikan Jasmani)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;3. Mengenal kondisi nafsiyyah suami istri&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4. Menjaga kebersihan dan kerapihan rumah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;5. Membina hubungan baik dengan orang-orang terdekat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;a. Keluarga besar suami / istri&lt;br /&gt;b. Tetangga&lt;br /&gt;c. Tamu&lt;br /&gt;d. Kerabat dan teman dekat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;6. Memiliki ketrampilan rumah tangga&lt;/p&gt; &lt;p&gt;7. Memiliki kesadaran kesehatan keluarga&lt;/p&gt; &lt;p&gt;C. Faktor Pemeliharaan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Meningkatkan kebersamaan dalam berbagai aktifitas&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Menghidupkan suasana komunikatif dan dialogis&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Menghidupkan hal-hal yang dapat merusak kemesraan keluarga baik dalam sikap, penampilan maupun prilaku&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demikianlah sekelumit tentang pernikahan dan pembentukan keluarga sakinah. Semoga Allah memberi kekuatan, kesabaran dan keberkahan kepada kita dalam membentuk keluarga sakinah yang mawaddah wa rahmah sehingga terealisir izzatul islam walmuslimin. Amin. []&lt;/p&gt; &lt;p&gt;—&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Catatan Kaki:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[1] Albidayah Wan Nihayah, oleh Ibnu Katsir 5:356, Al Ishobah fi Tamyizis        Shohabah, Ibu Hajar 1:3&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[2] Al Jami’ Ash-shogir, oleh As-suyuthi, HR. Baihaqi dari hadits Abi Amanah RA&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[3] Majalah Al-Wa’yu, Jum 1969, Hal 6&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Daftar Pustaka:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Al-qur’an Terjemahan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Al-Iroqi, Butsaiman As-sayyid. Rahasia Pernikahan yang    bahagia, Cetakan I.Pustaka Azzam, Jakarta, Oktober 1997&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Isa, Abdul Ghalib Ahmad. Pernikahan Islam, cetakan I,  Pustaka Manthiq, Solo April 1997&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Yusuf, Husein Muhammad. Keluarga Muslim dan  Tantangannya, Cetakan 9, Gema Insani Press, Mei 1994&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hamid, Muhammad abdul Halim, Bagaimana membahagiakan  Istri, Cetakan 2 Citra Islami Press, September 1993&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hawwa, Said, Panduan Membina Rumah Tangga Islami&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Qardawi, prof. Dr. Yusuf, Ruang Lingkup Aktifitas wanita Muslimah, Pustaka Al-kautsar, Cetakan II, Juli 1996&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6298607674717903843-1492471772775478604?l=labelisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://labelisasi.blogspot.com/feeds/1492471772775478604/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6298607674717903843&amp;postID=1492471772775478604' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/1492471772775478604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/1492471772775478604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://labelisasi.blogspot.com/2008/10/pernikahan-sebagai-landasan-menuju.html' title='Pernikahan sebagai Landasan Menuju Keluarga Sakinah'/><author><name>Ruswandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16371990105014928362</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_51SNQTEuWC4/SFp51ipLOjI/AAAAAAAAAA4/k69X11uTauc/S220/gue.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6298607674717903843.post-6099490912887073662</id><published>2008-10-26T05:35:00.000-07:00</published><updated>2009-07-26T00:49:59.171-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muslim'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amerika'/><title type='text'>Malcolm X, Black Muslim Yang Tercerahkan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2008/07/malcolmx1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 250px; height: 200px;" src="http://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2008/07/malcolmx1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;dakwatuna.com -&lt;/strong&gt; Malcolm Little lahir di Omaha, 19 Mei 1925. Ayahnya Pendeta Baptis bernama Earl Little yang juga aktivis Universal Negro Improvement Association (UNIA). Ibunya bernama Louise little. Malcolm punya 5 orang saudara seibu dan 3 saudara lain ibu. &lt;p&gt;Masa kecilnya dihabiskan di Lansing, Michigan. Keluarganya tinggal di sebuah ladang dengan kondisi yang memprihatinkan. Apalagi setelah ayahnya terbunuh oleh Ku Klux Klan di tahun 1931. Keluarga Little ini berantakan. Ibunya masuk rumah sakit jiwa. Malcolm bersaudara harus tinggal di panti asuhan dan sebagian lagi tinggal di bersama orang lain. Malcolm sendiri sempat empat kali tinggal di empat keluarga berbeda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika SMP, Malcolm tergolong siswa yang pandai. Bahkan ia bercita-cita ingin menjadi pengacara. Namun, menurut guru Bahasa Inggrisnya, Ostrowski, cita-cita itu sangat tidak realistis bagi seorang anak negro. Gurunya itu menyarankan agar ia mengejar karir sebagai tukang kayu saja. Kenyataan pahit ini membuat Malcolm frustasi. Dengan membawa rasa frustasi itu, pada tahun 1941 ia pindah ke Boston ikut kakaknya seayah yang bernama Ella.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di Boston ia salah bergaul. Teman barunya, Shorty, mengajaknya menjadi tukang semir sepatu di sebuah balai dansa. Namun, mereka -bersama Sophia, pacar Malcolm yang berkulit putih– punya pekerjaan sampingan sebagai calo dan pelaku kriminal. Mulai dari mecuri hingga menggarong. Bahkan, Malcolm menjadi seorang pecandu narkotika. Sampai kemudian polisi menangkap mereka. Malcolm masuk bui.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tujuh tahun tinggal di penjara –dari tahun 1946-1952– menjadi berkah bagi Malcolm remaja. Ini titik balik pertama dalam hidupnya. Atas dorongan teman satu selnya, Bimbi, Malcolm remaja belajar membaca dan menulis. Ia melalap buku-buku yang ada di perpustakaan penjara. Bahkan, ia ikut berbagai kursus korespondensi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada tahun 1948, adiknya Reginald menyatakan bisa mengeluarkan Malcolm dari penjara dengan syarat ia berhenti merokok dan berhenti makan daging babi. Reginald berusaha mengislamkan Malcolm dan mengajaknya masuk ke dalam barisan Back Muslims atau The Nation of Islam yang didirikan oleh Elijah Muhammad.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ajaran Elijah Muhammad menarik minat Malcolm yang mengaku dirinya atheis. Ia setuju masuk The Nation of Islam yang bertujuan memisahkan ras kulit hitam dari ras kulit putih. Bahkan, Malcolm percaya betul dengan ajaran Elijah bahwa orang kulit putih bertabiat jahat dan tidak bisa dipercaya. Sebagai tanda keanggotaan, ia memakai nama Malcolm X. X adalah simbol yang dipakai pengikut Black Muslims untuk menyatakan bahwa mereka adalah generasi yang hilang. Manusia yang tercerabut dari asal-usulnya akibat perdagangan manusia yang dilakukan oleh orang kulit putih. Mereka diculik dari Afrika, dibawa dan dijual di Amerika sebagai budak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2008/07/malcolmx.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 5px; float: right;" title="malcolmx" src="http://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2008/07/malcolmx.jpg" alt="" width="131" height="160" /&gt;&lt;/a&gt;Tahun 1952 Malcolm bebas bersyarat. Ia bekerja di pabrik mobil dan tinggal bersama kakaknya, Wilfred, yang juga anggota Black Muslims. Kemudian ia menemui Elijah Muhamamad di Chicago. Malcolm belajar Islam dan ajaran The Nation of Islam langsung dari sang pendiri. Setahun kemudian Malcolm kembali ke Boston untuk mengorganisasikan sebuah masjid. Atas keberhasilannya itu, ia diangkat menjadi imam Masjid Tujuh (Temple Seven) di Harlem.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selama sepuluh tahun kemudian The Nation of Islam berkembang pesat. Masjid bertambah sebagaimana bertambahnya pengikutnya. The Nation of Islam menjadi gerakan nasional berpengaruh. Malcolm menjadi juru bicara utama gerakan pemisahan warga kulit hitam dari warga kulit putih yang dicita-citakan Elijah Muhammad.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tahun 1958 Malcolm menikahi Betty X. Dari pernikahan selama 7 tahun mereka dikaruniai 4 orang anak: Attilah, Qubilah, Illyasah, dan Amiliah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tahun 1959 gerakan The Nation of Islam dikenal secara nasional. Malcolm X pun mendapat publikasi yang luar biasa, melebihi Elijah Muhammad sang pendiri. Bahkan, media massa menyebut Malcolm X sebagai simbol kebencian rasial.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Elijah khawatir akan popularitas Malcolm X. Ia tak ingin pengaruh Malcolm semakin kuat. Karena itu, ia menarik dukungan. Ketika hubungan mereka semakin renggang, Elijah memecat Malcolm X dari The Nation of Islam. Bahkan, ia memerintahkan orang untuk membunuh Malcolm X.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah keluar dari The Nation of Islam, Malcolm X mendirikan organisasinya sendiri. Ia juga melakukan perjalanan haji ke Mekkah. Di Tanah Suci terbukalah cakrawala pikirannya. Ia baru tahu ajaran Islam yang sesungguhnya. Kebencian terhadap ras kulit putih adalah pemikiran yang keliru. Islam tidak membeda-bedakan warna kulit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kebencian yang timbul antara kaum negro dan kaum kulit putih di Amerika bukanlah masalah perbedaan warna, tetapi karena kesalahan sikap dan perilaku. Karena itu, Malcolm X sadar bahwa satu-satunya cara mengatasi pertikaian rasial adalah dengan menerima prinsip kesamaan derajat manusia dan keesaan Tuhan. Inilah kebenaran yang diabaikan oleh bangsa kulit putih Amerika.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah berhaji dengan penuh kontemplasi, Malcolm X bersalin nama menjadi El Hajj Malik El Syabazz. Selama menjadi tamu pribadi Pangeran Faisal, Malik El Syabazz banyak berdiskusi tentang perbandingan ajaran Elijah Muhammad dengan ajaran Islam yang sebenarnya. Ia sadar betul ajaran Elijah keliru. Selama berhaji ia merasa dirinya sebagai manusia yang utuh. Itu perasaan yang tidak pernah dirasakannya selama hidup di negerinya, Amerika. Di Mekkah semua orang saling menghargai dan tidak mempermasalahkan warna kulit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada perjalanan keduanya ke Timur Tengah di tahun 1964, Malik El Syabazz menyempatkan diri berkunjung ke Afrika, negeri leluhurnya. Selama delapan pekan dia beraudiensi dengan Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser, Presiden Nigeria Nnamoi Azikiwe, Presiden Tanzania Julius K. Nyarere, Presiden Guinea Sekou Toure, Presiden Kenya Jomo Kenyatta, dan Perdana Menteri Uganda Milton Obote. Ia juga bertemu dengan para pemimpin agama berkebangsaan Afrika, Arab, dan Asia, baik muslim dan non-muslim.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sepulangnya ke Amerika, ia punya perspektif yang berbeda dari sebelumnya. Ia kembali melakukan dakwahnya. Kali ini ia menyerukan kebenaran sejati yang ditemukannya di Mekkah. Kepada teman-temannya yang beragam –ada Kristen, Yahudi, Budha, Hindu, Atheis, sosialis, kapitalis, komunis, kaum moderat, konservatif, dan ekstremis-ia katakan manusia akan memperoleh kedamaian sejati jika mau menyerahkan diri kepada Allah Sang Pencipta.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, perubahan pemikiran itu bukan tanpa risiko. Malik El Syabazz dibayang-bayangi orang yang ingin membunuhnya. Khususnya orang-orang dari The Nation of Islam. Pada hari Ahad, 21 Februari 1965, Malik El Syabazz terbunuh. Tiga orang yang duduk dekat panggung menembaknya saat ia berpidato di sebuah pertemuan organisasi persatuan orang-orang Amerika Hitam di Harlem. Malik El Syabazz menghadap Allah swt. sebagai seorang muslim yang tercerahkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;http://www.dakwatuna.com/2008/malcolm-x-black-muslim-yang-tercerahkan/&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6298607674717903843-6099490912887073662?l=labelisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://labelisasi.blogspot.com/feeds/6099490912887073662/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6298607674717903843&amp;postID=6099490912887073662' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/6099490912887073662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/6099490912887073662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://labelisasi.blogspot.com/2008/10/dakwatuna.html' title='Malcolm X, Black Muslim Yang Tercerahkan'/><author><name>Ruswandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16371990105014928362</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_51SNQTEuWC4/SFp51ipLOjI/AAAAAAAAAA4/k69X11uTauc/S220/gue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6298607674717903843.post-4003007810312259571</id><published>2008-10-17T20:43:00.000-07:00</published><updated>2009-07-26T00:42:14.238-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Televisi'/><title type='text'>Televisi dan Kode yang Melindungi Anak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://pan.fotovista.com/dev/8/4/00607948/l_00607948.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px;" src="http://pan.fotovista.com/dev/8/4/00607948/l_00607948.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;TELEVISI belum menunjukkan itikad baiknya dalam memberikan program acara yang baik untuk anak-anak. Pertama, karena mereka belum membubuhkan kode yang dapat membantu publik untuk mengetahui acara mana yang mereka tujukan untuk anak-anak. Kedua, karena acara yang tampaknya ditujukan untuk anak-anak (seperti kartun atau film animasi), ternyata tidak sepenuhnya sehat untuk tumbuh kembang anak.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-174"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kode&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam Peraturan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) No.2 tahun 2007 tentang Pedoman Perilaku Penyiaran, lembaga penyiaran televisi diwajibkan untuk mencantumkan informasi klasifikasi program isi siaran berdasarkan usia khalayak penonton. Informasi ini harus ditampilkan di setiap acara dan disiarkan sepanjang acara berlangsung. Gunanya untuk membantu publik dalam mengidentifikasi program acara yang berlangsung dan melindungi kelompok usia yang rentan seperti anak-anak dan remaja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kenyataannya ini tidak dipatuhi oleh stasiun televisi. Kode yang muncul, itupun sesekali, hanyalah “BO” yang berarti “Bimbingan Orangtua”. Tidak ada rincian penjelas lainnya. Padahal seharusnya ada kode “A” bila program itu ditujukan untuk anak anak (usia di bawah 12 tahun). Kode “R” untuk remaja (12-18 tahun). Kode “D” untuk dewasa. Dan “SU” untuk semua umur. Televisi seperti warung tanpa informasi menu. Kita sadar bahwa makanan itu pedas, manis, atau asin, nanti setelah selesai menyantapnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kartun&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena tidak ada informasi yang dapat membantu dalam menentukan program acara untuk anak, publik pun beranggapan bahwa acara yang tampaknya ditujukan untuk anak-anak (seperti film animasi atau kartun) adalah sehat untuk tumbuh kembang anak. Padahal tidaklah demikian. Hanya kartun seperti “&lt;em&gt;Dora the Explorer&lt;/em&gt;” dan “&lt;em&gt;Go Diego Go&lt;/em&gt;” (Global TV) yang sepenuhnya sehat (hijau).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Awal April 2008, BBC melaporkan bahwa televisi Venezuela tidak lagi menayangkan serial kartun “&lt;em&gt;The Simpsons&lt;/em&gt;” pada program pagi setelah dinilai tidak pantas untuk anak-anak. Waktu penayangan film animasi “&lt;em&gt;The Simpsons&lt;/em&gt;” digantikan dengan “&lt;em&gt;Baywatch&lt;/em&gt;”. Sepintas penggantinya tidak jauh lebih baik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Film “&lt;em&gt;Baywatch&lt;/em&gt;” menampilkan bikini dan lekuk tubuh wanita pemerannya seperti Pamela Anderson. Namun ini jauh lebih mudah diidentifikasi dan diantisipasi. Orangtua pun dapat melarang anak-anak mereka menontonnya. Bandingkan dengan film animasi yang kelihatannya aman-aman saja namun ternyata banyak menyimpan masalah. Betapa orangtua akan kecolongan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sudah saatnya pendekatan kode acara diterapkan dengan lebih baik. Metode ini akan memaksa stasiun televisi untuk lebih memikirkan tanggung jawab sosial atas apa yang mereka tayangkan. Orangtua pun akan lebih mudah dalam memilih acara mana yang aman untuk anak mereka. Karena untuk selalu menemani saat anak menonton televisi, rasanya juga mustahil. Bukan begitu?!***&lt;/p&gt;&lt;p&gt;http://aswan.wordpress.com/2008/06/05/televisi-dan-kode-yang-melindungi-anak/&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6298607674717903843-4003007810312259571?l=labelisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://labelisasi.blogspot.com/feeds/4003007810312259571/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6298607674717903843&amp;postID=4003007810312259571' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/4003007810312259571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/4003007810312259571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://labelisasi.blogspot.com/2008/10/televisi-dan-kode-yang-melindungi-anak.html' title='Televisi dan Kode yang Melindungi Anak'/><author><name>Ruswandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16371990105014928362</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_51SNQTEuWC4/SFp51ipLOjI/AAAAAAAAAA4/k69X11uTauc/S220/gue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6298607674717903843.post-2516090030613698110</id><published>2008-10-17T20:36:00.000-07:00</published><updated>2009-07-26T00:45:58.753-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sepak Bola'/><title type='text'>Bisnis dan Liga Inggris</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://nuryadi27.files.wordpress.com/2007/12/uk2.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px;" src="http://nuryadi27.files.wordpress.com/2007/12/uk2.png" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Di Britania Raya, sepakbola sudah seperti agama saja. &lt;span class="highlight"&gt;Orang lebih rajin ke stadion daripada ke tempat ibadah.&lt;/span&gt; Mulai dari penjaga toko, buruh bangunan, sampai pejabat sama-sama menggemari bola. Pagi tadi, misalnya, orang-orang menggosipkan Cristiano Ronaldo yang hendak membeli jet pribadi untuk liburan mewahnya dengan biaya sekitar £600 ribu. Ini bukan barang baru karena sebelumnya Robbie Fowler dan Michael Owen juga pernah membeli pesawat dan helikopter pribadi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain karena pemain-pemain kelas atas punya uang berlebih, kabarnya mereka juga didorong oleh pasangan mereka yang mulai malas naik pesawat kelas bisnis “biasa.” Mereka &lt;a href="http://www.independent.co.uk/news/uk/this-britain/englands-wives-put-the-players-into-the-shades-481939.html"&gt;merengek minta jet pribadi&lt;/a&gt; yang biayanya sekitar £20 ribu untuk sekali jalan. Orang-orang berdebat apakah para pemain memang layak mendapatkan kemewahan tersebut atau sebenarnya semua itu tak lebih dari pemborosan semata.&lt;span id="more-455"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hari Rabu lalu (8/10) diselenggarakan sebuah konferensi bertajuk “&lt;a href="http://www.nuffield.ox.ac.uk/General/Seminars/Papers/886.pdf"&gt;Football in the Social Sciences&lt;/a&gt;” di &lt;a href="http://www.nuffield.ox.ac.uk/General/Seminars/"&gt;Nuffield College, Oxford University&lt;/a&gt;. Salah satu pembicaranya adalah &lt;a href="http://www.cass.city.ac.uk/faculty/s.szymanski/Stefan_Szymanski.html"&gt;Stefan Szymanski&lt;/a&gt;, profesor bidang ekonomi dari Cass Business School, City University of London.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam presentasinya, Szymanski mengajukan ide yang cukup kontroversial. Berdasar riset yang ia lakukan, Liga Premiership menurutnya dianggap terlalu kompetitif sehingga &lt;span class="highlight"&gt;hanya 4 dari 20 tim yang secara realistis bisa memenangkan titel juara&lt;/span&gt;. Sebelumnya, Szymanski juga pernah mempublikasikan &lt;a href="http://www.holycross.edu/departments/economics/RePEc/spe/Szymanski_Coase.pdf"&gt;teori serupa&lt;/a&gt; di liga olahraga terkemuka lainnya dan mendapatkan kesimpulan yang nyaris sama: &lt;em&gt;excessive competition&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Szymanski berargumen bahwa untuk bisa bersaing masing-masing tim harus menggelontorkan investasi yang tak sedikit demi mendapatkan talenta-talenta berbakat dan bermental juara. Szymanski menunjukkan bahwa &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Nash_equilibrium"&gt;equilibrium Nash&lt;/a&gt; tidak efisien di sini mengingat tiap tim berbelanja terlalu banyak ketika bursa transfer dibuka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tak cuma tim-tim papan atas, tim di papan bawah juga seringkali berinvestasi sangat besar relatif terhadap tim-tim di atasnya. Akibatnya, tak cuma posisinya akan terdongkrak, tetapi juga membuat tim-tim lain kian sulit untuk berkompetisi. Szymanski menyebutnya sebagai &lt;em&gt;business stealing effect&lt;/em&gt; dimana terdapat unsur eksternalitas yang dimiliki setiap tim untuk “mengganggu” rival mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selanjutnya, klub akan berusaha menarik pendapatan dari penjualan tiket semaksimum mungkin untuk mengkompensasikan &lt;em&gt;marginal cost&lt;/em&gt; yang sudah dikeluarkan untuk membeli pemain. Mereka bahkan berani belanja pemain lebih banyak dari budget seharusnya dengan asumsi kalau klub lain juga berbelanja pemain bagus, toh penjualan tiket ketika bertanding dengan klub-klub tersebut nantinya juga ikut terdongkrak. &lt;em&gt;They will profit at the “expense” of other teams.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Oleh karena itu, dari waktu ke waktu Liga Premier menjadi &lt;span class="highlight"&gt;makin komersil sekaligus makin kompetitif&lt;/span&gt;. Juara liga seringkali susah ditebak dan baru bisa ditentukan pada pertandingan di minggu terakhir. Walaupun bukan klub favorit saya, Manchester United adalah salah satu contoh terbaik tentang bagaimana seharusnya klub mengkomersialkan dirinya sebagai sebuah entitas bisnis yang &lt;em&gt;profitable&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Szymanski sendiri masih berhasrat untuk melakukan pengujian statistik antara kesuksesan sebuah tim dengan jumlah penonton yang memadati stadion. Sebelumnya ia pernah menguji hal serupa pada liga divisi dua di Inggris dan menjumpai bahwa tidak selalu jumlah suporter yang banyak akan berujung pada kinerja (kemenangan) tim. Katanya, “&lt;em&gt;English football is too competitive.&lt;/em&gt;”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagaimana menurut Anda?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;http://nofieiman.com/2008/10/bisnis-dan-liga-inggris/#more-455&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6298607674717903843-2516090030613698110?l=labelisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://labelisasi.blogspot.com/feeds/2516090030613698110/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6298607674717903843&amp;postID=2516090030613698110' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/2516090030613698110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/2516090030613698110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://labelisasi.blogspot.com/2008/10/bisnis-dan-liga-inggris.html' title='Bisnis dan Liga Inggris'/><author><name>Ruswandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16371990105014928362</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_51SNQTEuWC4/SFp51ipLOjI/AAAAAAAAAA4/k69X11uTauc/S220/gue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6298607674717903843.post-6625233256747927803</id><published>2008-10-17T20:28:00.000-07:00</published><updated>2009-07-26T00:36:04.346-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Televisi'/><title type='text'>Sinetron Indonesia dan Pembodohan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.suarapembaruan.com/News/2008/04/17/Hiburan/17nonton.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px;" src="http://www.suarapembaruan.com/News/2008/04/17/Hiburan/17nonton.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;small&gt;December 27th, 2006 &lt;strong&gt;|&lt;/strong&gt; &lt;a href="http://nofieiman.com/category/entertainment/" title="View all posts in Entertainment" rel="category tag"&gt;Entertainment&lt;/a&gt; &lt;/small&gt;          &lt;p&gt;Sebenarnya, &lt;span class="highlight"&gt;sinetron itu bagus lho&lt;/span&gt;. Cukup membuat dunia televisi menjadi lebih berwarna — untuk tidak menyebut hadirnya bintang-bintang muda yang cantik/tampan dan berbakat. Memang, saya termasuk cukup malas (baca: tidak sempat) menonton tayangan televisi. Namun, karena banyaknya komentar soal tayangan televisi kita ini, saya jadi tertarik untuk menulis tentang ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun sebelum mengulas lebih lanjut, mari kita lihat daftar 100 program televisi dengan &lt;em&gt;rating &lt;/em&gt;tertinggi berdasar survei yang dilakukan oleh &lt;a href="http://www.acnielsen.co.id/"&gt;AC Nielsen&lt;/a&gt; pada periode 10-16 Desember 2006 berikut ini.&lt;span id="more-297"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;table width="520"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;strong&gt;No&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Programs&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Station&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Genre&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Rating&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Share&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;1&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Pengantin Remaja&lt;/td&gt; &lt;td&gt;RCTI&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Series: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;10.1&lt;/td&gt; &lt;td&gt;30.1&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;2&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Pintu Hidayah: Suami Buta&lt;/td&gt; &lt;td&gt;RCTI&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Movie: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;8.5&lt;/td&gt; &lt;td&gt;27.7&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;3&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Putri yang Terbuang&lt;/td&gt; &lt;td&gt;RCTI&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Series: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;8.5&lt;/td&gt; &lt;td&gt;27.4&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;4&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Idola&lt;/td&gt; &lt;td&gt;RCTI&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Series: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;8.4&lt;/td&gt; &lt;td&gt;25.6&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;5&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Intan&lt;/td&gt; &lt;td&gt;RCTI&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Series: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;8.1&lt;/td&gt; &lt;td&gt;31.6&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;6&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Maha Kasih 2&lt;/td&gt; &lt;td&gt;RCTI&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Series: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;8&lt;/td&gt; &lt;td&gt;24.1&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;7&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Benci Bilang Cinta&lt;/td&gt; &lt;td&gt;SCTV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Series: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;7.9&lt;/td&gt; &lt;td&gt;23.2&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;8&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Benci Jadi Cinta&lt;/td&gt; &lt;td&gt;RCTI&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Series: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;7.3&lt;/td&gt; &lt;td&gt;22.6&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;9&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Cinta Remaja&lt;/td&gt; &lt;td&gt;SCTV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Series: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;7.2&lt;/td&gt; &lt;td&gt;23.2&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;10&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Pengorbanan Cinta&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Indosiar&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Movie: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;6.9&lt;/td&gt; &lt;td&gt;21.1&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;11&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Penta 5 Trans TV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Trans TV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Special: Special Event&lt;/td&gt; &lt;td&gt;6.7&lt;/td&gt; &lt;td&gt;23&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;12&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Kawin Muda&lt;/td&gt; &lt;td&gt;RCTI&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Series: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;6.7&lt;/td&gt; &lt;td&gt;18.8&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;13&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Pangeran Penggoda&lt;/td&gt; &lt;td&gt;RCTI&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Series: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;6.6&lt;/td&gt; &lt;td&gt;20&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;14&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Makin Sayang&lt;/td&gt; &lt;td&gt;RCTI&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Series: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;6.2&lt;/td&gt; &lt;td&gt;19.1&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;15&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Buku Harian Nayla&lt;/td&gt; &lt;td&gt;RCTI&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Series: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;6.2&lt;/td&gt; &lt;td&gt;21&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;16&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Kau Masih Kekasihku&lt;/td&gt; &lt;td&gt;SCTV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Series: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;6&lt;/td&gt; &lt;td&gt;18.5&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;17&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Shaolin Soccer&lt;/td&gt; &lt;td&gt;SCTV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Movie: Action/Adventure&lt;/td&gt; &lt;td&gt;5.9&lt;/td&gt; &lt;td&gt;18.4&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;18&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Cowok Impian&lt;/td&gt; &lt;td&gt;SCTV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Series: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;5.9&lt;/td&gt; &lt;td&gt;17.4&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;19&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Panggung Emas&lt;/td&gt; &lt;td&gt;RCTI&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Entertainment: Music&lt;/td&gt; &lt;td&gt;5.8&lt;/td&gt; &lt;td&gt;25.9&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;20&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Bukan Diriku&lt;/td&gt; &lt;td&gt;RCTI&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Series: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;5.7&lt;/td&gt; &lt;td&gt;17&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;21&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Ajal Seorang Peselingkuh&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Trans TV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Movie: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;5.6&lt;/td&gt; &lt;td&gt;16.7&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;22&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Extravaganza&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Trans TV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Entertainment: Variety Show&lt;/td&gt; &lt;td&gt;5.5&lt;/td&gt; &lt;td&gt;16.8&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;23&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Misteri Dua Dunia&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Indosiar&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Series: Horror/Mystery&lt;/td&gt; &lt;td&gt;5.5&lt;/td&gt; &lt;td&gt;17&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;24&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Tikus &amp;amp; Kucing Mencari Cinta&lt;/td&gt; &lt;td&gt;SCTV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Series: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;5.3&lt;/td&gt; &lt;td&gt;15.7&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;25&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Penjaga Hati&lt;/td&gt; &lt;td&gt;SCTV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Series: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;5.1&lt;/td&gt; &lt;td&gt;15.7&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;26&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Misteri Ilahi&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Indosiar&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Series: Horror/Mystery&lt;/td&gt; &lt;td&gt;5&lt;/td&gt; &lt;td&gt;15.8&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;27&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Seven Days Without Money&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Indosiar&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Movie: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;5&lt;/td&gt; &lt;td&gt;15.1&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;28&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Sumpah Gue Sayang Loe!&lt;/td&gt; &lt;td&gt;RCTI&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Series: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;5&lt;/td&gt; &lt;td&gt;14.9&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;29&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Inikah Cinta…?&lt;/td&gt; &lt;td&gt;SCTV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Series: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;5&lt;/td&gt; &lt;td&gt;15.7&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;30&lt;/td&gt; &lt;td&gt;The Lord of the Rings&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Trans TV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Movie: Action/Adventure&lt;/td&gt; &lt;td&gt;4.8&lt;/td&gt; &lt;td&gt;22.4&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;31&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Orang Desa Jadi Perampok&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Trans TV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Movie: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;4.8&lt;/td&gt; &lt;td&gt;14.7&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;32&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Pengen Jadi Bintang&lt;/td&gt; &lt;td&gt;SCTV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Series: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;4.7&lt;/td&gt; &lt;td&gt;14.3&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;33&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Anaconda&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Trans TV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Movie: Action/Adventure&lt;/td&gt; &lt;td&gt;4.7&lt;/td&gt; &lt;td&gt;18&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;34&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Wulan&lt;/td&gt; &lt;td&gt;RCTI&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Series: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;4.6&lt;/td&gt; &lt;td&gt;22.3&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;35&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Penyihir Cinta&lt;/td&gt; &lt;td&gt;SCTV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Series: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;4.5&lt;/td&gt; &lt;td&gt;12.6&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;36&lt;/td&gt; &lt;td&gt;I Love U Boss&lt;/td&gt; &lt;td&gt;RCTI&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Series: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;4.4&lt;/td&gt; &lt;td&gt;12.3&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;37&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Rumah Pondok Indah&lt;/td&gt; &lt;td&gt;TPI&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Movie: Horror/Mystery&lt;/td&gt; &lt;td&gt;4.4&lt;/td&gt; &lt;td&gt;13&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;38&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Gagal Haji Karena Korupsi&lt;/td&gt; &lt;td&gt;TPI&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Movie: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;4.3&lt;/td&gt; &lt;td&gt;13&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;39&lt;/td&gt; &lt;td&gt;The Man with the Golden Gun&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Trans TV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Movie: Action/Adventure&lt;/td&gt; &lt;td&gt;4.2&lt;/td&gt; &lt;td&gt;18.7&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;40&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Beri Aku 5 Hari&lt;/td&gt; &lt;td&gt;SCTV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Movie: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;4.2&lt;/td&gt; &lt;td&gt;19.8&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;41&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Mimpi Manis&lt;/td&gt; &lt;td&gt;SCTV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Series: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;4.1&lt;/td&gt; &lt;td&gt;12.3&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;42&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Telekuis Campeone&lt;/td&gt; &lt;td&gt;RCTI&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Filler: Quiz&lt;/td&gt; &lt;td&gt;4.1&lt;/td&gt; &lt;td&gt;17.3&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;43&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Kiss of the Dragon&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Trans TV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Movie: Action/Adventure&lt;/td&gt; &lt;td&gt;4.1&lt;/td&gt; &lt;td&gt;18.5&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;44&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Mat Jiung&lt;/td&gt; &lt;td&gt;SCTV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Series: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;4.1&lt;/td&gt; &lt;td&gt;13.5&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;45&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Emak Gue Jagoan!&lt;/td&gt; &lt;td&gt;TPI&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Series: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;4.1&lt;/td&gt; &lt;td&gt;12.3&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;46&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Mr Bean&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Trans TV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Series: Sitcom/Comedy&lt;/td&gt; &lt;td&gt;4&lt;/td&gt; &lt;td&gt;12.9&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;47&lt;/td&gt; &lt;td&gt;The Myth&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Indosiar&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Movie: Action/Adventure&lt;/td&gt; &lt;td&gt;4&lt;/td&gt; &lt;td&gt;14.4&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;48&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Rindu Rindu Asmara&lt;/td&gt; &lt;td&gt;TPI&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Series: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;3.9&lt;/td&gt; &lt;td&gt;11.5&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;49&lt;/td&gt; &lt;td&gt;GG Bang Yos GC: Persik vs PSIS (L)&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Trans 7&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Sport: Match&lt;/td&gt; &lt;td&gt;3.9&lt;/td&gt; &lt;td&gt;12.1&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;50&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Pengantin Kecil&lt;/td&gt; &lt;td&gt;SCTV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Series: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;3.9&lt;/td&gt; &lt;td&gt;12.2&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;51&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Hidayah-Mu&lt;/td&gt; &lt;td&gt;TPI&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Series: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;3.8&lt;/td&gt; &lt;td&gt;12.1&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;52&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Janji Jaya&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Indosiar&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Series: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;3.8&lt;/td&gt; &lt;td&gt;14.6&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;53&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Pacarku Cowok Dolphin&lt;/td&gt; &lt;td&gt;SCTV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Movie: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;3.8&lt;/td&gt; &lt;td&gt;27.3&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;54&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Kontak Jodoh&lt;/td&gt; &lt;td&gt;SCTV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Entertainment: Reality Show&lt;/td&gt; &lt;td&gt;3.8&lt;/td&gt; &lt;td&gt;15.4&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;55&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Sinetron Asyik&lt;/td&gt; &lt;td&gt;TPI&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Series: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;3.8&lt;/td&gt; &lt;td&gt;11.4&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;56&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Dangdut Mania&lt;/td&gt; &lt;td&gt;TPI&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Entertainment: Music&lt;/td&gt; &lt;td&gt;3.7&lt;/td&gt; &lt;td&gt;13.1&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;57&lt;/td&gt; &lt;td&gt;The Spy Who Loved Me&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Trans TV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Movie: Action/Adventure&lt;/td&gt; &lt;td&gt;3.7&lt;/td&gt; &lt;td&gt;16.6&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;58&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Talak Tiga&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Indosiar&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Movie: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;3.6&lt;/td&gt; &lt;td&gt;11.4&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;59&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Gong Show&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Trans TV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Entertainment: Game Show&lt;/td&gt; &lt;td&gt;3.6&lt;/td&gt; &lt;td&gt;13.3&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;60&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Jerat Iblis&lt;/td&gt; &lt;td&gt;TPI&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Movie: Horror/Mystery&lt;/td&gt; &lt;td&gt;3.6&lt;/td&gt; &lt;td&gt;11.4&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;61&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Akibat Pergaulan Bebas 2&lt;/td&gt; &lt;td&gt;SCTV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Series: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;3.6&lt;/td&gt; &lt;td&gt;12.1&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;62&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Kusebut Nama Mu 2&lt;/td&gt; &lt;td&gt;TPI&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Series: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;3.6&lt;/td&gt; &lt;td&gt;13.3&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;63&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Ungu-Naff Yang Terbaik&lt;/td&gt; &lt;td&gt;SCTV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Entertainment: Music&lt;/td&gt; &lt;td&gt;3.5&lt;/td&gt; &lt;td&gt;17.3&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;64&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Silet&lt;/td&gt; &lt;td&gt;RCTI&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Information: Infotainment&lt;/td&gt; &lt;td&gt;3.5&lt;/td&gt; &lt;td&gt;23.6&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;65&lt;/td&gt; &lt;td&gt;GG Bang Yos GC: PSMS vs PSIS (L)&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Trans 7&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Sport: Match&lt;/td&gt; &lt;td&gt;3.5&lt;/td&gt; &lt;td&gt;19.3&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;66&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Mat Toing&lt;/td&gt; &lt;td&gt;TPI&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Series: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;3.5&lt;/td&gt; &lt;td&gt;11.3&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;67&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Anak Mami Jatuh Cinta&lt;/td&gt; &lt;td&gt;SCTV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Series: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;3.4&lt;/td&gt; &lt;td&gt;10.4&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;68&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Cucu Menganiaya Neneknya&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Trans TV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Movie: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;3.4&lt;/td&gt; &lt;td&gt;9.9&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;69&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Deadline Cinta&lt;/td&gt; &lt;td&gt;SCTV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Movie: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;3.4&lt;/td&gt; &lt;td&gt;22.8&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;70&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Romance&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Indosiar&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Series: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;3.4&lt;/td&gt; &lt;td&gt;10.3&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;71&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Nowhere to Run&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Trans TV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Movie: Action/Adventure&lt;/td&gt; &lt;td&gt;3.3&lt;/td&gt; &lt;td&gt;16.2&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;72&lt;/td&gt; &lt;td&gt;My Prince ‘n My Monster&lt;/td&gt; &lt;td&gt;SCTV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Series: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;3.3&lt;/td&gt; &lt;td&gt;13.2&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;73&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Mencari Cinta&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Indosiar&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Series: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;3.2&lt;/td&gt; &lt;td&gt;10.9&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;74&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Sumpah Pocong&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Indosiar&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Movie: Horror/Mystery&lt;/td&gt; &lt;td&gt;3.2&lt;/td&gt; &lt;td&gt;23.1&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;75&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Ambil Deh Semua, Kecuali Cinta&lt;/td&gt; &lt;td&gt;SCTV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Movie: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;3.1&lt;/td&gt; &lt;td&gt;14&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;76&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Boa vs Python&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Trans TV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Movie: Action/Adventure&lt;/td&gt; &lt;td&gt;3.1&lt;/td&gt; &lt;td&gt;29.3&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;77&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Si Yoyo 3&lt;/td&gt; &lt;td&gt;SCTV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Series: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;3.1&lt;/td&gt; &lt;td&gt;12.5&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;78&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Bibir Plus&lt;/td&gt; &lt;td&gt;SCTV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Information: Infotainment&lt;/td&gt; &lt;td&gt;3.1&lt;/td&gt; &lt;td&gt;21.6&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;79&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Bagi-Bagi Dong&lt;/td&gt; &lt;td&gt;RCTI&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Movie: Sitcom/Comedy&lt;/td&gt; &lt;td&gt;3&lt;/td&gt; &lt;td&gt;20.2&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;80&lt;/td&gt; &lt;td&gt;The Mummy Returns&lt;/td&gt; &lt;td&gt;SCTV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Movie: Action/Adventure&lt;/td&gt; &lt;td&gt;3&lt;/td&gt; &lt;td&gt;17.9&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;81&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Bajaj Bajuri&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Trans TV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Series: Sitcom/Comedy&lt;/td&gt; &lt;td&gt;2.9&lt;/td&gt; &lt;td&gt;11.4&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;82&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Bisnis Anda&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Trans TV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Filler: Others&lt;/td&gt; &lt;td&gt;2.9&lt;/td&gt; &lt;td&gt;18.8&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;83&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Say I Love You&lt;/td&gt; &lt;td&gt;SCTV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Series: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;2.9&lt;/td&gt; &lt;td&gt;10.6&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;84&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Say I Love You&lt;/td&gt; &lt;td&gt;SCTV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Movie: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;2.9&lt;/td&gt; &lt;td&gt;22.9&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;85&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Reportase Sore&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Trans TV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;News: Hard News&lt;/td&gt; &lt;td&gt;2.8&lt;/td&gt; &lt;td&gt;17.4&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;86&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Super Deal 2 Milyar&lt;/td&gt; &lt;td&gt;ANTV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Entertainment: Quiz&lt;/td&gt; &lt;td&gt;2.8&lt;/td&gt; &lt;td&gt;8.3&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;87&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Penganten Sunat&lt;/td&gt; &lt;td&gt;SCTV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Movie: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;2.8&lt;/td&gt; &lt;td&gt;15.4&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;88&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Masquerade&lt;/td&gt; &lt;td&gt;RCTI&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Entertainment: Light Entertainment&lt;/td&gt; &lt;td&gt;2.8&lt;/td&gt; &lt;td&gt;17.6&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;89&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Missing&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Indosiar&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Movie: Horror/Mystery&lt;/td&gt; &lt;td&gt;2.8&lt;/td&gt; &lt;td&gt;9&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;90&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Koi Mil Gaya&lt;/td&gt; &lt;td&gt;SCTV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Movie: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;2.7&lt;/td&gt; &lt;td&gt;13.1&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;91&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Bunga Bunga Cinta&lt;/td&gt; &lt;td&gt;TPI&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Series: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;2.7&lt;/td&gt; &lt;td&gt;8.5&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;92&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Buletin Siang&lt;/td&gt; &lt;td&gt;RCTI&lt;/td&gt; &lt;td&gt;News: Hard News&lt;/td&gt; &lt;td&gt;2.7&lt;/td&gt; &lt;td&gt;19.6&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;93&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Cek &amp;amp; Ricek&lt;/td&gt; &lt;td&gt;RCTI&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Information: Infotainment&lt;/td&gt; &lt;td&gt;2.7&lt;/td&gt; &lt;td&gt;22&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;94&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Hot Shot&lt;/td&gt; &lt;td&gt;SCTV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Information: Infotainment&lt;/td&gt; &lt;td&gt;2.7&lt;/td&gt; &lt;td&gt;17.7&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;95&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Pengantin Bukit Kera&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Indosiar&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Movie: Horror/Mystery&lt;/td&gt; &lt;td&gt;2.7&lt;/td&gt; &lt;td&gt;21.1&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;96&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Sepatu Kaca&lt;/td&gt; &lt;td&gt;SCTV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Series: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;2.6&lt;/td&gt; &lt;td&gt;8.2&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;97&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Asal Plesetan&lt;/td&gt; &lt;td&gt;ANTV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Entertainment: Comedy&lt;/td&gt; &lt;td&gt;2.6&lt;/td&gt; &lt;td&gt;8.3&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;98&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Cinta Pantang Mundur&lt;/td&gt; &lt;td&gt;SCTV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Movie: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;2.6&lt;/td&gt; &lt;td&gt;19.8&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;99&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Cinta Lama Bersemi Kembali&lt;/td&gt; &lt;td&gt;SCTV&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Entertainment: Reality Show&lt;/td&gt; &lt;td&gt;2.6&lt;/td&gt; &lt;td&gt;19.2&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;100&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Idola(R)&lt;/td&gt; &lt;td&gt;RCTI&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Series: Drama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;2.6&lt;/td&gt; &lt;td&gt;19.2&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;p&gt;Berdasar jumlah pembuat program di daftar tersebut, &lt;a href="http://www.sctv.co.id/"&gt;SCTV&lt;/a&gt; memegang posisi tertinggi dengan 33 program, disusul kemudian &lt;a href="http://www.rcti.tv/"&gt;RCTI&lt;/a&gt; (23), &lt;a href="http://www.transtv.co.id/"&gt;Trans TV&lt;/a&gt; (17), &lt;a href="http://www.indosiar.com/"&gt;Indosiar&lt;/a&gt; (12), &lt;a href="http://www.tpi.tv/"&gt;TPI&lt;/a&gt; (11), &lt;a href="http://www.an.tv/"&gt;ANTV&lt;/a&gt; (2), dan &lt;a href="http://www.trans7.co.id/"&gt;Trans 7&lt;/a&gt; (2).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara berdasar stasiun televisinya, RCTI masih memegang dominasi dengan 18,9%, disusul SCTV (14,7%) dan Trans TV (16,2%). TPI, Indosiar, &lt;a href="http://www.lativi.com/"&gt;Lativi&lt;/a&gt;, ANTV, dan &lt;a href="http://www.globaltv.co.id/"&gt;Global TV&lt;/a&gt; menyusul kemudian. Di urutan terakhir secara berturut-turut adalah &lt;a href="http://www.metrotvnews.com/"&gt;Metro TV&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.tvri.co.id/"&gt;TVRI&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sepuluh peringkat teratas ternyata dihuni oleh tayangan sinetron. Tayangan sinetron (&lt;em&gt;drama series&lt;/em&gt;) juga mendominasi daftar tersebut dengan 43%. Bandingkan dengan tayangan berita yang hanya 2%. Portofolio sinetron ternyata masih dipegang oleh SCTV dengan 18 judul, disusul RCTI dengan 15 judul, TPI (7 judul), dan Indosiar (3 judul).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya menyebut fenomena ini sebagai sinetron &lt;em&gt;domination&lt;/em&gt;, atau, mungkin lebih tepatnya &lt;span class="highlight"&gt;sinetron &lt;em&gt;invasion&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;Sinetron dan Plagiarisme&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Entah disadari atau tidak, sinetron yang mendominasi layar kaca di Indonesia sebenarnya &lt;span class="highlight"&gt;merupakan adaptasi (baca: jiplakan) dari berbagai tayangan drama yang populer di negeri asalnya&lt;/span&gt; seperti Korea, Jepang, Taiwan, dan sebagainya. Berikut daftarnya:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;2 Hati (&lt;a href="http://www.spcnet.tv/reviews/review.php?rID=665"&gt;Snow Angel&lt;/a&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Benar-Benar Cinta (&lt;a href="http://wiki.d-addicts.com/Devil_Beside_You"&gt;Devil Beside You&lt;/a&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Benci Bilang Cinta (&lt;a href="http://wiki.d-addicts.com/Goong"&gt;Goong/Princess Hours&lt;/a&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Benci Jadi Cinta (&lt;a href="http://wiki.d-addicts.com/My_Girl"&gt;My Girl&lt;/a&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berani Tampil Beda (&lt;a href="http://wiki.d-addicts.com/The_Magicians_of_Love"&gt;The Magicians of Love/Ai Qing Mo Fa Shi&lt;/a&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bintang (&lt;a href="http://www.geocities.com/gryffindorqueen/hzgg/"&gt;Huan Zhu Ge Ge&lt;/a&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bukan Diriku (Anything for You)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Buku Harian Nayla (&lt;a href="http://www.doramalover.com/news/ichi.htm"&gt;Ichi Rittoru No Namida/1 Litre of Tears&lt;/a&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cincin (Beautiful Days)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cinta Remaja (&lt;a href="http://www.hancinema.net/korean_drama_Sassy_Girl_v__Chun-hyang.php"&gt;My Sassy Girl Choon Hyang&lt;/a&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cowok Impian (&lt;a href="http://wiki.d-addicts.com/It_Started_With_A_Kiss"&gt;It Started With a Kiss&lt;/a&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Darling (&lt;a href="http://www.hancinema.net/korean_drama_My_Name_is_Kim_Sam-soon.php"&gt;My Name is Kim Sam Soon&lt;/a&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dua Hati Satu Cinta (&lt;a href="http://www.imdb.com/title/tt0456796/literature"&gt;Qin Shen Shen Yu Meng Meng&lt;/a&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;I Love You, Boss! (&lt;a href="http://krystalheart.com/brightgirl/"&gt;Bright Girl’s Success Story&lt;/a&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Intan (&lt;a href="http://wiki.d-addicts.com/Be_Strong_Geum_Soon"&gt;Be Strong Geum Soon&lt;/a&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Janji Jaya (&lt;a href="http://www.hancinema.net/korean_drama_My_Name_is_Kim_Sam-soon.php"&gt;My Name is Kim Sam Soon&lt;/a&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Katakan Kau Mencintaiku (&lt;a href="http://wiki.d-addicts.com/Sad_Love_Song"&gt;Sad Love Song&lt;/a&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kawin Muda (&lt;a href="http://www.hancinema.net/korean_movie_My_Little_Bride.php"&gt;My Little Bride&lt;/a&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Liontin (&lt;a href="http://www.spcnet.tv/reviews/review.php?rID=794"&gt;Glass Shoes&lt;/a&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pacarku Besar Sekali - FTV (My Name is Kim Sam Soon)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pangeran Penggoda (&lt;a href="http://wiki.d-addicts.com/Devil_Beside_You"&gt;Devil Beside You&lt;/a&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengantin Remaja (&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/My_Little_Bride"&gt;My Little Bride&lt;/a&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rahasia Pelangi (Love Apart a Moment)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sumpeh Gue Sayang Loe (&lt;a href="http://wiki.d-addicts.com/Smiling_Pasta"&gt;Smiling Pasta&lt;/a&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Siapa Takut Jatuh Cinta (&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Meteor_Garden"&gt;Meteor Garden&lt;/a&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wulan (Term of Endearment)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Termasuk beberapa sinetron yang dibuat dengan meminta lisensi dari pembuat drama aslinya, seperti:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Impian Cinderella (&lt;a href="http://wiki.d-addicts.com/Prince_turns_to_Frog"&gt;Prince Who Turns into Frogs&lt;/a&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kau Masih Kekasihku (&lt;a href="http://krystalheart.com/dolphin-bay/"&gt;At the Dolphin Bay&lt;/a&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyihir Cinta (Magician of Love)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Putri Kembar (&lt;a href="http://wiki.d-addicts.com/100%25_Senorita"&gt;100% Senorita/Twins&lt;/a&gt;)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Ada yang berani memasang soal ini di koran nasional?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Atau setidaknya mengajukan proposal ke &lt;a href="http://www.muri.org/"&gt;MURI&lt;/a&gt; dengan predikat penjiplak sinetron terbanyak?&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;Lebih Baik Menjiplak daripada Membuat&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Secara ekonomis, &lt;span class="highlight"&gt;menjiplak jelas lebih murah daripada memproduksi sendiri&lt;/span&gt;. Menjiplak tidak melibatkan unsur kreativitas, idealisme, risiko pasar, dan pengorbanan waktu dan tenaga yang begitu besar. Dibanding film yang berkualitas, membuat sinetron membutuhkan biaya tak lebih dari Rp 500-Rp700 juta. &lt;a href="http://www.kapanlagi.com/h/0000133861.html"&gt;Dunia Tanpa Koma (DTK)&lt;/a&gt; yang termasuk bagus saja menelan tak kurang dari Rp 800 juta.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalau dilihat sepintas, produsen sinetron plagiat terbesar adalah &lt;a href="http://www.sinemart.com/"&gt;Sinemart&lt;/a&gt;. Kemudian disusul &lt;em&gt;production house&lt;/em&gt; lain seperti &lt;a href="http://www.mdentertainment.net/"&gt;MD Entertainment&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.multivisionplus.com/"&gt;Multivision&lt;/a&gt;, Frame Ritz, &lt;a href="http://www.sorayaintercinefilms.com/sceneinside.asp?id=3"&gt;Soraya Intercine&lt;/a&gt;, dan seterusnya. Tapi konyolnya, di ending creditnya mereka menyatakan “Cerita ini bla.. bla.. adalah fiktif/karangan. Apabila terdapat kesamaan nama, tokoh, alur cerita, bla.. bla.. adalah kebetulan semata.” &lt;em&gt;Very funny.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://priyadi.net/archives/2006/12/20/buku-harian-nayla-dan-plagiarisme/"&gt;Buku Harian Nayla&lt;/a&gt;, misalnya. Dialog pemainnya, adegannya, 90% lebih sama persis dengan Ichi Rittoru No Namida/1 Litre of Tears — kecuali kualitas pemainnya yang (maaf) amatiran dan nyaris tanpa ekspresi. Film bagus yang “diadaptasi” jadi sampah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aslinya, dorama ini diangkat dari kisah nyata berdasar buku harian Kitou Aya, yang berjuang menghadapi penyakit &lt;em&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Spinocerebellar_ataxia"&gt;Spinocerebellar Degeneration&lt;/a&gt;&lt;/em&gt; yang dideritanya sejak umur 14 tahun sampai ia meninggal saat umur 25 tahun. Penuh air mata? Ya. Ichi Rittoru No Namida juga banyak menyimpan adegan menyentuh yang sangat indah. Di &lt;em&gt;ending credit&lt;/em&gt; juga diperlihatkan foto asli Aya, diiringi lagu Only Human dari K, yang makin membuat sedih.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Contoh lain, &lt;a href="http://www.rcti.tv/sinetron/index.php?kode=75"&gt;Benci Jadi Cinta&lt;/a&gt;, juga sangat persis dengan My Girl. Sinetron ini menceritakan cewek ABG yang centil dan pandai berakting. Suatu ketika, cewek tersebut (Zouyulin) tinggal serumah dengan si cowok (Gongcan) untuk berpura-pura sebagai sepupunya yang lama menghilang. Tujuannya adalah untuk menyelamatkan kakek yang sedang sakit parah. Tapi lama kelamaan, timbul rasa cinta di antara keduanya — klise. Bedanya, di My Girl cewek keduanya adalah pemain tenis, sementara di Benci Jadi Cinta diganti sebagai pemain bulutangkis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adik saya bilang, sinetron &lt;a href="http://www.sctv.co.id/view/114,15782,1,0,1166653026.html"&gt;Gue Sihir Lu&lt;/a&gt; (Nia Ramadhani) yang bercerita tentang penyihir juga diadaptasi dari komik serial cantik “Throbbing Tonight”, yang bercerita tentang Ranze dan Makabe, anak raja setan yang dibuang ke bumi. Juga sinetron &lt;a href="http://www.sctv.co.id/view/114,11708,,0,1.html"&gt;Si Yoyo&lt;/a&gt; yang ternyata adaptasi dari film India (maaf, saya lupa judulnya).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Update:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sinetron Sissy, Putri Duyung, yang ditayangkan setiap hari Senin jam 19.00 sebagian besar meniru film produksi luar negeri yang berjudul Aquamarine. Kedua film ini menceritakan tentang seorang putri duyung yang tiba-tiba berubah menjadi manusia dan jatuh cinta pada manusia. Info via &lt;a href="mailto:nthee_poenya@yahoo.co.id"&gt;nthee&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sinetron Olivia ternyata juga jiplak dari film barat remaja She’s The Man yang diperankan Amanda Bynes. Cinderela Boy juga dari drama taiwan Hanazakarino Kimitachihe. Info via &lt;a href="mailto:rhee_naa84@yahoo.com"&gt;rina&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sinetron Candy juga merupakan adaptasi/jiplakan komik/anime lawas berjudul Candy-Candy. Info via &lt;a href="http://www.vector4gift.com/"&gt;Ira&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Film Guruku Idolaku yang tayang di RCTI pukul 16.00 ceritanya mirip dengan kartun anime Gokusen. Beberapa sketsa Extravaganza ABG (yang sudah lama nggak beredar) persis dengan sketsa komedi All That di Nickelodeon. Info via Dita.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kalau Anda bisa mengkonfirmasi dan/atau menambah daftar tersebut di atas, silakan &lt;a href="http://nofieiman.com/contact/"&gt;kontak&lt;/a&gt; ke saya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;h3&gt;Bagaimana Sinetron Menjajah Dunia&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Pertanyaannya sekarang, mengapa sinetron bisa begitu meraja lela? Kalau menurut saya:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Masyarakat Indonesia secara umum &lt;span class="highlight"&gt;belum bisa menilai mutu/kualitas suatu tayangan dengan akurat&lt;/span&gt;. Misalnya, banyak tayangan asing yang sangat laku di negara asalnya tetapi justru jeblok &lt;em&gt;rating&lt;/em&gt;nya ketika ditayangkan di Indonesia. Begitu juga sebaliknya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Banyak masyarakat kita yang menonton televisi hanya untuk &lt;em&gt;pleasure&lt;/em&gt;, menghibur diri. Apalagi kaum pria, yang kebanyakan menonton hanya untuk menghibur mata — selain mencari informasi dan tayangan olahraga (sepakbola).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penonton dari &lt;a href="http://nofieiman.com/2005/04/ses-socio-economic-status/"&gt;strata kelas&lt;/a&gt; menengah atas yang “sulit dibohongi” oleh sinetron-sinetron murahan seperti Anda, mungkin lebih &lt;em&gt;prefer &lt;/em&gt;untuk membaca, &lt;em&gt;surfing &lt;/em&gt;internet, menonton DVD, bermain &lt;em&gt;console game&lt;/em&gt;, atau &lt;em&gt;hang out&lt;/em&gt; sebagai sarana hiburan. Kalaupun menonton televisi, pasti menggunakan satelit/TV kabel yang pilihannya jauh lebih beragam dan berkualitas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ujung-ujungnya, sinetron akan kian diminati, permintaan pasar terus bertumbuh, dan pembodohan masal terus bergulir. &lt;a href="http://layarperak.com/news/articles/2006/index.php?id=1138392831"&gt;Lingkaran setan yang tiada berujung.&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Saya tidak bermaksud syirik dengan Raam Punjabi yang kian &lt;em&gt;tajir &lt;/em&gt;karena dagangannya laris manis di pasaran. Saya juga tidak bermaksud menyalahkan orang-orang &lt;em&gt;production house&lt;/em&gt; yang mungkin menyangka bahwa orang-orang kita tidak pernah menonton serial luar. Barangkali memang mereka berniat membuat karya bermutu, namun terpaksa harus &lt;a href="http://www.ceritanet.com/87film.htm"&gt;realistis dan mengikuti selera pasar&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masalahnya, &lt;span class="highlight"&gt;sinetron sebenarnya mengajarkan kita dengan hedonisme dan mengajak kita untuk bermimpi tentang gaya hidup yang serba wah&lt;/span&gt;. Lebih parah lagi, televisi ditonton mayoritas oleh kalangan kurang terpelajar, ibu-ibu rumah tangga, atau pembantu yang butuh waktu lama untuk menyadari bahwa mereka sedang &lt;em&gt;dikibulin&lt;/em&gt; dengan impian kalangan atas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Begitulah selera mereka. Mereka gampang terbuai dengan kemewahan, berkhayal menjadi orang kaya, bermimpi dipersunting pangeran kaya dan tampan, membayangkan memperistri wanita cantik dan seksi, memiliki rumah mewah dan mobil belasan, dan sebagainya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hasilnya, kebanyakan orang Indonesia lebih suka berkhayal. &lt;a href="http://www.anggun.com/"&gt;Anggun&lt;/a&gt; pernah menjawab “bermimpi” sebagai kunci sukses karirnya saat ini. &lt;span class="highlight"&gt;Tapi &lt;em&gt;put it into action&lt;/em&gt;-lah yang membuat perbedaan.&lt;/span&gt; Antara pemenang dan pecundang. Antara kesuksesan dan fantasi tak berujung.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya yakin Anda mungkin bisa melindungi dari serangan sinetron yang bertubi-tubi. Tapi bagaimana dengan jutaan penduduk Indonesia lainnya?&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;Bahaya Laten Sinetron&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Sampai kapan fenomena ini bertahan? Sulit ditentukan. Selama jumlah penontonnya masih &lt;em&gt;bejibun&lt;/em&gt;, selama &lt;em&gt;production house&lt;/em&gt; masih produktif memproduksi (baca: menjiplak), dan sampai kita masih belum tersadarkan diri, fenomena ini masih akan berlangsung lama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yang jelas, kalau fenomena ini dibiarkan berlarut-larut, serial bagus dan membumi seperti &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bajaj_Bajuri"&gt;Bajaj Bajuri&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://www.rcti.tv/sinetron/index.php?kode=64"&gt;Office Boy&lt;/a&gt; mungkin akan segera punah. Sinetron berkualitas seperti &lt;a href="http://www.kapanlagi.com/h/0000133861.html"&gt;Dunia Tanpa Koma (DTK)&lt;/a&gt; bakal tak laku lagi. Tayangan berita seperti &lt;a href="http://www.liputan6.com/"&gt;Liputan 6&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.metrotvnews.com/kategori2.asp?id=82"&gt;Headline News&lt;/a&gt; mungkin akan segera dilikuidasi. Pembuat film/FTV indie mulai menggadaikan idealismenya. Divisi &lt;em&gt;in-house production&lt;/em&gt; akan di&lt;em&gt;merger&lt;/em&gt;. Pimpinan kreatif berganti nama menjadi pimpinan &lt;em&gt;copy-paste&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan setiap televisi akan berlomba-lomba menayangkan sinetron setiap saat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa semua yang menonton sinetron sama sekali tidak cerdas. Namun, sebelum perekonomian bangsa ini benar-benar pulih sehingga bisa menciptakan generasi intelek yang bisa menyadari bahwa dirinya sedang ditipu sinetron-sinetron tersebut, saya cuma bisa menyarankan, &lt;span class="highlight"&gt;mari kita sama-sama untuk tidak menonton sinetron&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[&lt;strong&gt; BC Blog Competition – KE&lt;/strong&gt;]&lt;/p&gt;&lt;p&gt;http://nofieiman.com/2006/12/sinetron-indonesia-dan-pembodohan/&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6298607674717903843-6625233256747927803?l=labelisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://labelisasi.blogspot.com/feeds/6625233256747927803/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6298607674717903843&amp;postID=6625233256747927803' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/6625233256747927803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/6625233256747927803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://labelisasi.blogspot.com/2008/10/sinetron-indonesia-dan-pembodohan.html' title='Sinetron Indonesia dan Pembodohan'/><author><name>Ruswandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16371990105014928362</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_51SNQTEuWC4/SFp51ipLOjI/AAAAAAAAAA4/k69X11uTauc/S220/gue.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6298607674717903843.post-3046676746232335226</id><published>2008-10-17T20:21:00.000-07:00</published><updated>2009-07-26T00:27:43.511-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kartun'/><title type='text'>POKEMON HAKIKAT DAN DAYA RUSAKNYA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.trickfilmwelt.de/pokemon_serie.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px;" src="http://www.trickfilmwelt.de/pokemon_serie.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Syaikh Abu Ubaidah Masyhur bin Hasan Al-Salman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa amat disesalkan, bahwa di tengah kaum Muslimin dan di negeri-negeri Islam telah tersebar luas pelbagai cara haram untuk mendapatkan uang, di antaranya cara Riba, perdagangan barang-barang haram seperti perdagangan narkoba dan minuman keras. Juga jual beli rokok, penimbunan barang dagangan, suap menyuap dan banyak cara-cara haram lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara cara haram untuk mencari uang adalah perjudian dengan berbagai bentuk, cara dan permainannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boneka kartun Pokemon telah (benar-benar) menguasai pemikiran banyak kelompok orang. Bahkan kartun Pokemon ini sudah menjadi satu-satunya bagi mereka dalam dunia permainan. Boneka kartun ini muncul di Jepang semenjak kurang lebih tiga tahun lalu. Semula dimainkan dalam bentuk permainan elektronik, kemudian berkembang menjadi filam-film kartun [1]. Kemudian berkembang lagi menjadi majalah-majalah kartun humor, dan selanjutnya menjadi permainan kartu-kartu yang dipertukarkan. Akhirnya yayasan penerbit boneka-boneka kartun ini, dalam waktu relatif singkat, menjadi yayasan milyarder yang bisa memetik kenikmatan dari masyarakat luas di segenap penjuru dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang kemudian menambah suasana semakin seru setelah permainan kartun ini semakin tenar, ialah (berpacunya) banyak perusahaan untuk menempelkan gambar-gamnbar para tokoh kartun ini, lengkap dengan berbagai bentuk dan nama-namanya, pada barang produk mereka (yang berupa pakaian, chocolate, minuman-minuman ber-gas dan lain-lain). Harapan mereka dengan menempelkan gambar-gambar itu, akan dapat memetik keuntungan materi besar-besaran sekalipun harus dibayar dengan kerugian sekolah anak-anak, pendidikan dan tingkah laku mereka. Khususnya kehidupan anak-anak yang masih polos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga kemudian, dibanyak kota di dunia, didirikan agen-agen distributor milik perusahaan yang memproduksi mainan kartun ini. Agen-agen itu selanjutnya menyebarkan komik-komik, jurnal-jurnal cerita dan kaset-kaset video. Beberapa stasiun televisi-pun ikut serta menyebar luaskan program-program mereka. Bahkan mereka membuat situs-situs di jaringan internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang kemudian menambah suasana semakin seru setelah permainan kartun ini semakin tenar, ialah (berpacunya) banyak perusahaan untuk menempelkan gambar-gamnbar para tokoh kartun ini, lengkap dengan berbagai bentuk dan nama-namanya, pada barang produk mereka (yang berupa pakaian, chocolate, minuman-minuman ber-gas dan lain-lain). Harapan mereka dengan menempelkan gambar-gambar itu, akan dapat memetik keuntungan materi besar-besaran sekalipun harus dibayar dengan kerugian sekolah anak-anak, pendidikan dan tingkah laku mereka. Khususnya kehidupan anak-anak yang masih polos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga kemudian, dibanyak kota di dunia, didirikan agen-agen distributor milik perusahaan yang memproduksi mainan kartun ini. Agen-agen itu selanjutnya menyebarkan komik-komik, jurnal-jurnal cerita dan kaset-kaset video. Beberapa stasiun televisi-pun ikut serta menyebar luaskan program-program mereka. Bahkan mereka membuat situs-situs di jaringan internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu merupakan keharusan untuk menyebarkan tulisan ilmiah khusus yang dapat memutus perkataan-perkataan tanpa ilmu dan dapat menjelasakan sejauh mana bahayanya kartun Pokemon ini serta bahaya-bahaya lain yang mengikutinya terhadap anak-anak sekaligus juga orang-orang tua dalam berbagai segi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah hasil usaha kami -usaha yang baru sedikit- untuk mengungkap masalah seputar Pokemon secara ringkas sesuai dengan informasi dan data-data yang bisa kami kumpulkan, dan bagaimana sikap syar'iat terhadapnya, baik secara amanat maupun secara agama. (Semua ini dalam rangka) memberikan pelayanan terhadap umat dan generasi Islam yang tengah tumbuh, dengan senantiasa memohon kepada Allah 'Azza wa Jalla agar Dia menjadikan hasil kerja kami ini menambah bobot timbangan ama-amal hasanat kami pada hari dimana harta dan anak-anak tidak bermanfaat, kecuali orang yang datang menghadap Allah dengan membawa hati yang saliim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ARTI KATA POKEMON&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Pokemon dalam bahasa Inggris merupakan singkatan dari dua kata ; yaitu (Poke) yang merupakan singkatan dari kata (Pocket), artinya : kantong/saku. Dan kata (Mon) yang merupakan singkatan dari kata (Monster), artinya ; Monster. Jadi artinya ialah Monster Saku. Maksudnya merupakan ungkapan betapa kecilnya monster-monster ini hingga dapat terwadahi oleh saku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun nama Pikachu yang merupakan tokoh termasyhur dalam kartun ini, juga terbentuk dari dua kata : (Pika) dalam bahasa Jepang menunjukkan makna bersinar. Sedangkan kata (Chu) merupakan ungkapan tentang suara-suara yang keluar dari mulut tikus. mengapa dinamakan Pikachu ? Sebab (tokoh ini) memang bentuknya seperti tikus yang bersenjatakan sengatan listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kata-kata (Charmander) menunjukkan makna : api yang menyala/membakar. Diambil dari kata bahasa Inggris (Char). Sedangkan kata (Amander) adalah sebuah kata yang memberikan isyarat pada sebuah binatang semacam kadal yang menyerupai api menyala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan ini disebutkan oleh Atase Kebudayaan Jepang di Yordania : Kuji Taharo, sebagaiman yang ditulis oleh koran Yordania ar-Ra'yu pada edisi tanggal 4/4/2001. Dari keterangan ini, tampaklah kesalahan orang-orang yang menganggap bahwa arti Pokemon menurut bahasa Suryani adalah "Saya Yahudi", atau makna-makna lain yang senada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majalah New York Times pada edisi tanggal 26 Maret 2001 menyebutkan ungkapan juru bicara produsen kartun ini di Tokyo yang identitasnya disembunyikan ; bahwa ia mengingkari kalau perusahaan menggunakan syi'ar-syi'ar keagamaan dalam produk-produknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kata-kata (Charmander) menunjukkan makna : api yang menyala/membakar. Diambil dari kata bahasa Inggris (Char). Sedangkan kata (Amander) adalah sebuah kata yang memberikan isyarat pada sebuah binatang semacam kadal yang menyerupai api menyala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan ini disebutkan oleh Atase Kebudayaan Jepang di Yordania : Kuji Taharo, sebagaiman yang ditulis oleh koran Yordania ar-Ra'yu pada edisi tanggal 4/4/2001. Dari keterangan ini, tampaklah kesalahan orang-orang yang menganggap bahwa arti Pokemon menurut bahasa Suryani adalah "Saya Yahudi", atau makna-makna lain yang senada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majalah New York Times pada edisi tanggal 26 Maret 2001 menyebutkan ungkapan juru bicara produsen kartun ini di Tokyo yang identitasnya disembunyikan ; bahwa ia mengingkari kalau perusahaan menggunakan syi'ar-syi'ar keagamaan dalam produk-produknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASAL-USUL POKEMON&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boneka kartun Pokemon berasal dari gagasan seorang laki-laki Jepang bernama Satushi Tajiri. Ia merupakan orang yang gemar mengumpulkan binatang-binatang serangga. Kemudian ia berkhayal bahwa dunia akan diserbu oleh serangga-serangga ini dan oleh binatang-binatang aneh dari angkasa luar dalam jumlah yang sangat banyak dan kemudian ditemukan oleh manusia. Terus pada gilirannya binatang-binatang ini berkembang dan meningkat menjadi lebih sempurna dengan keluarnya anggota-anggota tubuh yang baru. Kemudian sebuah perusahaan raksasa Jepang bernama Nintendo mengadopsi gagasan iu dengan memproduksi mainan-mainan elektronik dan mengembangkannya menjadi (kartun) monster-monster kecil ukuran saku yang (menurut gagasan mereka -pen) memiliki kekuatan ajaib untuk bertempur. Lalu tersebarlah mainan-mainan ini secara signifikan pada akhir tahun sembilan puluhan hingga menguasai seluruh penjuru dunia ; dalam bentuk mainan elektronik, film-film kartun, film-film hidup, komik-komik, jurnal-jurnal cerita dan (bahkan sampai) di situs-situs internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara permainannya lagi ada yang mudah, yang tersimpulkan pada penguasaan terhadap kartu khusus yang berisi (gambar-gambar) monster tertentu dengan kekuatan ajaib tertentu. Tujuan (permainan ini) adalah meraih keuntungan dengan mengumpulkan kartu sebanyak mungkin. Sementara itu, kartu-kartu yang berisi monster-monster yang memiliki kemampuan lebih dan berbahaya (dibedakan dengan isi gambar-gambarnya yang bernomor khusus, kode dan isyarat), dijual dengan harga lebih mahal.Anak-anak kecil beradu dan berlomba mendapatkannya. Anak yang menang adalah yang di anggap dapat mengalahkan kartu lawannya. Maka ia berhak mendapatkan kartu-kartu lawannya, atau lawan harus menebusnya dengan uang. (Kemenangan dalam permainan jenis kedua) ini terjadi semata-mata karena nasib dan kebetulan, tidak perlu kemahiran apa-apa selain bisa membayar harga kartu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permainan (Pokemon) ini tidak akan ada habis-habisnya kecuali jika Allah menghendaki, sebab selalu diciptakan pembaharuan dan pengembangan tokoh-tokoh monster yang baru dan selalu diciptakan lahan-lahan adu permainan yang baru pula, secara besar-besaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAL-HAL YANG TERLARANG SECARA SYARI'AT DALAM POKEMON&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1]. Syirik dan Merusak Aqidah Muslim&lt;br /&gt;Hal yang tidak perlu diragukan lagi, bahwa mengadakan makhluk hidup khayali yang fiktif -apalagi memiliki keistimewaan serta kemampuan luar biasa dan ajaib- termasuk gagasan (pemikiran) paling rusak yang dapat meracuni akal anak-anak. Bahkan disana terdapat propaganda bagi adanya hal-hal luar biasa yang menyamai -bahkan mengungguli- mu'jizat para nabi. Ini akan membuat seorang anak mempercayai kekuatan ajaib tersebut dan memberikan pembelaan terhadap adanya kekuatan itu. Semua ini jelas termasuk perusakan terhadap aqidah anak-anak yang masih fitrah dan lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sana -sebagai tambahan lagi- juga terdapat unsur tantangan terhadap kekuasaan al-Khaliq Azza wa Jalla dan ingin menyaingi ketentuan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Na'udzu billah. Ini semua jelas bertentangan dengan Aqidah Islamiyah yang shahih dan bertentangan dengan manhaj pendidikan yang lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang juga mengkhawatirkan dan lebih berbahaya lagi ialah bahwa mainan-mainan, selamanya menunjukkan sesuatu kultur. Pokemon juga menawarkan suatu kultur. Tetapi ia merupakan kultur (budaya) khayalan yang menyapu bersih anak-anak di seluruh dunia. Ia adalah kultur yang jauh dari fitrah anak-anak bukan muslim, dan jauh dari aqidah serta kultur anak-anak Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ia adalah suatu bentuk miniatur budaya, sebab dengan merajalelanya kartun-kartun Pokemon ke seluruh dunia, akan menjadikan anak-anak berfikir dengan satu pola fikir yang sama dan akan bermain dengan bentuk mainan yang sama. Sekan-akan Pokemon tengah menyiapkan anak-anak kemudian membinanya menuju prilaku-prilaku dan nilai-nilai yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan suatu bentuk eksperimen mania yang mengabaikan banyak hal lain, sehingga anda lihat kartun-kartun Pokemon itu dapat mengikat para orang tua dan mengeluarkan mainan-mainan anak-anak mereka lepas dari pengendalian mereka. Pada gilirannya menghapuskan dinding pembatas antara Pokemon dengan anak-anak. Dan jadilah akhirnya kartun-kartun ini mengendalikan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2]. Bohong Terang-Terangan Kepada Anak Kecil dan Membuat Sesuatu yang Membahayaknnya.&lt;br /&gt;Ini terjadi melalui penayangan benda-benda dan makhluk-makhluk fiktif yang mempunyai kemampuan ajaib, tetapi yang sesungguhnya tidak ada. Ini akan mendorong dan memotivasi anak-anak untuk mempercayau hal-hal semacam itu. Dan itu jelas merupakan kebohongan terang-terangan serta merupakan perusakan terhadap akan dan imajinasi anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya mainan anak-anak itu sendirilah yang menentukan (mengendalikan) mainannya. Tetapi hal itu tidak terjadi pada POKEMON. Bahkan sebaliknya yang terjadi. Sebab (dalam Pokemon) justru Pokemonlah yang menentukan, mengendalikan dan mengarahkan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3]. Teori Evolusi yang Sesat&lt;br /&gt;Terfahami melalui pekembangan evolutif monster-monster kecil yang memiliki kemampuan ajaib ini dengan sendirinya. Ini sejalan dengan teori Darwin yang kufur dan batil, yang menyatakan adanya perkembangan dan peningkatan makhluk dengan sendirinya, serta meniadakan keterlibatan al-Khaliq Subhanahu wa Ta'ala dalam perkembangan itu. Dan ini adalah kekafiran yang jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari majalah as-Sunnah Edisi 07/Tahun V/1422H/2001M, hal 62-64. Terjemahan dari Tabloid mingguan al-Furqan Edisi 145, Ahad 21 Mei 2001 terbitan Kuwait, diterjemahkan oleh Ahmas Faiz.]&lt;br /&gt;http://www.indonesiaindonesia.com/f/4849-hukum-pokemon-hakekatnya-bag-1-a/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6298607674717903843-3046676746232335226?l=labelisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://labelisasi.blogspot.com/feeds/3046676746232335226/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6298607674717903843&amp;postID=3046676746232335226' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/3046676746232335226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/3046676746232335226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://labelisasi.blogspot.com/2008/10/pokemon-hakikat-dan-daya-rusaknya.html' title='POKEMON HAKIKAT DAN DAYA RUSAKNYA'/><author><name>Ruswandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16371990105014928362</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_51SNQTEuWC4/SFp51ipLOjI/AAAAAAAAAA4/k69X11uTauc/S220/gue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6298607674717903843.post-1958756406322298992</id><published>2008-10-17T20:00:00.001-07:00</published><updated>2009-07-26T00:27:11.752-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seni'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komunikasi'/><title type='text'>Seni Cara Berterima Kaih pada Orang Lain</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.freewebs.com/deiboy/image/salam.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px;" src="http://www.freewebs.com/deiboy/image/salam.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;T&lt;/span&gt;idaklah cukup bagi kita untuk merasa berterima kasih dan menghargai orang lain. Kita harus menunjukkan rasa terima kasih dan penghargaan itu kepada mereka yang pantas menerimanya. Mengapa? Karena kodrat manusialah bagi semua orang untuk menyukai dan menanggapi mereka yang menunjukkan rasa terima kasih dan penghargaan kepada mereka. Mereka menanggapinya dengan memberi jauh lebih besar. Nah disini ada beberapa macam Seni untuk mengatakan "Terima Kasih" pada orang, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Ketika kita mengatakan terima kasih, katakan dengan sungguh-sungguh&lt;/span&gt;. Bersikaplah tulus ketika kita berterima kasih pada orang. Orang akan tahu bila kita secara tulus menghargai mereka, mereka juga tahu bila kita tidak tulus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Katakanlah dengan jelas dan tanpa ragu&lt;/span&gt;. Ketika berterima kasih pada orang, jangan menggumam, berbisik, atau mengucapkannya dengan sepintas lalu. Katakan terima kasih seolah-olah kita senang mengatakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Pandanglah orang yang kita beri ucapan terima kasih&lt;/span&gt;. Terimakasih mempunyai arti yang jauh lebih besar ketika kita mengatakannya sambil memandang orang itu. Siapapun berharga untuk mendapatkan ucapan terima kasih, juga berharga untuk dipandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Sebutlah namanya saat berterima kasih&lt;/span&gt;. Berikan nuansa pribadi dalam ucapan terima kasih kita dengan nama. Sungguh berbeda mengucapkan "terima kasih, Pak Budi (contohnya)" daripada mengucapkan "terimakasih" aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Bekerja dengan berterima kasih pada orang&lt;/span&gt;. Ini berarti mengamati peluang untuk memperlihatkan pujian kita. Orang biasa akan berterima kasih pada apa yang kelihatan - orang diatas rata-rata berterima kasih pada yang tidak begitu bisa dilihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesederhana seperti aturan diatas, sangat sedikit teknik yang lebih penting dalam relasi manusiawi daripada kemampuan untuk secara tepat berterima kasih pada orang. Ini akan menjadi aset besar bagi kita seumur hidup.&lt;br /&gt;Sumber: Buku Skill with People&lt;br /&gt;http://ugiq.blogspot.com/2008/08/cara-terampil-untuk-berterima-kasih.html&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6298607674717903843-1958756406322298992?l=labelisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://labelisasi.blogspot.com/feeds/1958756406322298992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6298607674717903843&amp;postID=1958756406322298992' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/1958756406322298992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/1958756406322298992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://labelisasi.blogspot.com/2008/10/seni-cara-berterima-kaih-pada-orang.html' title='Seni Cara Berterima Kaih pada Orang Lain'/><author><name>Ruswandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16371990105014928362</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_51SNQTEuWC4/SFp51ipLOjI/AAAAAAAAAA4/k69X11uTauc/S220/gue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6298607674717903843.post-8824427881697908670</id><published>2008-10-10T05:57:00.000-07:00</published><updated>2009-07-26T00:51:50.117-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amerika'/><title type='text'>Benarkah George W. Bush Berdarah Yahudi?</title><content type='html'>&lt;div class="garis-bawah"&gt;     &lt;p&gt;&lt;em&gt;Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pak, saya pernah membaca di beberapa artikel jika keluarga Bush merupakan keluarga berdarah Yahudi. Saya ingin konfirmasi ke Bapak, benarkah itu?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Wassalamu’alaikum warahmatulahi wabarakatuh. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;&lt;b&gt;    MF. Muharam, Jakarta    &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;     &lt;/div&gt;      &lt;h3 style="border-bottom: 1px solid rgb(204, 204, 204);"&gt;Jawaban&lt;/h3&gt;     &lt;p&gt;&lt;em&gt;Wa’alaikumusalam warahmatullahi wabarakatuh, &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Yang Anda maksud mungkin artikel dari Texe Marrs berjudul &lt;em&gt;“George W. Bush, Zionist Double Agent, American Traitors”&lt;/em&gt; (&lt;a href="http://www.texemarrs.com/"&gt;texemarrs.com&lt;/a&gt;). Situs ini dalam rubrik ‘Tahukah Anda’ (Selasa, 23 Oktober 2007) juga pernah menuliskan hal tersebut dengan judul “Dinasti Bush Ternyata Berdarah Yahudi”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam tulisan tersebut dipaparkan hasil penelusuran yang dilakukan oleh investigator indepen AS bernama Texe Marrs selama enam tahun terhadap garis darah keluarga Bush. Dan hasilnya ternyata mengagetkan: Bush memang keluarga berdarah Yahudi. Silakan klik alamat ini: &lt;a href="http://www.eramuslim.com/berita/tha/7a23174458-dinasti-bush-ternyata-berdarah-yahudi.htm"&gt;eramuslim.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika melihat sepak terjang Bush, baik Bush Senior maupun Bush yang presiden AS sekarang, terlebih moyangnya yang bernama George Washington Bush merupakan orang Amerika pertama yang menjelek-jelekkan Rasulullah SAW lewat sebuah buku di abad ke-18 Masehi, maka bukan hal yang mustahil jika temuan Marrs tersebut benar. Kekristenan Bush jr yang di AS dianggap sebagai ‘kelahiran kembali sebagai seorang Kristen’ memang sesungguhnya hanya kedok atau topeng dari Bush jr sendiri untuk mendapat dukungan dari rakyat AS atas segala tindak-tanduknya, &lt;em&gt;wabilkhusus&lt;/em&gt; dalam membela kepentingan Zionis-Israel. Bukan rahasia umum lagi jika dikatakan bahwa Bush jr merupakan pelayan setia kepentingan Zionis-Israel, lebih dari presiden AS manapun yang ada dalam sejarah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi, benarkah keluarga Bush adalah keluarga Yahudi? Saya meyakini hal tersebut dengan melihat sepak terjangnya selama ini, juga temuan dari Marrs yang menguatkannya. &lt;em&gt;Wallahu’alam bishawab.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;em&gt;Wassalamu’alaikum warahmatulahi wabarakatuh&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;http://www.eramuslim.com/konsultasi/konspirasi/benarkah-george-w-bush-berdarah-yahudi.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6298607674717903843-8824427881697908670?l=labelisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://labelisasi.blogspot.com/feeds/8824427881697908670/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6298607674717903843&amp;postID=8824427881697908670' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/8824427881697908670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/8824427881697908670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://labelisasi.blogspot.com/2008/10/benarkah-george-w-bush-berdarah-yahudi.html' title='Benarkah George W. Bush Berdarah Yahudi?'/><author><name>Ruswandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16371990105014928362</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_51SNQTEuWC4/SFp51ipLOjI/AAAAAAAAAA4/k69X11uTauc/S220/gue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6298607674717903843.post-1433025315487568990</id><published>2008-10-10T05:52:00.000-07:00</published><updated>2009-07-26T00:31:04.491-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kartun'/><title type='text'>The Legend of Aang</title><content type='html'>&lt;div class="garis-bawah"&gt;     &lt;p&gt;&lt;em&gt;Assalamu'alaikum wr wb&lt;/em&gt;,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ana pernah dengar bahwa kartun "Avatar: The Legend of Aang" yang masih tayang di suatu TV swasta nasional itu sebenarnya mengisahkan tentang juru selamat umat Yahudi, yaitu Dajjal.Apakah hal itu benar mengingat kartun ini cukup banyak fansnya mulai dari anak-anak hingga dewasa.Bahkan ana juga menyukainya, ustadz?Apakah di dalam kartun ini juga ada doktrinasi secara tidak langsung? Mohon penjelasannya. Jazakalloh khoiron katsir&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;assalamu'alaikum wr wb&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;&lt;b&gt;    Nisa    &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;     &lt;/div&gt;      &lt;h3 style="border-bottom: 1px solid rgb(204, 204, 204);"&gt;Jawaban&lt;/h3&gt;     &lt;p&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;img src="http://www.eramuslim.com/fckfiles/image/avatar.jpg" alt="" width="80" align="left" height="90" /&gt;Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Film kartun Avatar: Legend of the Aang (di AS namanya Avatar: The Last Bender) merupakan salah satu film kartun yang paling banyak peminatnya, bukan saja di Indonesia namun juga di negara-negara lain. Dari anak-anak yang jika bicara saja masih susah, sampai bapak-bapak yang beberapa rambutnya sudah mulai memutih. Hanya saja, saya belum pernah mendengar ada kakek-kakek yang suka nonton Avatar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Serial film kartun Avatar banyak mengadopsi seni budaya, adat istiadat, dan mitologi dari benua Asia dalam penciptaan fiksinya. Avatar juga mencampur filosofi, bahasa, agama, seni bela diri, pakaian, dan budaya dari negara-negara Asia seperti Cina, Jepang, Mongolia, Korea, India, dan Tibet. Hal ini bisa dimungkinkan sebab kru dari film seri Avatar sendiri mempekerjakan konsultan budaya, Edwin Zane, untuk memeriksa naskah cerita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Secara etimologi, istilah Avatar berasal dari bahasa Sansekerta (Avatāra) yang secara harfiah berarti "turun", atau dalam pengertian luas berarti “Datangnya Ratu Adil”, seperti halnya Maranatha dalam paham Katolik. Dalam mitologi Hindu, para dewa memanifestasikan dirinya sebagai manusia super dengan turun menjelma ke dunia untuk mengembalikan keseimbangan di muka bumi, setelah mengalami zaman kejahatan yang teramat sangat. Penjelmaan dewa inilah, sang penyelamat terakhir, yang disebut sebagai Sang Avatar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Belakangan, ada yang menyatakan serial Avatar memuat misi tersembunyi untuk kepentingan Sang Dajjal. Sangat mungkin, penilaian ini berangkat dari pengakuan Sai Baba, manusia nyentrik dari Khurasan yang dianggap sebagian orang sebagai penjelmaan Dajjal di abad ke-21, yang memang mengaku sebagai Avatar (Sang Penyelamat). Benar tidaknya Sai Baba seorang Dajjal, &lt;i style=""&gt;wallahu’alam bishawab&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada pun mengenai misi tersembunyi dari serial kartun Avatar, hal ini bisa benar dan bisa pula tidak. Namun mengingat Avatar termasuk dalam film kartun jaringan Holywood (Nickelodeon), agaknya memang perlu dikritisi lebih lanjut. Sebab, film-film produksi Hollywood memang tidak pernah bebas nilai, selalu saja mengandung isme-isme yang aneh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wes Penre, salah satu tokoh artis AS yang ‘membangunkan’ kelompok musik cadas di AS di era 1980-an, menyatakan jika serial-serial &lt;i style=""&gt;besutan&lt;/i&gt; Walt Disney yang di luaran sepertinya aman-aman saja dipirsa sebenarnya mengandung pengajaran kepada anak-anak kecil tentang dunia magis dan ilmu hitam yang membahayakan keimanan. Wes Penre sudah bertobat dan kini giat melakukan pencerahan kepada khalayak AS dan dunia tentang bahayanya produk-produk Hollywood.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tentang bahaya atau tidaknya serial Avatar memang perlu penelusuran yang lebih serius. Namun yang pasti, sinetron-sinetron &lt;i style=""&gt;made in Indonesia&lt;/i&gt; yang konyol, jauh dari realitas kehidupan rakyat kita, mengajarkan banyak kekerasan, membiasakan pola hidup pacaran (bahkan bulan Ramadhan kemarin ada sinetron yang perempuannya pakai cadar tapi tetap saja pacaran!&lt;i style=""&gt; Naudzubillah!&lt;/i&gt;), dan memperlihatkan kekayaan yang luar biasa, ini jauh lebih berbahaya dipandang dari segi akidah. Seolah-olah kesuksesan hidup di dunia ini semata-mata diukur dari banyak sedikitnya kita berhasil mengumpulkan harta kekayaan, tidak perlu bertanya dari mana asalnya, tidak perduli jika hal itu memiskinkan orang lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Acara-acara di teve selain sinetron juga konyol, merusak akidah, dan melecehkan intelektual. Hal ini bisa dilihat dari acara-acara seperti Extravaganza, dangut mania, idol-idol, paranoia, dan sebagainya. Bisa jadi, karena muatan acara di teve sekarang mayoritas diisi dengan acara yang merusak dan sama sekali tidak bermanfaat, banyak keluarga modern kini membuang pesawat tevenya dan menggantinya dengan rak buku yang diisi dengan buku-buku yang bermanfaat dan jauh lebih berguna kelak. &lt;i style=""&gt;Wallahu’alam bishawab.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;http://www.eramuslim.com/konsultasi/konspirasi/avatar-of-aang-itu-dajjal.htm&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6298607674717903843-1433025315487568990?l=labelisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://labelisasi.blogspot.com/feeds/1433025315487568990/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6298607674717903843&amp;postID=1433025315487568990' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/1433025315487568990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/1433025315487568990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://labelisasi.blogspot.com/2008/10/legend-of-aang.html' title='The Legend of Aang'/><author><name>Ruswandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16371990105014928362</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_51SNQTEuWC4/SFp51ipLOjI/AAAAAAAAAA4/k69X11uTauc/S220/gue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6298607674717903843.post-67833344851788374</id><published>2008-10-10T01:08:00.000-07:00</published><updated>2009-07-26T00:35:12.596-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerkosaan'/><title type='text'>Kisah Balita yang Diperkosa 7 Orang</title><content type='html'>Pernah nonton film "A Time to Kill?", film yang dibintangi Sandra Bullock, Samuel E. Jackson dan dirilis tahun 1996. Ceritanya tentang perjuangan seorang ayah yang nekat membunuh pemerkosa anaknya yang masih berumur 10 tahun. Film ini sarat dengan muatan rasisme, keadilan dan trauma korban anak yang disiksa dan diperkosa secara biadab oleh beberapa pelakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nggak nyangka, kejadian seperti film tersebut saya alami. Pada 20 april 2008, saya dihubungi Mas Rozy, beliau ini aktivis kemanusiaan dari yayasan Tikar. Telpon sore itu bunyinya singkat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Bisa ketemu? Lagi di Jogja? Saya punya kasus perkosaan balita yang dilakukan 7 pelaku. Salah satu pelaku adalah orang dewasa berumur 30 tahun!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hah? oke mas, kita ketemuan. Kapan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nanti malam saya jemput, kita diskusikan bersama!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik, telepon dimatikan, darah saya berdesir. Balita diperkosa? 7 orang? di Jogja? Singkat cerita, kami bertemu malam itu, bersama mas Yusron, Rozy, saya dan seseorang dari Jakarta yang kebetulan kami mintai tolong untuk bertindak. Cerita detail yang disampaikan Rozy adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama korban adalah Ravina (nama saya samarkan), umur 5 tahun, gadis kecil yang hidup bersama ibunya di wilayah Wonosari Gunung Kidul. Ayahnya jarang pulang, seumur hidupnya, ia hanya pernah melihat raut wajah ayahnya 3 kali. Entah apa yang membuat laki-laki tersebut jarang pulang mengunjungi keluarganya. Ibunya seorang pembantu, agak kurang pendengarannya dan tingkat intelektualitas yang di bawah rata-rata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ravina tumbuh sebagai balita yang tidak diawasi terus menerus oleh ibunya yang disibukkan dengan pekerjaannya sebagai pembantu. Sampai suatu saat, di tahun 2006, peristiwa memilukan itu terjadi, Ravina yang kala itu berusia 3 tahun, mengalami perkosaan pertama yang dilakukan oleh seorang pelaku berumur 30 tahun, kita sebut saja nama pelaku itu si Bendol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ibu hanya terdiam, dia tidak berani cerita kemana-mana ketika ia mengetahui anak balitanya mengeluh sakit pada alat kelaminnya. Tetapi celakanya, ini awal perkosaan-perkosaan berikutnya yang malah melibatkan pelaku-pelaku lain yang berumur antara 10-12 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana cara bocah-bocah tersebut memperkosa Ravina? Ternyata, Si Bendol, pelaku dewasa berkali-kali melakukan pemerkosaan dan diintip oleh 6 bocah usia SD tersebut. Perbuatan tersebut memicu 6 bocah yang terangsang akibat menonton pemerkosaan yang dilakukan Bendol. Ditengarai pula, 6 bocah ini sering menonton film porno di rumahnya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasib malang menimpa Ravina, hingga usia 5 tahun, ia menjadi bulan-bulanan pemerkosaan oleh Bendol dan 6 bocah yang ikut serta menyiksanya. Bukan hanya diperkosa, kerap, Ravina disiksa habis-habisan dengan menusukkan potongan kayu ke dalam (maaf) vaginanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus ini akhirnya terungkap setelah sang majikan tempat ibu ravina bekerja melihat keanehan dan pendarahan hebat yang dialami Ravina. Ia segera mengobati Ravina dan melaporkan kejadian ini ke Polres Gunung Kiduli. Ravina dalam keadaan depresi dan stress, balita ini kadang menampakkan perilaku yang aneh, sering berlaku seolah-olah sedang disiksa atau diperkosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celakanya, kasus Ravina malah seperti didiamkan. Sudah 6 bulan sejak pelaporan berlangsung, para pelaku tidak ditangkap atau diadili. Bahkan keluarga Ravina, sang korban, mendapatkan teror intimidasi dari para orang tua pelaku. Mereka mengancam akan mengusir Ravina dari kampung dengan alasan pencemaran nama baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 21 April 2008, tepat hari kartini, saya bersama teman-teman menuju Polres Gunung Kidul. Kami ingin meminta penjelasan Kapolres dan bertemu dengan Ravina dan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman, saya nggak bisa menahan airmata ini, saya bertemu dengan Ravina, gadis kecil 5 tahun yang tampak polos, cantik, tetapi sejuta rasa sakit dan kepedihan tidak bisa ia sembunyikan. Ia tampak malu-malu dan takut ketika diajak bicara. Ravina baru berumur 5 tahun! Biadab sekali mereka yang telah membuatnya bertahun-tahun menderita! Memperkosa dan merusak semuanya, Masya Allah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan hari itu tidak membuahkan hasil, kami nggak bisa ketemu Kapolres dan nggak ada keputusan dari polisi apakah kasus ini akan diteruskan atau tidak. Kami mendengar desas-desus, bahwa para pelakunya sedang menghapuskan berbagai macam barang bukti dan melakukan negosiasi ini-itu untuk menutup kasus ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kesal sekali dengan kelambatan birokratis seperti ini. Apa-apaan ini semua? Sistem hukum tidak berjalan, Ravina yang sudah jelas menjadi korban malah terancam jiwanya. Ibu Bambang, majikan tempat ibu Ravina bekerja tiba-tiba mendekati saya sambil menggandeng Ravina dan berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tolong mas, saya sekuat tenaga melindungi Ravina, tetapi saya mendapatkan berbagai macam ancaman, termasuk SMS yang terang-terangan hendak mengusir saya apabila tetap melindungi Ravina."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tersentak, saya pandangi wajah ibu Bambang dan Ravina bergantian, duh Gusti,&lt;br /&gt;ini nggak bisa didiamkan. Saya segera hubungi teman-teman di kementrian negara pemberdayaan perempuan, saya rasa, saya harus minta bantuan dari pusat, karena sistem hukum mandek ditingkat aparat lokal. Paling tidak, akhirnya saya mendapatkan sebuah pesan dari ibu Sofinas, salah seorang Asdep di KPP untuk tetap mendampingi Ravina, dan KPP berjanji untuk membantu kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya segera kabarkan pesan tersebut kepada teman-teman yang masih berdebat di ruang kantor Polres. Kita segera memutuskan untuk menarik mundur dan membawa Ravina dan keluarganya ke tempat yang lebih aman, sembari menyelesaikan kasusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan masih panjang dan berliku, Ravina tampak tersenyum kecil ketika rombongan kami pamit mundur meninggalkannya sambil berjanji untuk tetap menyelesaikan kasus ini dan menyelamatkan hari depannya. Tuhan, tolong dengar doa kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tidak akan berhenti,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sony Set, Rozy, Yusron Jogjakarta.&lt;br /&gt;catatan : Ravina saat ini telah kami ungsikan ke sebuah pesantren di daerah Wonosari di bawah pengasuhan Kyai Harun. Saat ini kami sedang menggalang dukungan dari media press dan kementrian Pemberdayaan perempuan untuk bersama-sama membongkar kasus dan menyelamatkan Ravina. Semoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas izin mas Sony Set tulisan diatas saya ambil dari tvlab.blogspot.com.&lt;br /&gt;Kami mohon doa dan dukungan dari teman-teman, untuk Ravina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://saveourmasjid.blogspot.com/2008/04/time-to-kill.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6298607674717903843-67833344851788374?l=labelisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://labelisasi.blogspot.com/feeds/67833344851788374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6298607674717903843&amp;postID=67833344851788374' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/67833344851788374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/67833344851788374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://labelisasi.blogspot.com/2008/10/kisah-balita-yang-diperkosa-7-orang.html' title='Kisah Balita yang Diperkosa 7 Orang'/><author><name>Ruswandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16371990105014928362</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_51SNQTEuWC4/SFp51ipLOjI/AAAAAAAAAA4/k69X11uTauc/S220/gue.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6298607674717903843.post-7821958605709700934</id><published>2008-09-24T00:15:00.001-07:00</published><updated>2009-07-26T00:31:57.764-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nusantara'/><title type='text'>Islam Masuk ke Nusantara Saat Rasulullah SAW Masih Hidup</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_kiT8XHOcGdw/SNnq1BEu3sI/AAAAAAAAACM/S-OE_ImHX3A/s1600-h/peta-am.jpg"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_kiT8XHOcGdw/SNnq1BEu3sI/AAAAAAAAACM/S-OE_ImHX3A/s320/peta-am.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5249485037219274434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Islam masuk ke Nusantara dibawa para pedagang dari Gujarat, India, di abad ke 14 Masehi. Teori masuknya Islam ke Nusantara dari Gujarat ini disebut juga sebagai Teori Gujarat. Demikian menurut buku-buku sejarah yang sampai sekarang masih menjadi buku pegangan bagi para pelajar kita, dari tingkat sekolah dasar hingga lanjutan atas, bahkan di beberapa perguruan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tahukah Anda bahwa Teori Gujarat ini berasal dari seorang orientalis asal Belanda yang seluruh hidupnya didedikasikan untuk menghancurkan Islam? Orientalis ini bernama Snouck Hurgronje, yang demi mencapai tujuannya, ia mempelajari bahasa Arab dengan sangat giat, mengaku sebagai seorang Muslim, dan bahkan mengawini seorang Muslimah, anak seorang tokoh di zamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut sejumlah pakar sejarah dan juga arkeolog, jauh sebelum Nabi Muhammad SAW menerima wahyu, telah terjadi kontak dagang antara para pedagang Cina, Nusantara, dan Arab. Jalur perdagangan selatan ini sudah ramai saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengutip buku Gerilya Salib di Serambi Makkah (Rizki Ridyasmara, Pustaka Alkautsar, 2006) yang banyak memaparkan bukti-bukti sejarah soal masuknya Islam di Nusantara, Peter Bellwood, Reader in Archaeology di Australia National University, telah melakukan banyak penelitian arkeologis di Polynesia dan Asia Tenggara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bellwood menemukan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa sebelum abad kelima masehi, yang berarti Nabi Muhammad SAW belum lahir, beberapa jalur perdagangan utama telah berkembang menghubungkan kepulauan Nusantara dengan Cina. Temuan beberapa tembikar Cina serta benda-benda perunggu dari zaman Dinasti Han dan zaman-zaman sesudahnya di selatan Sumatera dan di Jawa Timur membuktikan hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam catatan kakinya Bellwood menulis, “Museum Nasional di Jakarta memiliki beberapa bejana keramik dari beberapa situs di Sumatera Utara. Selain itu, banyak barang perunggu Cina, yang beberapa di antaranya mungkin bertarikh akhir masa Dinasti Zhou (sebelum 221 SM), berada dalam koleksi pribadi di London. Benda-benda ini dilaporkan berasal dari kuburan di Lumajang, Jawa Timur, yang sudah sering dijarah…” Bellwood dengan ini hendak menyatakan bahwa sebelum tahun 221 SM, para pedagang pribumi diketahui telah melakukan hubungan dagang dengan para pedagang dari Cina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih menurutnya, perdagangan pada zaman itu di Nusantara dilakukan antar sesama pedagang, tanpa ikut campurnya kerajaan, jika yang dimaksudkan kerajaan adalah pemerintahan dengan raja dan memiliki wilayah yang luas. Sebab kerajaan Budha Sriwijaya yang berpusat di selatan Sumatera baru didirikan pada tahun 607 Masehi (Wolters 1967; Hall 1967, 1985). Tapi bisa saja terjadi, “kerajaan-kerajaan kecil” yang tersebar di beberapa pesisir pantai sudah berdiri, walau yang terakhir ini tidak dijumpai catatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jawa, masa sebelum masehi juga tidak ada catatan tertulisnya. Pangeran Aji Saka sendiri baru “diketahui” memulai sistem penulisan huruf Jawi kuno berdasarkan pada tipologi huruf Hindustan pada masa antara 0 sampai 100 Masehi. Dalam periode ini di Kalimantan telah berdiri Kerajaan Hindu Kutai dan Kerajaan Langasuka di Kedah, Malaya. Tarumanegara di Jawa Barat baru berdiri tahun 400-an Masehi. Di Sumatera, agama Budha baru menyebar pada tahun 425 Masehi dan mencapai kejayaan pada masa Kerajaan Sriwijaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temuan G. R Tibbets&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya jalur perdagangan utama dari Nusantara—terutama Sumatera dan Jawa—dengan Cina juga diakui oleh sejarahwan G. R. Tibbetts. Bahkan Tibbetts-lah orang yang dengan tekun meneliti hubungan perniagaan yang terjadi antara para pedagang dari Jazirah Arab dengan para pedagang dari wilayah Asia Tenggara pada zaman pra Islam. Tibbetts menemukan bukti-bukti adanya kontak dagang antara negeri Arab dengan Nusantara saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Keadaan ini terjadi karena kepulauan Nusantara telah menjadi tempat persinggahan kapal-kapal pedagang Arab yang berlayar ke negeri Cina sejak abad kelima Masehi, ” tulis Tibbets. Jadi peta perdagangan saat itu terutama di selatan adalah Arab-Nusantara-China.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah dokumen kuno asal Tiongkok juga menyebutkan bahwa menjelang seperempat tahun 700 M atau sekitar tahun 625 M—hanya berbeda 15 tahun setelah Rasulullah menerima wahyu pertama atau sembilan setengah tahun setelah Rasulullah berdakwah terang-terangan kepada bangsa Arab—di sebuah pesisir pantai Sumatera sudah ditemukan sebuah perkampungan Arab Muslim yang masih berada dalam kekuasaan wilayah Kerajaan Budha Sriwijaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di perkampungan-perkampungan ini, orang-orang Arab bermukim dan telah melakukan asimilasi dengan penduduk pribumi dengan jalan menikahi perempuan-perempuan lokal secara damai. Mereka sudah beranak–pinak di sana. Dari perkampungan-perkampungan ini mulai didirikan tempat-tempat pengajian al-Qur’an dan pengajaran tentang Islam sebagai cikal bakal madrasah dan pesantren, umumnya juga merupakan tempat beribadah (masjid).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temuan ini diperkuat Prof. Dr. HAMKA yang menyebut bahwa seorang pencatat sejarah Tiongkok yang mengembara pada tahun 674 M telah menemukan satu kelompok bangsa Arab yang membuat kampung dan berdiam di pesisir Barat Sumatera. Ini sebabnya, HAMKA menulis bahwa penemuan tersebut telah mengubah pandangan orang tentang sejarah masuknya agama Islam di Tanah Air. HAMKA juga menambahkan bahwa temuan ini telah diyakini kebenarannya oleh para pencatat sejarah dunia Islam di Princetown University di Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pembalseman Firaun Ramses II Pakai Kapur Barus Dari Nusantara&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai literatur, diyakini bahwa kampung Islam di daerah pesisir Barat Pulau Sumatera itu bernama Barus atau yang juga disebut Fansur. Kampung kecil ini merupakan sebuah kampung kuno yang berada di antara kota Singkil dan Sibolga, sekitar 414 kilometer selatan Medan. Di zaman Sriwijaya, kota Barus masuk dalam wilayahnya. Namun ketika Sriwijaya mengalami kemunduran dan digantikan oleh Kerajaan Aceh Darussalam, Barus pun masuk dalam wilayah Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amat mungkin Barus merupakan kota tertua di Indonesia mengingat dari seluruh kota di Nusantara, hanya Barus yang namanya sudah disebut-sebut sejak awal Masehi oleh literatur-literatur Arab, India, Tamil, Yunani, Syiria, Armenia, China, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah peta kuno yang dibuat oleh Claudius Ptolomeus, salah seorang Gubernur Kerajaan Yunani yang berpusat di Aleksandria Mesir, pada abad ke-2 Masehi, juga telah menyebutkan bahwa di pesisir barat Sumatera terdapat sebuah bandar niaga bernama Barousai (Barus) yang dikenal menghasilkan wewangian dari kapur barus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dikisahkan pula bahwa kapur barus yang diolah dari kayu kamfer dari kota itu telah dibawa ke Mesir untuk dipergunakan bagi pembalseman mayat pada zaman kekuasaan Firaun sejak Ramses II atau sekitar 5. 000 tahun sebelum Masehi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasakan buku Nuchbatuddar karya Addimasqi, Barus juga dikenal sebagai daerah awal masuknya agama Islam di Nusantara sekitar abad ke-7 Masehi. Sebuah makam kuno di kompleks pemakaman Mahligai, Barus, di batu nisannya tertulis Syekh Rukunuddin wafat tahun 672 Masehi. Ini memperkuat dugaan bahwa komunitas Muslim di Barus sudah ada pada era itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah Tim Arkeolog yang berasal dari Ecole Francaise D’extreme-Orient (EFEO) Perancis yang bekerjasama dengan peneliti dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (PPAN) di Lobu Tua-Barus, telah menemukan bahwa pada sekitar abad 9-12 Masehi, Barus telah menjadi sebuah perkampungan multi-etnis dari berbagai suku bangsa seperti Arab, Aceh, India, China, Tamil, Jawa, Batak, Minangkabau, Bugis, Bengkulu, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim tersebut menemukan banyak benda-benda berkualitas tinggi yang usianya sudah ratusan tahun dan ini menandakan dahulu kala kehidupan di Barus itu sangatlah makmur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Barus dan sekitarnya, banyak pedagang Islam yang terdiri dari orang Arab, Aceh, dan sebagainya hidup dengan berkecukupan. Mereka memiliki kedudukan baik dan pengaruh cukup besar di dalam masyarakat maupun pemerintah (Kerajaan Budha Sriwijaya). Bahkan kemudian ada juga yang ikut berkuasa di sejumlah bandar. Mereka banyak yang bersahabat, juga berkeluarga dengan raja, adipati, atau pembesar-pembesar Sriwijaya lainnya. Mereka sering pula menjadi penasehat raja, adipati, atau penguasa setempat. Makin lama makin banyak pula penduduk setempat yang memeluk Islam. Bahkan ada pula raja, adipati, atau penguasa setempat yang akhirnya masuk Islam. Tentunya dengan jalan damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarahwan T. W. Arnold dalam karyanya “The Preaching of Islam” (1968) juga menguatkan temuan bahwa agama Islam telah dibawa oleh mubaligh-mubaligh Islam asal jazirah Arab ke Nusantara sejak awal abad ke-7 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah abad ke-7 M, Islam mulai berkembang di kawasan ini, misal, menurut laporan sejarah negeri Tiongkok bahwa pada tahun 977 M, seorang duta Islam bernama Pu Ali (Abu Ali) diketahui telah mengunjungi negeri Tiongkok mewakili sebuah negeri di Nusantara (F. Hirth dan W. W. Rockhill (terj), Chau Ju Kua, His Work On Chinese and Arab Trade in XII Centuries, St.Petersburg: Paragon Book, 1966, hal. 159).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti lainnya, di daerah Leran, Gresik, Jawa Timur, sebuah batu nisan kepunyaan seorang Muslimah bernama Fatimah binti Maimun bertanggal tahun 1082 telah ditemukan. Penemuan ini membuktikan bahwa Islam telah merambah Jawa Timur di abad ke-11 M (S. Q. Fatini, Islam Comes to Malaysia, Singapura: M. S. R.I., 1963, hal. 39).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari bukti-bukti di atas, dapat dipastikan bahwa Islam telah masuk ke Nusantara pada masa Rasulullah masih hidup. Secara ringkas dapat dipaparkan sebagai berikut: Rasululah menerima wahyu pertama di tahun 610 M, dua setengah tahun kemudian menerima wahyu kedua (kuartal pertama tahun 613 M), lalu tiga tahun lamanya berdakwah secara diam-diam—periode Arqam bin Abil Arqam (sampai sekitar kuartal pertama tahun 616 M), setelah itu baru melakukan dakwah secara terbuka dari Makkah ke seluruh Jazirah Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut literatur kuno Tiongkok, sekitar tahun 625 M telah ada sebuah perkampungan Arab Islam di pesisir Sumatera (Barus). Jadi hanya 9 tahun sejak Rasulullah SAW memproklamirkan dakwah Islam secara terbuka, di pesisir Sumatera sudah terdapat sebuah perkampungan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selaras dengan zamannya, saat itu umat Islam belum memiliki mushaf Al-Qur’an, karena mushaf Al-Qur’an baru selesai dibukukan pada zaman Khalif Utsman bin Affan pada tahun 30 H atau 651 M. Naskah Qur’an pertama kali hanya dibuat tujuh buah yang kemudian oleh Khalif Utsman dikirim ke pusat-pusat kekuasaan kaum Muslimin yang dipandang penting yakni (1) Makkah, (2) Damaskus, (3) San’a di Yaman, (4) Bahrain, (5) Basrah, (6) Kuffah, dan (7) yang terakhir dipegang sendiri oleh Khalif Utsman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naskah Qur’an yang tujuh itu dibubuhi cap kekhalifahan dan menjadi dasar bagi semua pihak yang berkeinginan menulis ulang. Naskah-naskah tua dari zaman Khalifah Utsman bin Affan itu masih bisa dijumpai dan tersimpan pada berbagai museum dunia. Sebuah di antaranya tersimpan pada Museum di Tashkent, Asia Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat bekas-bekas darah pada lembaran-lembaran naskah tua itu maka pihak-pihak kepurbakalaan memastikan bahwa naskah Qur’an itu merupakan al-Mushaf yang tengah dibaca Khalif Utsman sewaktu mendadak kaum perusuh di Ibukota menyerbu gedung kediamannya dan membunuh sang Khalifah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjanjian Versailes (Versailes Treaty), yaitu perjanjian damai yang diikat pihak Sekutu dengan Jerman pada akhir Perang Dunia I, di dalam pasal 246 mencantumkan sebuah ketentuan mengenai naskah tua peninggalan Khalifah Ustman bin Affan itu yang berbunyi: (246) Di dalam tempo enam bulan sesudah Perjanjian sekarang ini memperoleh kekuatannya, pihak Jerman menyerahkan kepada Yang Mulia Raja Hejaz naskah asli Al-Qur’an dari masa Khalif Utsman, yang diangkut dari Madinah oleh pembesar-pembesar Turki, dan menurut keterangan, telah dihadiahkan kepada bekas Kaisar William II (Joesoef Sou’yb, Sejarah Khulafaur Rasyidin, Bulan Bintang, cet. 1, 1979, hal. 390-391).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab itu, cara berdoa dan beribadah lainnya pada saat itu diyakini berdasarkan ingatan para pedagang Arab Islam yang juga termasuk para al-Huffadz atau penghapal al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menengok catatan sejarah, pada seperempat abad ke-7 M, kerajaan Budha Sriwijaya tengah berkuasa atas Sumatera. Untuk bisa mendirikan sebuah perkampungan yang berbeda dari agama resmi kerajaan—perkampungan Arab Islam—tentu membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum diizinkan penguasa atau raja. Harus bersosialisasi dengan baik dulu kepada penguasa, hingga akrab dan dipercaya oleh kalangan kerajaan maupun rakyat sekitar, menambah populasi Muslim di wilayah yang sama yang berarti para pedagang Arab ini melakukan pembauran dengan jalan menikahi perempuan-perempuan pribumi dan memiliki anak, setelah semua syarat itu terpenuhi baru mereka—para pedagang Arab Islam ini—bisa mendirikan sebuah kampung di mana nilai-nilai Islam bisa hidup di bawah kekuasaan kerajaan Budha Sriwijaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan dari Sumatera sampai ke Makkah pada abad itu, dengan mempergunakan kapal laut dan transit dulu di Tanjung Comorin, India, konon memakan waktu dua setengah sampai hampir tiga tahun. Jika tahun 625 dikurangi 2, 5 tahun, maka yang didapat adalah tahun 622 Masehi lebih enam bulan. Untuk melengkapi semua syarat mendirikan sebuah perkampungan Islam seperti yang telah disinggung di atas, setidaknya memerlukan waktu selama 5 hingga 10 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ini yang terjadi, maka sesungguhnya para pedagang Arab yang mula-mula membawa Islam masuk ke Nusantara adalah orang-orang Arab Islam generasi pertama para shahabat Rasulullah, segenerasi dengan Ali bin Abi Thalib r. A..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan inilah yang membuat sejarawan Ahmad Mansyur Suryanegara sangat yakin bahwa Islam masuk ke Nusantara pada saat Rasulullah masih hidup di Makkah dan Madinah. Bahkan Mansyur Suryanegara lebih berani lagi dengan menegaskan bahwa sebelum Muhammad diangkat menjadi Rasul, saat masih memimpin kabilah dagang kepunyaan Khadijah ke Syam dan dikenal sebagai seorang pemuda Arab yang berasal dari keluarga bangsawan Quraisy yang jujur, rendah hati, amanah, kuat, dan cerdas, di sinilah ia bertemu dengan para pedagang dari Nusantara yang juga telah menjangkau negeri Syam untuk berniaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebab itu, ketika Muhammad diangkat menjadi Rasul dan mendakwahkan Islam, maka para pedagang di Nusantara sudah mengenal beliau dengan baik dan dengan cepat dan tangan terbuka menerima dakwah beliau itu, ” ujar Mansyur yakin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam literatur kuno asal Tiongkok tersebut, orang-orang Arab disebut sebagai orang-orang Ta Shih, sedang Amirul Mukminin disebut sebagai Tan mi mo ni’. Disebutkan bahwa duta Tan mi mo ni’, utusan Khalifah, telah hadir di Nusantara pada tahun 651 Masehi atau 31 Hijriah dan menceritakan bahwa mereka telah mendirikan Daulah Islamiyah dengan telah tiga kali berganti kepemimpinan. Dengan demikian, duta Muslim itu datang ke Nusantara di perkampungan Islam di pesisir pantai Sumatera pada saat kepemimpinan Khalifah Utsman bin Affan (644-656 M). Hanya berselang duapuluh tahun setelah Rasulullah SAW wafat (632 M).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan-catatan kuno itu juga memaparkan bahwa para peziarah Budha dari Cina sering menumpang kapal-kapal ekspedisi milik orang-orang Arab sejak menjelang abad ke-7 Masehi untuk mengunjungi India dengan singgah di Malaka yang menjadi wilayah kerajaan Budha Sriwijaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gujarat Sekadar Tempat Singgah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas, Islam di Nusantara termasuk generasi Islam pertama. Inilah yang oleh banyak sejarawan dikenal sebagai Teori Makkah. Jadi Islam di Nusantara ini sebenarnya bukan berasal dari para pedagang India (Gujarat) atau yang dikenal sebagai Teori Gujarat yang berasal dari Snouck Hurgronje, karena para pedagang yang datang dari India, mereka ini sebenarnya berasal dari Jazirah Arab, lalu dalam perjalanan melayari lautan menuju Sumatera (Kutaraja atau Banda Aceh sekarang ini) mereka singgah dulu di India yang daratannya merupakan sebuah tanjung besar (Tanjung Comorin) yang menjorok ke tengah Samudera Hindia dan nyaris tepat berada di tengah antara Jazirah Arab dengan Sumatera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukalah atlas Asia Selatan, kita akan bisa memahami mengapa para pedagang dari Jazirah Arab menjadikan India sebagai tempat transit yang sangat strategis sebelum meneruskan perjalanan ke Sumatera maupun yang meneruskan ekspedisi ke Kanton di Cina. Setelah singgah di India beberapa lama, pedagang Arab ini terus berlayar ke Banda Aceh, Barus, terus menyusuri pesisir Barat Sumatera, atau juga ada yang ke Malaka dan terus ke berbagai pusat-pusat perdagangan di daerah ini hingga pusat Kerajaan Budha Sriwijaya di selatan Sumatera (sekitar Palembang), lalu mereka ada pula yang melanjutkan ekspedisi ke Cina atau Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebabkan letaknya yang sangat strategis, selain Barus, Banda Aceh ini telah dikenal sejak zaman dahulu. Rute pelayaran perniagaan dari Makkah dan India menuju Malaka, pertama-tama diyakini bersinggungan dahulu dengan Banda Aceh, baru menyusuri pesisir barat Sumatera menuju Barus. Dengan demikian, bukan hal yang aneh jika Banda Aceh inilah yang pertama kali disinari cahaya Islam yang dibawa oleh para pedagang Arab. Sebab itu, Banda Aceh sampai sekarang dikenal dengan sebutan Serambi Makkah.(Rz, Tamat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Eramuslim.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.kebunhikmah.com/article-detail.php?artid=181&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6298607674717903843-7821958605709700934?l=labelisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://labelisasi.blogspot.com/feeds/7821958605709700934/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6298607674717903843&amp;postID=7821958605709700934' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/7821958605709700934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/7821958605709700934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://labelisasi.blogspot.com/2008/09/islam-masuk-ke-nusantara-saat.html' title='Islam Masuk ke Nusantara Saat Rasulullah SAW Masih Hidup'/><author><name>Ruswandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00784588983299374135</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kiT8XHOcGdw/SNnq1BEu3sI/AAAAAAAAACM/S-OE_ImHX3A/s72-c/peta-am.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6298607674717903843.post-3766378756449563816</id><published>2008-07-17T01:04:00.000-07:00</published><updated>2009-07-26T00:32:36.853-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perempuan'/><title type='text'>Perempuan Lebih Suka Pria Berjenggot</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_kiT8XHOcGdw/SH79uawuWgI/AAAAAAAAACE/G9MSBr1Tn1g/s1600-h/jenggot_cukur%281%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_kiT8XHOcGdw/SH79uawuWgI/AAAAAAAAACE/G9MSBr1Tn1g/s200/jenggot_cukur%281%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223891591695849986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;By: Amelia Ayu Kinanti&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; - detikhot&lt;/span&gt;  &lt;strong style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;Jakarta&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Bagi para laki-laki yang tak suka berjenggot, lebih baik Anda mulai pertimbangkan lagi. Menurut penelitian, ternyata perempuan lebih suka pria berjenggot lho.&lt;/span&gt;   &lt;span style="font-family:arial;"&gt; Sebuah penelitian dilakukan terhadap perempuan berumur 18-44 tahun. Mereka semua diperlihatkan15 gambar pria yang memiliki jenggot dengan beberap tingkatan. Ada yang dagunya mulus tanpa bulu, sedikit jenggot hingga yang jenggotnya lebat.&lt;/span&gt;   &lt;span style="font-family:arial;"&gt; Perempuan-perempuan tadi kemudian harus memilih, pria-pria mana yang menurut mereka dewasa, romantis, agresif dan serius dalam berhubungan cinta.&lt;/span&gt;   &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Dikutip detikhot dari Telegraph.co.uk, Kamis (3/7/2008) hasil penelitian itu cukup mengejutkan. Mayoritas perempuan-perempuan tadi selalu memilih pria-pria yang berjenggot ketika menjawab pertanyaan yang diajukan.&lt;/span&gt;   &lt;span style="font-family:arial;"&gt; Perempuan-perempuan itu juga menganggap pria-pria yang tidak bercukur memiliki daya tarik tersendiri. Mereka juga lebih memilih pria-pria berjenggot sebagai pasangan hidup mereka.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Tertarik memelihara jenggot?&lt;/span&gt;&lt;b style="font-family: arial;"&gt;(kee/eny)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a style="font-family: arial;" href="http://www.detikhot.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/07/tgl/03/time/162149/idnews/966596/idkanal/227"&gt;http://www.detikhot.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/07/tgl/03/time/162149/idnews/966596/idkanal/227&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6298607674717903843-3766378756449563816?l=labelisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://labelisasi.blogspot.com/feeds/3766378756449563816/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6298607674717903843&amp;postID=3766378756449563816' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/3766378756449563816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/3766378756449563816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://labelisasi.blogspot.com/2008/07/perempuan-lebih-suka-pria-berjenggot.html' title='Perempuan Lebih Suka Pria Berjenggot'/><author><name>Ruswandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00784588983299374135</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kiT8XHOcGdw/SH79uawuWgI/AAAAAAAAACE/G9MSBr1Tn1g/s72-c/jenggot_cukur%281%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6298607674717903843.post-606255899709301183</id><published>2008-07-17T00:57:00.001-07:00</published><updated>2009-07-26T00:34:21.095-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Korupsi'/><title type='text'>Nolak Satu M</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kiT8XHOcGdw/SH77xiW8ULI/AAAAAAAAAB8/GXmRnFjEHFk/s1600-h/DSC00766%5B1%5D.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kiT8XHOcGdw/SH77xiW8ULI/AAAAAAAAAB8/GXmRnFjEHFk/s200/DSC00766%5B1%5D.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223889446251548850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="color: rgb(102, 102, 204);" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica;font-size:85%;"  &gt;By Akmal:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica;font-size:85%;"  &gt;assalaamu’alaikum wr. wb.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;" align="justify"&gt;&lt;o&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica;font-size:85%;"  &gt;Saat memberikan kuliah hari Sabtu yang lalu (05/07), Ust. Didin Hafidhuddin membagi kisah yang didapatnya dari perbincangan dengan Gubernur Jabar yang baru saja terpilih, yaitu ust. Ahmad Heryawan.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Menurut cerita Sang Gubernur, tidak lama setelah beliau dilantik, datanglah seorang pengusaha besar kepada beliau yang hendak ‘menyetor’ uang.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Jumlahnya tidak main-main ; tidak kurang dari 1 miliar rupiah!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;" align="justify"&gt;&lt;o&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica;font-size:85%;"  &gt;Bagi mereka yang mengenal ust. Ahmad Heryawan secara pribadi pasti tahu bahwa beliau adalah pribadi yang sangat bersahaja.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Kehidupannya selama ini selalu sederhana, baik sebelum menjadi anggota dewan maupun sesudah.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Menolak 1 miliar rupiah bukan perkara yang gampang.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Bayangkan betapa banyak permasalahan finansial yang bisa diselesaikan dengan uang sebanyak itu ; mulai dari sekolah anak sampai kuliahnya, biaya hidup, biaya renovasi rumah (kalau perlu), beli mobil (kalau mau), dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;" align="justify"&gt;&lt;o&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica;font-size:85%;"  &gt;Akan tetapi uang itu ditolak dengan lembut.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Kata Sang Ustadz (merangkap Gubernur), kalau mau menyumbang, nanti ia akan mengirimi daftar sekolah yang butuh bantuan, rumah sakit yang kurang dana, dan semacamnya.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Tidak perlu lagi setor-setor ke Gubernur, karena masing-masing sudah mendapat gaji yang cukup layak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;" align="justify"&gt;&lt;o&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica;font-size:85%;"  &gt;Ust. Didin menambahkan bahwa kalau ustadz yang jadi pejabat memang harus beda dari yang lain.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Tidak lupa beliau juga memberi saran agar lain kali menerima tamu yang semacam itu harus ditemani minimal dengan seorang sahabat yang terpercaya.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Selain supaya ada saksi (supaya nama baik tidak tercemar di mata KPK), juga untuk menguatkan hati agar tidak pernah tergoda untuk melakukan maksiat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;" align="justify"&gt;&lt;o&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica;font-size:85%;"  &gt;Saya pun berbisik pada Mas Satriyo, “Dalam satu malam saja bisa bikin pahala semiliar!&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Ngiri nggak tuh&lt;/i&gt;?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;" align="justify"&gt;&lt;o&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica;font-size:85%;"  &gt;Bicara memang gampang.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Tapi sebenarnya posisi Sang Ustadz tidak seenak itu ketika melihat uang semiliar di hadapannya.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Sebab selain berpotensi mendulang pahala semiliar rupiah, beliau pun bisa mendapat dosa semiliar rupiah.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Semua tergantung pada imunitasnya sendiri terhadap godaan hawa nafsu.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Mau melawan atau tunduk?&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Mau yang enak tapi haram, atau yang jauh lebih enak tapi halal?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;" align="justify"&gt;&lt;o&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica;font-size:85%;"  &gt;Kontras sekali dengan posisi Al Amin Nur Nasution yang – saya yakin – kini sedang menghadapi masa-masa terberatnya.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Sudah jatuh tertimpa tangga, itu masih lumayan.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Sekarang ini ia sudah jatuh, tertimpa tangga, lalu digebuki &lt;st1&gt;&lt;st1&gt;massa&lt;/st1&gt;&lt;/st1&gt; pula.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Belum selesai kasus suapnya, kini mengemuka beberapa tuduhan baru setelah rekaman pembicaraannya disiarkan ke seluruh penjuru &lt;st1&gt;&lt;st1&gt;Indonesia&lt;/st1&gt;&lt;/st1&gt;.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Belum lagi urusan rumah tangganya yang carut-marut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;" align="justify"&gt;&lt;o&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica;font-size:85%;"  &gt;Kita tidak perlu mendahului pengadilan.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Al Amin belum dinyatakan bersalah oleh Hakim.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Yang jelas, sebelum palu diketuk pun, masyarakat sudah menghakiminya duluan.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Ini adalah siksaan yang sangat berat, dan saya tidak mau membayangkan bagaimana rasanya berada dalam posisi Al Amin kini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;" align="justify"&gt;&lt;o&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica;font-size:85%;"  &gt;Kasus Al Amin – terutama rekaman suara yang diperdengarkan kemarin – telah mengajarkan kepada kita betapa orang-orang yang suaranya terekam di situ telah kehilangan sensitifitas hati nuraninya.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Mereka merasa jauh dari pengawasan Allah SWT, dan jelas telah jauh pula dari predikat ‘&lt;i&gt;ihsan&lt;/i&gt;’.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Betapa ngeri membayangkan uang ratusan juta bisa dikorup hanya melalui pembicaraan singkat di telepon saja.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Seratus-dua ratus juta rupiah yang seharusnya menjadi rejeki rakyat bisa bergerak ke mana saja tergantung negosiasi orang-orang tertentu.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Dalam sekejap, uang ratusan juta bisa berpindah rekening.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Yang mengirimnya mendapatkan ratusan juta dosa, yang menerimanya mendapatkan ratusan juta dosa, dan yang mengetahui dan mendiamkannya pun mendapatkan ratusan juta dosa.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Betapa dinamisnya transaksi pengiriman dosa di dunia para pejabat!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;" align="justify"&gt;&lt;o&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ratusan juta rupiah uang haram bukan satu-satunya aspek mengerikan yang dibahas via telepon itu. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Masih ada pula transaksi perempuan panggilan yang tidak ubahnya sebuah &lt;i&gt;mouse pad&lt;/i&gt; dalam transaksi pembelian komputer ; cuma bonus!&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Tidak ada harganya, murahan, dan diberikan cuma-cuma sebagai ‘pengikat hubungan baik’.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Cis!&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Celaka transaksinya, celaka yang bertransaksi, dan celaka perempuan yang mau dihargai sebagai bonus murahan.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Untuk yang satu ini, saya tidak bisa menemukan ‘konversi’ yang tepat untuk mengkalkulasi dosanya.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Cukuplah ucapan : &lt;i&gt;na’uudzubillaahi min dzzaalik!&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;" align="justify"&gt;&lt;o&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica;font-size:85%;"  &gt;Semakin tinggi posisi kita berada, memang semakin di ujung tanduk.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Jalan menuju surga dan neraka cuma sejarak uluran tangan.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Jika tawaran berlumur maksiat itu disambut, maka barangkali nerakalah tempat kita tinggal kelak.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Namun jika berhasil menguatkan diri untuk menolaknya, maka surga penuh dengan kenikmatan yang tak pernah mata melihatnya, tak pernah telinga mendengarnya, dan tak pernah akal membayangkannya.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Pilihannya sederhana, namun tidak selalu mudah.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Dalam dunia pejabat, pilihannya malah tak pernah mudah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;" align="justify"&gt;&lt;o&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica;font-size:85%;"  &gt;wassalaamu’alaikum wr. wb.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica;font-size:78%;"  &gt;&lt;a href="http://akmal.multiply.com/journal/item/682/Sejarak_Uluran_Tangan"&gt;http://akmal.multiply.com/journal/item/682/Sejarak_Uluran_Tangan&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6298607674717903843-606255899709301183?l=labelisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://labelisasi.blogspot.com/feeds/606255899709301183/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6298607674717903843&amp;postID=606255899709301183' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/606255899709301183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/606255899709301183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://labelisasi.blogspot.com/2008/07/nolak-satu-m.html' title='Nolak Satu M'/><author><name>Ruswandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00784588983299374135</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kiT8XHOcGdw/SH77xiW8ULI/AAAAAAAAAB8/GXmRnFjEHFk/s72-c/DSC00766%5B1%5D.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6298607674717903843.post-782077134225071964</id><published>2008-07-17T00:40:00.000-07:00</published><updated>2009-07-26T00:35:36.149-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Televisi'/><title type='text'>Hari Tanpa Televisi 2008</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_kiT8XHOcGdw/SH74tczX8AI/AAAAAAAAAB0/61ob8DFPcVo/s1600-h/s320x240.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_kiT8XHOcGdw/SH74tczX8AI/AAAAAAAAAB0/61ob8DFPcVo/s320/s320x240.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223886077505826818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ajakan Koalisi Nasional HTT 2008:&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;Ikuti "HARI TANPA TV 2008"&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;(MINGGU 20 JULI 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;"Sebagian besar anak-anak Indonesia menonton TV sekitar 1.600 jam setahun, padahal hanya 740 jam mereka belajar di bangku sekolah."&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;TV memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat dewasa ini. TV dapat menjadi sumber informasi dan edukasi yang sangat handal. Namun TV juga dapat menjadi sumber hiburan yang tiada henti. Aktivitas menonton telah TV memangkas waktu interaksi dalam keluarga, menimbulkan dampak negatif berupa peniruan dan penanaman nilai pada anak-anak dan remaja, berkontribusi pada gaya hidup yang tidak sehat, konsumtif, dsb.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Fungsi siaran TV sebagai hiburan jauh lebih menonjol dibanding dengan fungsi yang seharusnya bisa diperankan berupa informasi dan edukasi. Keluarga yang mengalokasikan waktu yang lebih sedikit untuk menonton TV, akan mempunyai lebih banyak waktu untuk aktivitas-aktivitas yang lebih posistif, interaktif dan mempererat hubungan kekeluargaan.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Penelitian Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA) tahun 2006 menunjukkan bahwa jumlah jam menonton TV pada anak-anak usia sekolah dasar berkisar antara 30-35 jam seminggu, ditambah dengan sekitar 10 jam untuk bermain video game. Ini adalah jumlah waktu yang terlalu besar untuk hiburan yang kurang sehat bagi anak dan remaja. Dalam setahun, jumlah jam menonton TV ini mencapai lebih dari 1.600 jam. Bandingkan dengan jumlah jam belajar di sekolah dasar negeri selama setahun yang hanya sekitar 740 jam untuk kelas rendah.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Secara umum dapat dikatakan bahwa ketergantungan anak pada tayangan TV sudah sangat tinggi dan mencapai titik yang mengkhawatirkan. Ada beberapa fakta yang dapat menggambarkan betapa mengkhawatirkannya ketergantungan itu: &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pertama, belum terbentuk pola kebiasaan menonton TV yang sehat. TV masih menjadi hiburan utama keluarga yang dikonsumsi setiap hari dalam waktu yang panjang tanpa seleksi yang ketat terhadap pilihan acara yang mereka tonton.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kedua, kebanyakan isi acara TV kita tidak aman dan tidak sehat untuk anak.&lt;br /&gt;Banyak acara TV dengan kandungan materi untuk orang dewasa yang ditayangkan pada jam-jam anak biasa menonton dan kemudian disukai dan ditiru oleh anak-anak. Contoh yang ekstrim, peniruan adegan laga dalam tayangan TV oleh anak telah menimbulkan beberapa korban jiwa.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ketiga, lemahnya peraturan bidang penyiaran dan penegakannya. Sejak indutri televisi berkembang pesat, permasalahan yang terkait dengan isi tayangan makin membesar. Hingga kini masalah tersebut belum dapat diatasi dengan efektif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Oleh karena itu, Koalisi Nasional HARI TANPA TV 2008 menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk mematikan pesawat televisi selama sehari penuh pada hari MINGGU 20 JULI 2008.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dengan mematikan TV selama sehari penuh dan mengajak anak-anak untuk memiliki kegiatan lain selain menonon TV, dapat menjadi langkah awal kita untuk mengurangi ketergantungan anak pada televisi. Dengan bersedia mematikan TV seharian, maka hal itu menjadi bukti bahwa kita sadar mengenai perlunya pengaturan dalam menonton TV bagi anak-anak kita.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Selain itu, perlu dilakukan upaya bersama seluruh komponen masyarakat untuk mendesak dan mempengaruhi industri penyiaran agar lebih memperhatikan isi tayangan dan pola penyiaran yang memperhatikan perlindungan terhadap anak. Tekanan yang paling efektif bagi industri televisi adalah apabila masyarakat secara bersama-sama tidak menonton TV sama sekali, atau secara selektif tidak menonton acara tertentu dalam waktu yang panjang.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Dukungan masyarakat akan disampaikan kepada industri penyiaran, Komisi Penyiaran Indonesia, Departemen Komunikasi dan Informatika, Komisi I DPR-RI, dan berbagai pihak terkait.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sampaikan dukungan anda melalui e-mail ke  haritanpatv@ kidia.org;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;SMS ke nomor 0812-1002.4009; dan fax: 021-8690.5680; websitehttp://www.kidia. org&lt;/span&gt;   &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 11 Juli 2008&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Guntarto,&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Ketua SC Koalisi Nasional HTT 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6298607674717903843-782077134225071964?l=labelisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://labelisasi.blogspot.com/feeds/782077134225071964/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6298607674717903843&amp;postID=782077134225071964' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/782077134225071964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/782077134225071964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://labelisasi.blogspot.com/2008/07/hari-tanpa-televisi-2008.html' title='Hari Tanpa Televisi 2008'/><author><name>Ruswandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00784588983299374135</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kiT8XHOcGdw/SH74tczX8AI/AAAAAAAAAB0/61ob8DFPcVo/s72-c/s320x240.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6298607674717903843.post-1140524832465240346</id><published>2008-07-15T22:08:00.000-07:00</published><updated>2009-07-26T00:33:08.234-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Evolusi'/><title type='text'>Labeler Evolusi</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;a href="http://www.bookglobal.net/xcart/customer/product.php?productid=108&amp;amp;cl=1&amp;amp;partner=mu929"&gt;&lt;img src="http://www.bookglobal.net/xcart/image.php?productid=108" alt="PENIPUAN EVOLUSI" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.bookglobal.net/xcart/customer/product.php?productid=108&amp;amp;cl=1&amp;amp;partner=mu929"&gt;PENIPUAN EVOLUSI&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;img src="http://www.bookglobal.net/xcart/banner.php?cl=1&amp;amp;partner=mu929" width="1" border="0" height="1" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.bookglobal.net/xcart/customer/product.php?productid=108&amp;amp;cl=1&amp;amp;partner=mu929"&gt;CLICK HERE TO ORDER&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Perkembangan terkini dalam bidang sains sangat jelas membuktikan kesalahan Teori Evolusi. Sebab utama fahaman Darwinisme masih disebarkan kepada umat manusia melalui kempen propaganda sejagat yang dijalankan adalah tersembunyi di sebalik aspek ideologi teori ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Buku ini akan menjelaskan keruntuhan saintifik mengenai teori evolusi sebagai satu kebenaran untuk manusia. Buku ini menjelaskan penipuan dan penyelewengan yang diusahakan oleh para evolusionis untuk 'membuktikan' teori ini. Setiap orang yang ingin mengetahui lebih mendalam hakikat asal-usul semua makhluk kehidupan, termasuk manusia adalah dianjurkan untuk membaca buku ini &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;BAHAGIAN 1: PENYANGGAHAN DARWINISM  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pengenalan:  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Mengapa Teori Evolusi?  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sebahagian masyarakat yang pernah mendengar tentang "Teori Evolusi" atau "Darwinisme", mungkin menyangka ia hanyalah sebuah konsep biologi saja dan tidak mempunyai apa-apa kepentingan di dalam kehidupan mereka. Suatu kesalahan yang besar, karena ia tidak hanya berkisar dengan kepentingan biologi saja, malah teori evolusi adalah suatu penyelewengan falsafah yang telah mempengaruhi banyak orang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Falsafah ini adalah "materialisme", yang mengandungi kepalsuan tentang bagaimana kita datang (asal kejadian). Matlamat utama materialisme tiada yang lain melainkan kebendaan dan kebendaan itu adalah intipati segalanya. Bermula dari persoalan pokok inilah ia telah menolak kewujudan seorang Al-Khaled (Pencipta), yaitu Allah. Meletakkan segalanya pada status benda, anggapan ini menjadikan manusia satu makhluk yang hanya mengambil berat tentang kebendaan dan mengetepikan segala jenis nilai-nilai moral. Ini adalah permulaan sebuah tragedi yang akan menimpa kehidupan manusia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Bahaya materialisme tidak hanya terhadap kepada individu sahaja, tetapi ia juga akan menghancurkan nilai-nilai asas yang dipegang oleh sebuah negara dan masyarakat, seterusnya membentuk sebuah masyarakat yang tidak berjiwa dan hilang sentivitinya, sehingga yang menjadi perhatian utama mereka ialah kebendaan. Memandangkan anggota sesebuah masyarakat itu boleh menerima fahaman-fahaman yang idea seperti semangat pejuangan, kecintaan kepada seseorang, keadilan, kemuliaan, kejujuran, pengorbanan, amanah, atau moral- moral yang baik, susunan masyarakat yang diasaskan oleh individu-individu ini telah ditakdirkan untuk dimusnahkan dalam masa yang singkat. Dengan sebab itu, materialisme merupakan satu daripada beberapa bahaya terhadap nilai-nilai asas politik dan masyarakat sebuah bangsa. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Satu lagi keburukan materialisme ialah anjurannya terhadap keganasan dan perbalahan yang menyerang sesebuah negara dan masyarakatnya. Komunisme, pegangan asas ideologi ini, adalah hasil daripada falsafah materialis. Ia berusaha untuk membasmi fahaman-fahaman suci agama sesuatu negara dan keluarga, ia mengandungi dasar ideologi bahawa setiap bentuk perbuatan-perbuatan yang terpisah secara langsung menentang struktur negeriyang bersatu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Teori evolusi mengandungi asas saintifik materialisme yang menjadi sandaran fahaman komunis. Dengan merujuk kepada teori evolusi ini, komunis mencari kebenaran dirinya sendiri dan mendakwa bahawa ideologinya adalah yang paling tepat dan selamat. Sebab itulah, pengasas komunisme, Karl Marx, menulis untuk buku Darwin, bertajuk "The Origin of Species" yang membahaskan dasar teori evolusi, sebagai "… ini adalah buku yang mengandungi asas sejarah semulajadi untuk panduan kita". 1 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dengan sebab itu, setiap fahaman materialis, yang menjadikan idea-idea Marx sebagai rujukan, sesungguhnya telah musnah kerana teori evolusi telah dipatahkan hujahnya melalui kajian sains moden. Sains telah membuktikan kesilapan teori ini dan akan berterusan membuktikan kesilapan andaian materialis yang beranggapan bahawa kewujudan itu tidak lain melainkan suatu benda (jisim), dan membayangkan bahawa setiap kejadian itu terhasil daripada satu kejadian yang lebih awal daripadanya (berperingkat-peringkat). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tujuan utama buku ini ialah untuk mendedahkan fakta-fakta saintifik yang menyanggah teori evolusi di dalam segenap lapangan dan memaklumkan kepada masyarakat tentang kepalsuan, penipuan dan tujuan sebenar "sains" (evolusi) ini, yang sememangnya telah jelas sebagai suatu fakta yang sesat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Perlu ditegaskan di sini, bahawa para ahli evolusi tidak mempunyai jawapan terhadap buku yang sedang kamu baca ini. Dan mereka sendiri tidak akan sama sekali cuba untuk menjawabnya kerana ia hanya akan memudahkan masyarakat mengenal pasti kepalsuan teori mereka ini.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6298607674717903843-1140524832465240346?l=labelisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://labelisasi.blogspot.com/feeds/1140524832465240346/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6298607674717903843&amp;postID=1140524832465240346' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/1140524832465240346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/1140524832465240346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://labelisasi.blogspot.com/2008/07/evolution-deceit.html' title='Labeler Evolusi'/><author><name>Ruswandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00784588983299374135</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6298607674717903843.post-923001387579765592</id><published>2008-07-10T05:14:00.000-07:00</published><updated>2008-11-13T02:18:09.331-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar'/><title type='text'>Istirahat sambil Belajar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_kiT8XHOcGdw/SHX9t3_Wt0I/AAAAAAAAABo/yyjhutIWwic/s1600-h/Scandanavian+Forest+Axe.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_kiT8XHOcGdw/SHX9t3_Wt0I/AAAAAAAAABo/yyjhutIWwic/s200/Scandanavian+Forest+Axe.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5221358307571578690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;  &lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal" &gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt; dua lelaki yangg sedang membelah kayu sepanjang hari. Yang satu bekerja terus, tanpa berhenti untuk beristirahat. Pada akhir dari hari kerjanya, ia memperoleh setumpuk kayu bakar yang lumayan banyaknya. Yang satu lagi membelah kayunya tiap kali selama 50 menit dan kemudian istirahat selama 10 menit. Pada akhir hari kerjanya ia memperoleh kayu yg lebih banyak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:arial;" &gt;Bagaimana mungkin kayu yang kau belah menjadi lebih banyak? Tanya orang yang bekerja tanpa henti itu. Temannya menjawab, “Ketika saya berhenti istirahat, saya juga mengasah kampak saya.”&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6298607674717903843-923001387579765592?l=labelisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://labelisasi.blogspot.com/feeds/923001387579765592/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6298607674717903843&amp;postID=923001387579765592' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/923001387579765592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/923001387579765592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://labelisasi.blogspot.com/2008/07/istirahat-sambil-belajar.html' title='Istirahat sambil Belajar'/><author><name>Ruswandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00784588983299374135</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kiT8XHOcGdw/SHX9t3_Wt0I/AAAAAAAAABo/yyjhutIWwic/s72-c/Scandanavian+Forest+Axe.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6298607674717903843.post-274088173245341996</id><published>2008-07-10T05:04:00.000-07:00</published><updated>2009-07-26T00:30:09.437-07:00</updated><title type='text'>R U BLIND</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kiT8XHOcGdw/SHX8MZvuqfI/AAAAAAAAABg/H3JIAGDzvEU/s1600-h/kucing.jpg"&gt;  &lt;/a&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="line-height: normal;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kiT8XHOcGdw/SHX8MZvuqfI/AAAAAAAAABg/H3JIAGDzvEU/s1600-h/kucing.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kiT8XHOcGdw/SHX8MZvuqfI/AAAAAAAAABg/H3JIAGDzvEU/s320/kucing.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5221356633005664754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="font-family:arial;"&gt;Di suatu desa, berlaku suatu peraturan tentang kebisingan suara yang hanya mengizinkan burung-burung untuk bersiul selama 30 menit pada siang hari dan 15 menit untuk malam hari. Akhirnya, penyusun peraturan itu, dibanjiri telepon dari seluruh negeri yang menanyakan bagaimana ia dapat menghentikan siulan burung. Sang Penyusun Peraturan menjawab, “Saya kira saya membuat peraturan itu dengan buru-buru, sampai saya tidak pernah mempunyai kesempatan berpikir tentang hal itu”. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6298607674717903843-274088173245341996?l=labelisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://labelisasi.blogspot.com/feeds/274088173245341996/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6298607674717903843&amp;postID=274088173245341996' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/274088173245341996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/274088173245341996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://labelisasi.blogspot.com/2008/07/r-u-blind.html' title='R U BLIND'/><author><name>Ruswandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00784588983299374135</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kiT8XHOcGdw/SHX8MZvuqfI/AAAAAAAAABg/H3JIAGDzvEU/s72-c/kucing.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6298607674717903843.post-3837608041832255588</id><published>2008-07-07T07:36:00.000-07:00</published><updated>2009-07-26T00:43:23.800-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pernikahan'/><title type='text'>Kawin di Bawah Hukum</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_kiT8XHOcGdw/SHIqSlo1aaI/AAAAAAAAABU/ipgTkldtvZM/s1600-h/sex_legal2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_kiT8XHOcGdw/SHIqSlo1aaI/AAAAAAAAABU/ipgTkldtvZM/s400/sex_legal2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220281416905222562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6298607674717903843-3837608041832255588?l=labelisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://labelisasi.blogspot.com/feeds/3837608041832255588/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6298607674717903843&amp;postID=3837608041832255588' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/3837608041832255588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/3837608041832255588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://labelisasi.blogspot.com/2008/07/kawin-di-bawah-hukum.html' title='Kawin di Bawah Hukum'/><author><name>Ruswandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00784588983299374135</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kiT8XHOcGdw/SHIqSlo1aaI/AAAAAAAAABU/ipgTkldtvZM/s72-c/sex_legal2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6298607674717903843.post-7544612044942346273</id><published>2008-07-07T07:29:00.000-07:00</published><updated>2008-11-13T02:18:09.856-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Labelisasi'/><title type='text'>What is Label in this blog?</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Label…. Menurut saya label lebih dari sekedar kata-kata. Ia merupakan suatu pemberian nama yang disematkan untuk keperluan pemberian perlakuan. Nama anda pun merupakan suatu label. Merek, brand atau semacamnya merupakan suatu bentuk label. Kata halal pada iklan warung makan pun, suatu bentuk label. Apa saja dapat diberi label. Labelisasi merupakan suatu kegiatan umum manusia untuk melangsungkan kehidupannya di muka bumi ini. &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: arial;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_kiT8XHOcGdw/SHIpJu8W2bI/AAAAAAAAABM/6F_ZO70Q2O4/s1600-h/ikan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_kiT8XHOcGdw/SHIpJu8W2bI/AAAAAAAAABM/6F_ZO70Q2O4/s320/ikan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220280165272574386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Sejak kita kecil, kita berusaha memberi label apa saja yang ada disekitar kita. Memegang benda kotak, kubus, bulat, sampai-sampai kita mencoba menggigitnya atau menelannya. Konon kecerdasan manusia itu salah satunya diukur dari kemampuannya memberi label secara tepat terhadap suatu objek. Contoh saja, pemberian label marah. Bila kita salah menafsirkan kata marah dengan kata benci terhadap perasaan yang bergejolak dalam diri kita, maka besar kemungkinan kita akan salah memberi perlakuan terhadap diri sendiri. Anda bilang sedang marah, sehingga nasihat orang lain terhadap anda adalah untuk mengobati rasa marah. Tapi karena sebenarnya anda sedang benci, maka obat nasihat orang lain itu tidak akan manjur bagi anda. Salah diagnosis, maka salah pula perlakuannya. Hanya karena salah label.&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Sederhana memang mengenai label ini … kesalahan pemberian label akan menimbulkan dampak yang ringan sampai serius. Tergantung derajat kegunaan label itu … maka dampaknya pun dapat serius atau tidak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Label banyak kegunaannya … dari pengembangan ilmu sampai profokasi untuk suatu kepentingan. Contoh: Pemimpin &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;USA&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; memberi label TERORIS pada umat Islam sedunia. Atau jangan itu deh … Presiden Bush menyatakan Saddam Husein telah berlaku dzalim pada warganya, ditambah ancaman Irak terhadap tetangganya dengan program bom nuklirnya (yang sampai sekarang ternyata laporan bom nuklirnya itu salah), dan oleh sebab itu ia layak diturunkan dengan bantuan tentara USA. Hebatkan … labelisasinya … menjadi justifikasi baginya untuk menduduki Irak dan menguasai sumber daya alamnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Kesalahan labelisasi dapat menjadi bencana kemanusiaan … yang akan kita sesali seumur hidup. Atau kita tidak perlu menyesal karena kehidupan akan terus berjalan. Dia yang kuat dia yang akan berkuasa…. Itukah label bagi para apatis bagi kehidupan ini ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Pernah mendengar kisah si penunggang unta dengan untanya? Begini ceritanya ….&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Si penunggang diberi tahu oleh si pemilik unta bahwa bila ia berkata bismillah, maka unta akan berhenti. Bila berkata Alhamdulillah, maka si unta akan berjalan. Akhirnya si penunggang menunggangi si unta menuju suatu tempat yang jauh. Di perjalanan, tanpa disadari si unta ternyata sedang berjalan menuju jurang yang dalam. Melihat hal itu, sontak si panunggang berkata bismillah. Segera saja si unta berhenti ….. tepat di tepi jurang. Segera saja, si penunggang memanjatkan syukur atas keselamatnya dengan mengucapkan Alhamdulillah. Mendengar kata itu, si unta segera berjalan …..akhirnya anda tahu sendiri &lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Kisah di atas diharapkan menjadi pelajaran bagi kita. Si penunggang dan si unta memiliki perbedaan label atas kata Alhamdulillah. Perbedaan itu ternyata berakibat buruk bagi keduanya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;So keep read this blog and get the rss feed.&lt;/p&gt;  &lt;br /&gt;&lt;A href="http://www.bookglobal.net/xcart//customer/home.php?partner=mu929"&gt;&lt;BR&gt;&lt;IMG src="http://www.bookglobal.net/xcart//banner.php?partner=mu929&amp;bid=28" width=498 height=90 border=0&gt;&lt;/A&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6298607674717903843-7544612044942346273?l=labelisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://labelisasi.blogspot.com/feeds/7544612044942346273/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6298607674717903843&amp;postID=7544612044942346273' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/7544612044942346273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/7544612044942346273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://labelisasi.blogspot.com/2008/07/what-is-label-in-this-blog.html' title='What is Label in this blog?'/><author><name>Ruswandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00784588983299374135</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kiT8XHOcGdw/SHIpJu8W2bI/AAAAAAAAABM/6F_ZO70Q2O4/s72-c/ikan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6298607674717903843.post-8576048238703362263</id><published>2008-07-07T07:23:00.001-07:00</published><updated>2009-07-26T00:37:15.089-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><title type='text'>Keterbatasan Diri Spiderman</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_kiT8XHOcGdw/SHInNDVViLI/AAAAAAAAABE/A-n3toAAs_Q/s1600-h/spiderman.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_kiT8XHOcGdw/SHInNDVViLI/AAAAAAAAABE/A-n3toAAs_Q/s320/spiderman.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220278023262406834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Walaupun ia adalah pembela kebenaran, namun tidak semua kasus kejahatan dapat ia atasi, contohnya: Korupsi, Mafia ekonomi dan Kejahatan pendidikan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6298607674717903843-8576048238703362263?l=labelisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://labelisasi.blogspot.com/feeds/8576048238703362263/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6298607674717903843&amp;postID=8576048238703362263' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/8576048238703362263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/8576048238703362263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://labelisasi.blogspot.com/2008/07/keterbatasan-diri-spiderman.html' title='Keterbatasan Diri Spiderman'/><author><name>Ruswandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00784588983299374135</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kiT8XHOcGdw/SHInNDVViLI/AAAAAAAAABE/A-n3toAAs_Q/s72-c/spiderman.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6298607674717903843.post-3366031877143840234</id><published>2008-07-06T16:16:00.000-07:00</published><updated>2009-07-26T00:37:53.898-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar'/><title type='text'>Buta Huruf di Abab 21</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Wah buta huruf …. Biasanya dianggap ketidakmampuan untuk membaca huruf untuk menjadi informasi baginya. Tapiiii … apakah memang begitu maknanya? Bagi orang yang diberi label buta huruf ada yang merasa gerah disebut begitu … namun ada pula yang biasa aja karena sudah banyak yang melek huruf. Jadi bisa diminta bantuan untuk membacakannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="arial" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_kiT8XHOcGdw/SHFS_Q50DKI/AAAAAAAAAA8/CMmP4JTc9S4/s1600-h/buaya.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_kiT8XHOcGdw/SHFS_Q50DKI/AAAAAAAAAA8/CMmP4JTc9S4/s320/buaya.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220044689921805474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Seiring dengan usaha masyarakat kita dalam menumpas buta huruf …. saat ini ada suatu perubahan definisi mengenai buta huruf. Jadi dengan definisi ini mungkin akan menambah jumlah orang yang dikategorikan buta huruf. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Bisa jadi anda orangnya …&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Definisi itu adalah sebagai berikut:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;b style=""&gt;“Buta huruf adalah ketidakmampuan seseorang dalam membaca, mengambil makna serta menggunakannya untuk kehidupannya yang lebih baik”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Ya … definisi ini saya yang buat … maaf ya … dari pengalaman dan wawasan yang saya peroleh.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Kenapa begitu? Karena alasan sebagai berikut:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Zaman sekarang (akhir 2006) …. Kita sudah sering mendengar bahwa ini zaman informasi. Atau mungkin sudah sering mendengar istilah “Teknologi Informasi”. … IT kerennya. Tapi tahukah anda dampak IT terhadap kehidupan dunia? &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Dampaknya adalah semakin cepatnya orang untuk mengakses informasi dan memanfaatkanya. Kalau dahulu memerlukan beberapa hari untuk informasi bencana alam, kini dalam sekejab sudah dapat kita dengar beritanya. Transaksi bisnis yang dahulu harus mengurusnya dalam beberapa hari, sekarang dalam waktu singkat transaksi dapat terjadi dalam hitungan detik, hanya dari klik mouse di tangan. Media internet sebagai salah satu IT sudah seperti perkampungan dunia yang penuh dengan kota-kota informasi. Singkatnya kecepatan informasi membuat orang untuk semakin cepat bertindak mengantisipasi atau untuk berbagai keperluan. Selain itu setiap orang bebas memasukkan data, berita dan sebagainya ke media internet. Bayangkan ratusan juta manusia memasukkan informasi ke dalam media tersebut. Terjadilah apa yang disebut dengan banjir informasi. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Yang namanya banjir itu ada saja yang dibawanya. Anda bisa perhatikan banjir menyeret berbagai objek apa saja. Dari debu, kotoran, daun pisang sampai mobil sekalipun. Nah … begitu juga dengan internet, isinya dari sampah sampai yang bermanfaat banget. Apa hubungannya dengan buta huruf zaman sekarang? Informasi yang sudah seperti air bah itu, meuntut kita untuk semakin selektif dalam memilah memilih informasi yang kita butuhkan. Dan satu hal lagi yang penting di sini adalah kecepatan dan kualitas tanggapan anda terhadap suatu informasi. Bila anda tidak membaca terhadap perubahan di dunia ini, maka anda hanya menjadi penonton. Dalam kata lain menjadi “victim” alias korban.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Melek huruf nggak sekedar anda baca … ooooh .. tau …. trus gimana??? … Nah ini lho yang menjadi perbedaan dari orang yang melek huruf sebenarnya dengan buta huruf zaman sekarang. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Saya ambil contoh sederhana saja, di pinggir jalan anda pasti pernah melihat iklan rokok terpampang di tepi jalan. Dalam iklan itu ada semacam ajakan untuk memakai produk rokok itu, alias anda harus beli. Anda tahu atau tidak produk rokok itu berbahaya bagi kesehatan? Syukurnya setiap iklan rokok diwajibkan untuk menyampaikan resiko kesehatannya. Nah …. Anda baca iklan itu …. Oooh tau produk rokok itu … trus apa tindakan anda menanggapi iklan itu? Iklan itu menginginkan agar anda membeli produk itu. Sekarang anda memerlukan rokok itu nggak? Ups …. sebelumnya anda perlu bertanya produk ini baik tidak untuk diri anda? Nah lho … di situ sudah tertera adanya resiko kesehatan. Nah apa pilihan anda? Apa alasannya?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Sekali lagi ya .. anda baca … anda lihat … anda tahu … sekarang apa pilihan anda? Kok contohnya iklan rokok sih? OK saya ambil contoh lain deh … di suatu makanan kaleng tertulis dalam keterangan bahan-bahan yang dipakai salah satunya tertera natrium benzoat. Anda baca … anda tahu itu bahan pengawet makanan … lalu apa pilihan anda menanggapi produk itu?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Sama juga dalam dunia internet … banyak sekali hal yang dapat anda baca … secara sengaja maupun tidak sengaja. Tapi yang jadi pertanyaan adalah apakah anda akan menelan bulat-bulat informasi itu. Apa langkah-langkah berpikir anda menanggapi informasi itu? Dan apakah informasi itu bermanfaat atau tidak?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Kita bila &lt;b style=""&gt;tidak mampu menyeleksi, memilah, memilih, menentukan validitas informasi, kebermanfaatannya, dampak informasi dan menentukan tindakan&lt;/b&gt; anda, maka saya hanya menyatakan, &lt;b style=""&gt;“selamat anda menjadi korban informasi”&lt;/b&gt; akibat buta huruf abad milenium.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6298607674717903843-3366031877143840234?l=labelisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://labelisasi.blogspot.com/feeds/3366031877143840234/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6298607674717903843&amp;postID=3366031877143840234' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/3366031877143840234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/3366031877143840234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://labelisasi.blogspot.com/2008/07/buta-huruf-di-abab-21.html' title='Buta Huruf di Abab 21'/><author><name>Ruswandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00784588983299374135</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kiT8XHOcGdw/SHFS_Q50DKI/AAAAAAAAAA8/CMmP4JTc9S4/s72-c/buaya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6298607674717903843.post-2218512467114608223</id><published>2008-07-06T16:05:00.001-07:00</published><updated>2009-07-26T00:44:29.742-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kapitalisme'/><title type='text'>Kapitalisme</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" face="arial" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kiT8XHOcGdw/SHFQDcECrkI/AAAAAAAAAA0/9KaQONRXDUg/s1600-h/600px-Capitalism_graffiti_luebeck.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kiT8XHOcGdw/SHFQDcECrkI/AAAAAAAAAA0/9KaQONRXDUg/s200/600px-Capitalism_graffiti_luebeck.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220041463102090818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saat ini, kita perlu berbicara mengnai label yang tidak pernah asing lagi bagi telinga kita, yaitu KAPITALISME.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" face="arial" style="text-align: justify;"&gt;Zaman ini, ungkapan kapitalisme dianggap memiliki label baik dan buruk. &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; orang yang sangat mengecam kapitalisme. &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; pula yang mengaku dirinya murni kapitalis. Tapi ngomong-ngmong kapitalisme itu apa sih? Kita harus tahu lho biar nggak ketipu.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" face="arial" style="text-align: justify;"&gt;Dari apa yang saya pahami mengenai kapitalisme, adalah sebagai berikut (ingat ya dari yang saya pahami, tentu dari berbagai referensi):&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Paham kapitalisme beranggapan bahwa manusia memiliki sisi yang tidak terbatas, sedangkan sumber daya alam terbatas. Kebutuhan manusia harus terpenuhi dengan keadaan sumber daya yang terbatas. Inilah yang akhirnya menjadi suatu perlombaan bagi manusia untuk saling menguasai sumber daya alam yang terbatas itu dengan berbagai cara. Siapa saja yang menguasai kapital (sesuatu berharga yang bernilai tinggi; modal) akan dapat menguasai perekonomian. Perekonomian kapitalisme memiliki aplikasi prinsip yang sering kita dengar sejak kita duduk di bangku sekolah dasar, yaitu menjual dengan harga yang setinggi-tingginya dengan modal yang serendah-rendahnya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Sehingga dalam aplikasinya yang berkuasa dalam perekonomian kapitalis adalah para pebisnis yang menguasai modal yang besar. Sektor utama dalam ekonomi kapitalis adalah enterprice (para pebisnis). Apakah pemerintah menguasai perekonomian? Dalam teori ekonomi kapitalis, peran pemerintah hanya untuk mendukung peran pebisnis untuk lebih menyubur makmurkan perilaku pebisnis agar bisa berjalan lancar dan berkembang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Pemerintah dalam ekonomi kapitalis dianggap sebagai sektor kedua untuk bisa menyeimbangkan perkembangan kapital di masyarakat. Pemerintah berperan menambal sesuatu yang kurang dalam usaha enterprice. Sesuatu yang menjadi masalah bila hanya sektor enterprice saja yang berjalan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Masalah yang terjadi adalah masalah monopoli yang dapat mengakibatkan mandeknya inovasi dan memperlebar jurang antara si kaya dan si miskin. Inovasi penting karena peningkatan kesejahtaeraan itu salah satunya adalah penemuan-penemuan baru untuk dapat memenuhi kebutuhan manusia. Selain itu masalah jurang si kaya si miskin yang semakin lebar dapat mengakibatkan terjadinya instabilitas ekonomi. Tingkat kejahatan meningkat. Kerusuhan mengancam para pebisnis.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Nah peran pemerintah adalah supaya tidak terjadi monopoli, mengembangkan inovasi baru, dan menyalurkan dana hak si miskin dari si kaya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Bicara sedikit mengenai inovasi. Dalam prinsip kapitalis, semuanya dapat dijual. Sehingga ada istilahnya money is just idea. Kita bisa mendapatkan uang dengan kecerdasan. Artinya apa? Semuanya bisa kita jual sepanjang ada yang mau beli. Dan pembeli mau membeli bila ada kebutuhan terhadap hal itu. Memindahkan uang orang lain kepada kantong kita, itu hanya akal-akalan kita untuk melakukannya. Kebutuhan itu dapat kita buat dan kita jadikan tren di dalamnya. So its about idea and how to make it real. Namun tidak semua ide langsung dapat dijual, tergantung apakah ada pangsa pasarnya atau tidak. Sehingga suatu ide yang konkrit dapat dikapitalisasi bila sudah ada pangsa pasar yang mampu menyerapnya. Istilah kerennya ada yang mau beli, beli dan beli dan beli. … ide konkret itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Bila bicara how to make it real, kita sudah memiliki alat manajemen, sdm, hukum dan sebagainya yang dapat diimplementasikan. Sekarang yang jadi pertanyaan adalah apa idenya. Nah permasalahan inovasi adalah bila ide konkret itu belum tersedianya pangsa pasar, misalnya inovasi sepatu otomatis yang dapat berbicara dengan pemiliknya, sehingga dengan memakai sepatu itu pemiliknya tidak kesepian, plus bila ia tidur sepatu itu dapat menjalankan kaki pemiliknya ke tempat yang telah diprogram. Hebatkan ide itu … namun apakah ada yang mau membelinya? &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; juga ide penggunaan bahan bakar dari bahan minyak tumbuh-tumbuhan. Jelas inovasi itu bagus, namun bila belum ada pasar yang bisa menyerapnya, maka inovasi itu hanya akan menjadi pajangan inovasi yang tak terpakai. Bagaimana agar inovasi itu terpakai? Harus ada pendidikan pasar, mengenai kelebihan-kelebihan, keunggulan dan jaminan produk itu. Plus usaha untuk bisa terjangkau oleh pasar yang dimaksud, dan lain-lain. Nah peran pemerintah salah satunya adalah membuka dan mengembangkan inovasi-inovasi sehingga bila telah terbentuk pasarnya, maka selanjutnya pihak enterprice mengambi alih dan mengembangkannya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Ok sampai di sini gimana? &lt;st1:place&gt;&lt;st1:placetype&gt;cape&lt;/st1:placetype&gt; &lt;st1:placename&gt;bacanya&lt;/st1:placename&gt;&lt;/st1:place&gt;? Kita terusin ya!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Nah adanya dua sektor ini (enterprice &amp;amp; government), tidak serta merta semua permasalahan terselesaikan. Muncul masalah baru, yaitu pengaruh enterprice terhadap regulasi (undang-undang) yang dibuat pemerintah, termasuk praktek regulasi di lapangannya. Jelas enterprice sangat berkepentingan terhadap segala undang-undang yang berlaku di negara tempat ia berbisnis.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bila peraturan itu justru dianggap mengekang praktek bisnisnya, maka ia akan mencari celah untuk bisa melegalkan. Caranya bisa kolusi dengan aparat pemerintah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Perlu teman-teman sadari, yang namanya pegawai (orang yang bekerja untuk orang lain –pemilik bisnis) adalah bagian dari modal perusahaan. Prinsip ekonomi kapitalis menempatkan modal sekecil-kecilnya dengan laba atau keuntungan yang besar dalam penjualannya. Maka jangan aneh bila gaji karyawan akan terus ditekan sedemikina rupa, karena ia adalah bagian dari pengeluaran perusahaan (modal). Nah .. bila anda ingin kaya bukan menjadi karyawan tempatnya … tapi menjadi pebisnis dan atau investor. Pemerintah dalam hal ini mengeluarkan undang-undang untuk meredam kemarahan karyawan atau buruh dengan sistem upah atau gaji minimum regional. Serta mengawasi praktek perusahaan dalam membina karyawannya. Tapi bagaimanapun juga kenyataannya pengusaha adalah penguasanya. Pembuat undang-undang dapat dibayar sesuai pesanan pengusaha. Aparat dilapanganpun dapat dibungkam mulutnya dengan duit. Ingat … dalam ekonomi kapitalis semua dapat dijual, termasuk pembuatan undang-undang dan laporan pengamatan lapangan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Selain kelemahan kolusi antara dua sektor ini, kelemahan lain adalah cara pemberian dana sosial pada masyarakat miskin dengan mengelontorkan dana begitu saja pada orang yang dianggap berhak menerimanya. Pemberian dana ini dalam rangka untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengurangi kedalaman jurang antara si kaya dan si miskin. Contoh yang sangat terlihat adalah pelaksanaan program dana subsidi BBM pada orang-orang miskin. Anda dapat lihat di televisi atau di kantor pos betapa tidak manusiawinya ketika dana itu diberikan. &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; nenek-nenek yang pingsan dan sebagainya. Yang jadi pertanyaan adalah ortang yang diberikan dana itu akan serta merta berubah statusnya dari miskin menjadi menegah atau dari bawah garis kemiskinan naik derajatnya menjadi miskin? Saya tidak yakin positif jawabannya. Inilah kelemahan kedua yaitu tidak bermartamat dan mendidik dalam penyaluran dana sosial.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Ok … kelemahan pertama mungkin dapat ditutupi dengan komitmen pemerintah untuk memberantas KKN. Selain itu pengusaha didorong untuk melakukan praktek bisnis yang beretika dan komit untuk melakukannya. Selain itu juga harus ada usaha masyarakat untuk memperkuat sendi-sendi kehidupannya dengan lebih banyak memperhatikan lingungan sekitarnya dari kerawanan sosial dan kesehatan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Nah saatnyalah lahir sektor ketiga dalam ekonomi kapitalis, yaitu sektor valunteer (sukarela). Suatu sektor yang bersifat nirlaba. Namun dapat menjadi laba bila pasarnya memungkinkan. Usaha-usaha sukarela yang tidak bisa dilakukan oleh dua sektor terdahulunya, namun tetap sektor ini dibuat untuk mendukung sektor yang pertama, yaitu enterprice. Pembentukan yayasan, LSM, NGO (Non Government Organization), komunitas sosial, atau badan wakaf adalah contohnya. Sektor ketiga ini jelas untuk menutupi kelemahan pangsa pasar yang kurang terhadap inovasi baru dan pemberian dana sosial yang bermartabat dan mendidik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Bagaimana kapitalisme &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Yang saya tahu paham Pancasila jelas-jelas menentang habis kapitalisme. Dalam sila kedua saja Kemanusiaan yang adil dan beradab, ini sering dilanggar dalam praktek kapitalis. Sila kelima; Keadilan sosial bagi seluruh rakyat &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, maka jelas ini dilanggar karena kapitalis hanya membuat makmur segelintir orang saja. Ingat prinsip Pareto dalam kapitalis … terdapat 20% jumlah total penduduk yang menguasai 80% kekayaan masyarakat seluruhnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Dalam sejarahnya orde lama menggunakan paham ekonomi sosialis dimana negara mengatur perekonomian dan mengabdi pada kepentingan masyarakat. Masyarakat pun didorong berlomba-lomba untuk melakukan perilaku sosial demi terwujudnya kesejahteraan bersama. Namun pada orde baru paham ini diubah menjadi paham ekonomi kapitalis, di mana para pebisnis atau konglomerat adalah yang berkuasa untuk menentukan kebijakan ekonomi. Pemerintah mengabdi pada konglomerat agar bisnis dalam negara ini tetap berjalan dan berkembang. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Nah … cukup sampai di sini dulu …label kapitalisme yang saya pahami. … bagaimana tanggapan anda? Mungkin pertanyaan yang cukup menggelitik adalah:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in; font-family: arial;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;      menganut ekonomi kapitalis, pendekatan apa agar kita dapat hidup sejahtera      di alam kapital ini? Menjadi pegawai? Atau pebisnis?&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dalam ekonomi kapitalis      semuanya diukur dengan uang. Yang jadi pertanyaan adalah seberapa nilai      anda dalam perekonian kapital ini? Apa yang menjadikan nilai anda tinggi      dalam ekonomi kapital?&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Baik atau burukkah      kapitalisme ini? Apa faktor dominan yang menjadikan kapitalisme buruk?      Apakah prinsip “menjual dengan harga setinggi-tingginya dengan modal      sekecil-kecilya” itu baik? Jelaskan!&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dalam ekonomi kapitalis,      apakah prinsip pasar bebas dapat benar-benar tercipta? Apa faktor yang      dapat menghalangi terjadinya pasar bebas itu?&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Menurut anda apa motivasi      mulia di balik para entrepreneur itu? Selain menciptakan lapangan tenaga      kerja baru, apa lagi motivasi mulia pebisnis untuk tetap berusaha      mengembangkan bisnisnya? &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6298607674717903843-2218512467114608223?l=labelisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://labelisasi.blogspot.com/feeds/2218512467114608223/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6298607674717903843&amp;postID=2218512467114608223' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/2218512467114608223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/2218512467114608223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://labelisasi.blogspot.com/2008/07/kapitalisme.html' title='Kapitalisme'/><author><name>Ruswandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00784588983299374135</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kiT8XHOcGdw/SHFQDcECrkI/AAAAAAAAAA0/9KaQONRXDUg/s72-c/600px-Capitalism_graffiti_luebeck.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6298607674717903843.post-1796443689204614982</id><published>2008-07-04T07:34:00.000-07:00</published><updated>2009-07-26T00:40:00.308-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penipuan'/><title type='text'>Penipuan di ATM (dari MILIS)</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: arial;font-size:100%;" &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_kiT8XHOcGdw/SG41wwKwzII/AAAAAAAAAAs/AX2TD37SRy8/s1600-h/atm.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_kiT8XHOcGdw/SG41wwKwzII/AAAAAAAAAAs/AX2TD37SRy8/s200/atm.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5219168129849019522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Peristiwa ini menimpa saya Hari Minggu yang lalu di salah satu ATM Mandiri(sebut saja ATM1). Semoga tidak terulang pada pembaca.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Kejadian ini berawal ketika saya mau menarik uang di ATM Mandiri. Seperti kadang-kadang terjadi setelah saya masukkan kartu ATM, layar ATM menyatakan bahwa …..out of service atau ….maaf sementara tidak dapat melayani. Tentu saja saya langsung tekan tombol Cancel untuk membatalkan transaksi. Namun ternyata kartu ATM tidak kunjung keluar walaupun saya ulangi berkali kali dan saya tunggu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Di saat saya berharap kartu ATM segera keluar, tiba-tiba ada seseorang laki-laki (sebut saja Mr X) yang membuka pintu ATM dan tindakan kurang etis ini tentu agak mengejutkan saya. Orang tersebut yang tampil dengan sikap dan wajah innocent (tanpa dosa) dan dengan cukup santai bertanya: Bisa Pak? Kartu saya tadi tertelan pak! Karena merasa senasib, sikap saya berubah dari curiga menjadi welcome. Setelah saya amati, ternyata kartu saya tampak sedikit (kurang lebih satu millimeter) di bibir lobang kartu ATM dan saya berusaha dengan menyelipkan dua kartu tipis untuk menjepit kartu tersebut agar dapat saya keluarkan. Usaha saya itu mendapat respon yang bersahabat dari Mr X dan segera pula ia membantu saya untuk menjepit dengan kertas yang saya gunakan tetapi kartu ATM saya juga tidak berhasil dikeluarkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Usaha berikutnya dilakukan oleh Mr X dengan menelpon "Bank" (katanya saya telpon bank saja pak, 14000 ya? tanyanya dan tidak saya jawab karena saya konsentrasi dengan usaha saya untuk mengeluarkan kartu ATM). Setelah dia menceritakan apa yang telah terjadi dan salah satu ungkapannya di telepon "kartu saya terganjal oleh bapak setelah saya pak!". Mr X segera menyerahkan HPnya karena pihak "Bank" mau bicara dengan saya. Pihak "Bank" setelah menanyakan beberapa data seperti nama, tanggal lahir, nama ibu kandung segera menuntun saya agar dapat mengeluarkan kartu ATM saya dan tentu saja saya turuti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Tekan tombol di bawah angka 9; tekan tombol di bawah angka 7; tekan pin bapak; tekan ENTER. Keluar tidak pak? Tanyanya. Tidak, jawab saya. Ok pak saya akan bantu sekali lagi mengeluarkan kartu bapak. Ikuti petunjuk saya tekan tombol di bawah angka 9; tekan tombol di bawah angka 7; tekan pin bapak (pelan-pelan pak) dan saya sempat berpikir mengapa harus pelan?; tekan ENTER. Singkatnya saya menekan PIN saya sampai sekitar tiga kali yang disaksikan oleh Mr. X. Saya tidak sampai hati meminta Mr X keluar dari ruang ATM karena ia telah meminjami HP dan "menolong saya". Adegan ini berarkhir ketika pihak "Bank" tidak berhasil membantu saya dengan mengatakan: Ok pak, karena kartu bapak tidak bisa keluar, KARTU BAPAK SAYA BLOKIR SAJA DAN SAAT INI KARTU BAPAK SUDAH TIDAK BERFUNGSI. Besuk bapak segera ke Bank Mandiri setempat untuk minta terbitkan kartu baru. Karena merasa aman, saya segera tinggalkan ruang ATM dengan mengucapkan terima kasih kepada Mr. X setelah anak saya segera keluar dari mobil, menyusul ke ruang ATM menanyakan apa yang terjadi (kata saya: kartu sudah diblokir, kita pindah ATM lain saja nak).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Untungnya saya tidak menaruh semua telor saya dalam satu keranjang. Masih ada keranjang lain tidak peduli ukurannya. Segera saya menuju ATM (sebut saja ATM2) yang lain karena saya sudah ditunggu di salah satu toko untuk suatu transaksi. Sebelum saya (bersama isteri dan anak saya) masuk ke ATM2 tiba-tiba SMS banking masuk dan menyatakan rekening saya terdebet Rp 1.500.000,-. Ketika itu saya baru sadar (menurut saya bukan karena hipnotis, tetapi logis) bahwa MR X TADI TERNYATA PENIPU dan pihak "Bank" yang bicara dengan saya adalah anggota sindikatnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Segera saya menuju ATM1 dengan melanggar lampu merah di perempatan jalan sambil menghampiri Polantas setempat. Sampai di tempat kejadian, tentu saja pelaku sudah kabur dan selama saya menuju kembali ke ATM1, rekening saya selalu terdebet hampir setiap setengah menit Rp 1,5 juta dan berkali-kali. Saya berusaha keras untuk memblokir via 14000 tetapi selalu dijawab oleh mesin penjawab dan setelah sekian lama saya baru bisa bicara dengan operator untuk melakukan pemblokiran. Apa boleh buat saat pemblokiran saldo tinggal tersisa Rp 82 ribu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Setelah dihubungi oleh pihak kepolisian, tidak lama berselang petugas ATM Bank Mandiri datang dan membongkar mesin ATM. Ternyata di dalam ruang kartu masuk telah diselipkan SEBATANG KOREK API yang telah dipotong "pentolan" nya. Kata petuga bank: Inilah pak yang membuat kartu bapak tidak bisa masuk….kejadian ini sudah sekitar satu tahun tapi pelakunya belum juga tertangkap…. Dia (Mr X) bisa mengeluarkan kartu bapak dengan tang/penjepit kecil…..Minggu lalu juga kejadian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Begitu memasuki hari kerja saya laporkan ke Bank Mandiri dan petugas Customer Service menyatakan kasus ini baru pak (wah rupanya pihak bank ketinggalan juga, red) setelah dicek transaksi penarikan (oleh Mr X cs) tiga kali Rp1,5jt; 1xRp500rb; dan karena maksimum penarikan per hari Rp5jt, sisanya dihabiskan untuk belanja kilat (mungkin di toko emas) tentu dengan memalsukan tanda tangan saya. Maaf pembaca, total kehilangan tidak perlu saya beberkan semua, yang jelas tinggal Rp 82 rb alias habis dalamwaktu transaksi 17 menit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;KESIMPULAN:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;1. Sindikat penipu memilih ATM yang terpencil, bukan yang di kantor bank dan/ atau yang ada security-nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;2. Mereka memilih hari libur agar nasabah tidak dapat menghubungi bank setempat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;TIP AGAR HAL SERUPA TIDAK TERULANG PADA PEMBACA:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;1. Gunakan ATM yang ada Bank-nya atau yang dekat security, hindari ATM terpencil walaupun di ATM terpencil kita tidak perlu antre.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;2. Jika kartu macet dan tidak bisa keluar dengan usaha sendiri, tinggalkan saja karena orang lain tidak bisa menggunakan tanpa mengetahui PIN-nya dan segera lapor ke bank setempat (tentu pada hari kerja).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;3. Pada saat pembaca panik karena jadwal padat, ditunggu dalam waktu singkat, sehingga secara emosional tidak stabil, mungkin juga sedang berantem sebaiknya hindari transaksi menggunakan ATM karena daya analisa menurun dan sangat memungkinkan terjadi kesalahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;4. (Walau yang keempat ini tidak terkait dengan sub judul di atas) rekening yang ber kartu ATM batasi jumlahnya. Yang lain simpan saja di rekening tanpa kartu ATM dan jika terlanjur diberikan kartu ATM, kembalikan saja ke bank dan bertransaksilah via kasir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Mohon maaf jika pembaca tersita waktunya untuk membaca ulasan peristiwa ini terutama bagi yang telah mendengar peristiwa serupa sebelumnya. Jika bermanfaat bagi pembaca, berikan (forward) info ini kepada rekan yang lain, siapa tahu mereka membutuhkan. Terima kasih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Jika suatu saat info ini sampai kepada Mr. X yang telah menipu saya, saya berpesan carilah uang dengan cara lain karena melalui jerih payah, hasil akan lebih bisa dinikmati. Anda berkualitas dalam mendapatkan uang cepat, namun kualitas hendaknya memenuhi 5 indikator keseimbangan yaitu QCDSM (Quality, Cost, Delivery, Safety, Morale). Anda baik dari sisi Quality (cerdik); anda baik dari sisi Cost (dengan biaya rendah, hanya sebatang korek api); anda baik dari sisi Delivery (dapat uang dalam waktu cepat); tapi dari sisi Safety (anda aman....tapi hanya sementara lho); dan dari sisi Morale (sayang angkanya cuma nol) karena melanggar norma.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Salam,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Wst&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Best Regards,&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;MASARINA FLUKERIA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6298607674717903843-1796443689204614982?l=labelisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://labelisasi.blogspot.com/feeds/1796443689204614982/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6298607674717903843&amp;postID=1796443689204614982' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/1796443689204614982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/1796443689204614982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://labelisasi.blogspot.com/2008/07/penipuan-di-atm-dari-milis.html' title='Penipuan di ATM (dari MILIS)'/><author><name>Ruswandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00784588983299374135</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kiT8XHOcGdw/SG41wwKwzII/AAAAAAAAAAs/AX2TD37SRy8/s72-c/atm.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6298607674717903843.post-2971470798955977123</id><published>2008-07-03T01:48:00.000-07:00</published><updated>2009-07-26T00:44:03.872-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sekolah'/><title type='text'>Dengan Imtak Menengahi Tawuran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_kiT8XHOcGdw/SGyUf674EdI/AAAAAAAAAAk/OTGPfofC12s/s1600-h/mentor.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_kiT8XHOcGdw/SGyUf674EdI/AAAAAAAAAAk/OTGPfofC12s/s200/mentor.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5218709344332812754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;Drs H. A. Sholeh Dimyathi, MF, MM: Dengan Imtak Menengahi Tawuran&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Fetty Shinta Lestari/Dok.Pena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Terpilih sebagai kepala sekolah berprestasi tingkat DKI Jakarta 2006. Ia menggagas model Imtak untuk membina pekerti siswa dan sebagai solusi masalah tawuran pelajar. Berkali-kali juara di ajang Lomba Kompetensi Guru.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;JULUKANNYA “kepala sekolah bagian luar negeri”. Soalnya, hampir tiap hari setelah pukul 10 pagi ia tidak ada di sekolah. Bukan karena dia suka keluyuran tanpa juntrungan, melainkan karena dia mengemban segudang tugas. Antara lain, ia menjadi ketua jaringan pengembang kurikulum, ketua MGMP Pendidikan Agama Islam SMK se-DKI Jakarta, ketua Imtak (Iman dan Takwa) dan ketua KKKS Kejuruan Jakarta Utara. Di antara kesibukannya itu, ia juga masih menyempatkan diri mengajar mengaji dan menjadi pengkhotbah (khatib) pada salat Jumat.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Siapa dia? Dia adalah Drs HA Sholeh Dimyathi, MF, MM, Kepala SMK Negeri 56 Jakarta. Pada tahun 2006, berkat setumpuk prestasinya, Sholeh terpilih sebagai Kepala Sekolah Berprestasi tingkat DKI Jakarta. Sebelumnya, tahun 2004, Sholeh juga mendapatkan penghargaan Satya Lencana Pendidikan sebagai guru berprestasi dan berdedikasi tinggi.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sholeh juga menjadi juara umum Lomba Kompetensi Guru (LKG) tahun 1997, sehingga ia mendapatkan hadiah rumah seharga Rp 90 juta dari Presiden RI kala itu, Soeharto. Kemudian tahun 2001 dan 2002, Shaleh juga meraih juara kedua lomba LKG.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;IMAN DAN TAKWA&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sholeh memulai kiprahnya sebagai pengajar pada 1985, dengan menjadi guru agama Islam di STM 26 Pembangunan, Jakarta. Kala itu, Sholeh melihat ada perubahan perilaku pada sejumlah siswanya. Setelah diselidiki, ternyata mereka mendapatkan doktrin yang dikenal dengan sebutan NII (Negara Islam Indonesia).&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sholeh merasa heran karena doktrin NII mampu mengubah sikap para pengikutnya dalam waktu singkat. Sedangkan pendidikan agama Islam di sekolah, yang diberikan selama tiga tahun, tidak mampu merubah perilaku siswa segampang itu.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Yang dipikirkan Sholeh selanjutnya bukan lagi doktrin NII, melainkan bagaimana mengemas metode pengajaran agama Islam di sekolah. Setelah melakukan penelitian, sholeh menemukan beberapa kelemahan dari metode pengajaran selama ini. ”Penilaian pada pendidikan agama Islam itu berdasarkan penilaian dakwah, dan lebih berorientasi kognitif,” kata Sholeh.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Melihat kelemahan ini, Sholeh ingin memperbaikinya dengan merubah pola pendidikan agama Islam, dan mengubah strategi penilaian pendidikan agama. Sebelumnya nilai agama siswa itu diberikan oleh guru. Tapi Sholeh merubahnya dengan nilai agama yang siswa dapatkan berasal dari diri mereka sendiri. Caranya, untuk mendapatkan nilai agama, para siswa harus mengikuti kegiatan mentoring di kelas. Kemudian siswa juga wajib melakukan kegiatan mandiri berupa praktek keagamaan, seperti salat berjamaah dan salat Jumat, baik di sekolah, di rumah atau di masyarakat.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Jika ingin mendapatkan nilai, maka siswa harus mengumpulkan bukti bahwa mereka memang benar melakukan praktek keagamaan. Untuk dapat bukti itu siswa harus minta tanda tangan dari guru lain yang bukan guru agama, dan orang lain yang bukan guru, termasuk orang tua, yang menjelaskan bahwa ia memang rajin beribadah.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Model inilah yang disebut oleh Sholeh sebagai metode Imtak (Iman dan Takwa). ”Imtak adalah pengembangan model pembelajaraan pendidikan agama Islam,” kata Sholeh. Menurut dia, pendidikan agama Islam tidak hanya harus dilakukan di kelas, tapi seharusnya terus dilakukan selama 24 jam sehari.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Model ini sempat diprotes para guru lain. Namun Sholeh menjelaskan bahwa tugas mengajarkan agama Islam kepada siswa, bukan hanya diemban guru agama. Melainkan tugas semua muslim.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Untuk mengetahui keberhasilan model pembelajaran agama yang ia kembangkan, Sholeh melakukan pengujian. Di satu kelas, ia mengajar dengan cara konvensional, yaitu dengan ceramah dan sesi tanya jawab. Sedangkan di kelas lain, ia mengajar dengan model Imtak.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Di kelas Imtak, Sholeh menjelaskan suatu tema dan memberikan tugas kepada siswa untuk mencari dan menyalin ayat dan hadist. Dalam memberikan nilai terhadap hasil tugas siswa, sholeh tidak membatasi tempat dan waktu. Kapan dan di mana pun siswa boleh meminta nilai dari dia. ”Kadang, baru turun dari motor, siswa sudah menondong minta nilai. Saya paraf dan berikan nilai A, tanpa saya koreksi”, kata Sholeh. Memang, Sholeh tidak pernah mengkoreksi tugas siswanya. Karena Sholeh yakin bahwa dalam mengerjakan tugas, siswa akan bersikap jujur.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sholeh memberikan nilai antara A (setara dengan angka 10) hingga D (setara dengan angka 4). Bagi siswa yang bisa menyelesaikan tugas lebih awal, nilainya akan lebih tinggi. Jadi, nilai tergantung pada keaktifan siswa.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dari hasil pengujiannya itu, Sholeh melihat 95% anak yang diuji-coba dengan model ini lebih berhasil mengubah perilaku keagamaannya. Kemudian konsep model ini dituangkan oleh Sholeh dalam karya tulis dan diikutkan LKG 1997. Ternyata ia mendapat juara pertama.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;SOLUSI UNTUK TAWURAN&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pada 2001, Sholeh mulai berusaha memperkenalkan model Imtak ke guru agama Islam di sekolah-sekolah lain. Waktu itu ada lima sekolah yang kemudian mengikuti jejak Sholeh, dan hasilnya cukup positif. Kemudian Sholeh mempresentasikan model ini di Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Kanwil Depdikbud) DKI Jakarta bidang Pendidikan Menengah dan Kejuruan (Dikmenjur).&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ternyata, konsep Imtak hasil kreasi Sholeh diterima oleh Suharyanto, yang waktu itu menjadi kepala bidang Dikmenjur (Sekarang Kepala Sub Direktorat SMK). Suharyanto menangkap positif model ini, dan berniat menerapkannya untuk menangani tawuran pelajar. Maklum, kala itu tawuran pelajar sangat marak, sehingga ada istilah tiada hari tanpa tawuran pelajar. Suharyanto berharap metode Imtak bisa memperbaiki citra SMK, yang kala itu paling banyak melakukan tawuran.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Suharyanto meminta Sholeh membuat disain baru pengembangan Imtak sehingga bisa dipakai sekolah yang pelajarnya banyak melakukan tawuran. Akhirnya, melalui model Imtak, guru BP, guru bidang kurikulum, kepala sekolah dan tenaga pendidik lainnya diberikan pelatihan agar bisa memberikan mentoring dengan pendekatan Dakwah Sistem Langsung (DSL). DSL adalah pembinaan keislaman dengan pendekatan teman sebaya dalam bentuk kelompok yang terdiri dari sepuluh sampai lima belas siswa.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Penerapan model Imtak dengan pendekatan DSL ternyata lumayan berhasil. Tingkat tawuran pelajar tahun 2001 menurun. Dari 16 titik tawuran di DKI Jakarta, jumlah kasus tawuran turun dari 122 kasus menjadi 70 kasus pada tahun 2003. SMK yang menerapkan DSL waktu itu adalah SMK Poncol, SMK Bahariawan, SMK Budut dan sekolah lain yang dikenal sering melakukan tawuran. Saat ini ada 150 sekolah di DKI yang mengembangkan model ini.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;”Jadi kalau masih ada sekolah yang pelajarnya tawuran, itu berarti pendidikan Imtaknya belum dilakukan,” ujar Sholeh. Soleh sudah pernah panjang lebar memaparkan solusi menyelesaikan masalah tawuran pelajar di internet.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sholeh tak cuma mendisain model Imtak. Ia juga mengembangkan model SKKS (Sistem Kredit Kegiatan Kesiswaan), untuk mendorong prestasi siswa. ”Melalui sistem ini, aktivitas siswa lebih dihargai, baik aktivitas yang dilakukan di sekolah maupun di luar sekolah,” kiata Sholeh. Misalnya, siswa mengikuti lomba basket di tingkat RT. Kalau menang, ia akan mendapatkan skor 1. Kalau menang di tingkat kecamatan, siswa mendapatkan skor 2. ”Skor-skor itu menjadi bagian penilaian akhir anak,” kata Sholeh.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Menurut Sholeh, kadang-kadang sekolah sering melakukan justifikasi terhadap anak yang kurang berprestasi di bidang akademik. Padahal si anak mempunyai prestasi di bidang lain, seperti di bidang olahraga. Nah, model SKKS akan menilai prestasi siswa dari segala aspek, bukan hanya dari prestasi akademiknya saja. Pada tahun 2001, Sholeh menerima penghargaan untuk model SKKS yang dikembangkannya itu.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kemudian pada tahun 2002, kembali Sholeh mengikuti LKG, dan meraih juara kedua. Dalam LKG itu, Sholeh menulis tentang unit produksi sebagai replika praktek kerja siswa. Dalam mengembangkan unit produksi atau unit usaha di sekolah, Sholeh bekerja sama dengan sebuah perusahaan obat. Unit usaha tersebut dimodali oleh sekolah, tapi dikelola oleh siswa sendiri, dari mulai perencanaan, pelaksanaan, promosi, penjualan sampai kepada hasil.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;”Dengan didirikan unit usaha ini, maka ada tempat untuk praktek kerja siswa,” kata Sholeh. Unit usaha ini juga melatih para siswa untuk memasarkan suatu produk. Untuk mendorong semangat siswa, sekolah membebaskan membayar uang sekolah selama beberapa bulan bagi siswa yang dapat memenuhi target tugasnya dalam unit usaha.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pada awalnya para orang tua siswa sempat protes kepada pihak sekolah karena mereka mengira anaknya tidak belajar di sekolah, malah disuruh jualan. Namun Sholeh memberikan penjelasan kepada para orang tua, bahwa unit usaha di sekolah hanya sarana untuk praktek kerja. ”Para orang tua pun akhirnya mengerti, dan malah mendukung,” kata Sholeh.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;JADI JURI LKG&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Karena terus mendapatkan juara di LKG, Sholeh tidak dibolehkan ikut LKG lagi. Tapi Sholeh diminta untuk menjadi juri LKG di tahap awal yang menyeleksi naskah yang masuk. Sholeh menjadi juri tahap awal selama tiga tahun berturut-turut, yaitu 2003, 2004 dan 2005. ”Ada sekitar 1.800 naskah yang masuk dari para peserta. Tapi herannya naskah yang saya nilai, umumnya jadi juara,” kata Sholeh sambil tersenyum.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sholeh juga kreatif menulis. Ia telah menghasilkan banyak artikel, beberapa buku dan modul. Salah satu hasil tulisannya yang berjudul ”Mairil, Satu Bentuk Penyimpangan Seksual di Kalangan Santri”, pernah diterbitkan sebuah majalah Psikologi di Jakarta. Mairil adalah istilah di pesantren untuk perbuatan homoseksual. Sholeh juga menjadi editor sebuah penerbit. ”Padahal saya tidak punya keahlian jurnalitik, hanya modal ingin belajar saja,” ujar Sholeh, merendah.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sholeh sudah memiliki hobi menulis sejak duduk di bangku PGA (Pendidikan Guru Agama) –setara dengan SMA. Sholeh paling suka membuat puisi. Di samping itu, Sholeh juga punya hobi membaca.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sholeh dilahirkan di Pati, Jawa Tengah, dari pasangan H. Dimyathi dan Daryah. Sholeh yang lahir tanggal 17 Oktober 1954, adalah anak pertama dari 9 bersaudara. Ayahnya adalah pensiunan veteran pejuang tahun 1945. sedangkan ibunya adalah pedagang.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sholeh tumbuh di lingkungan santri. Ada 52 pesantren berada di sekitar rumahnya. Tapi meski belajar di pesantren, Sholeh tidak pernah tinggal di pondok pesantren. Ia tetap tinggal di rumah membantu ibunya berjualan. Atau terkadang menyiapkan makanan untuk seluruh keluarga.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tidak ada cita-cita jadi guru di benak Sholeh waktu ia kecil. ”Saya hanya ingin menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain,” kata Sholeh. Tapi watak kepemimpinan dan rendah hatinya sudah tampak sejak kecil. Watak itulah yang ia bawa hingga dewasa. Di sekolahnya kini Sholeh memposisikan dirinya sebagai pengayom. Sholeh sangat memperhatikan persoalan-persoalan sekolah, siswa dan para guru. Ia tak segan memberikan nasihat atau bimbingan kepada siapa saja yang membutuhkannya.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Untuk menjalankan peran sekolah secara benar, Sholeh membuat sistem mekanisme kerja terlebih dahulu. Sholeh membuat dulu standar operasional prosedur organisasi, sehingga setiap warga sekolah mengetahui tugas dan fungsi pokoknya. ”Dengan begitu, setiap langkah dan kebijakan yang diambil tidak akan melenceng dari sistemnya,” kata Sholeh.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Setelah lulus dari PGA, Sholeh kemudian meneruskan pendidikan ke IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, tahun 1974. Sebelumnya Sholeh sempat mencicipi kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM, tapi tidak ia teruskan karena terbentur biaya. ”Waktu itu jaman sedang susah. Orang antri untuk dapat beras. Banyak yang hanya bisa makan bulgur, jagung merah,” kenangnya.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Selama kuliah, Sholeh tinggal di tempat indekos di Yogyakarta. Untuk mengirit duit kiriman orang tuanya, ia menjual jasa sebagai juru masak untuk keluarga yang punya tempat indekos. ”Dengan uang kiriman Rp 10.000 dan beras 10 liter, per bulan, saya tak bisa membeli apa-apa. Beras pun sering tak cukup,” kata Sholeh. ”Tapi dengan jadi juru masak, saya mendapat imbalan makan gratis,” Sholeh menambahkan.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;MASUK TKS BUTSI&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tahun 1980, Sholeh lulus dari IAIN. Kemudian Sholeh memilih masuk ke TKS BUTSI (Tenaga Kerja Sukarela Badan Urusan Tenaga Kerja Sukarela Indonesia) dan ditempatkan di Jakarta. Pada tahun ketiga Sholeh di TKS BUTSI, ia ditawari program pertukaran pekerja untuk belajar, atau biasa disebut pertukaran pelajar. Lokasi penempatannya ada tiga pilihan, yaitu Papua, Timor-Timor dan luar negeri.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sholeh bingung mau memilih yang mana. Ia berpikir, kalau pergi ke Papua, ia takut terserang malaria. Seperti banyak diberitakan kala itu bahwa di Papua masih ada wabah malaria. Kalau pergi ke Timor-timor ia takut terkena peluru nyasar karena kala itu masih terjadi perang. Sedangkan kalau pergi ke luar negri, ia tidak percaya diri karena bahasa Inggris-nya kacau balau. Namun, akhirnya Sholeh memilih luar negeri.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sholeh mengambil les bahasa Inggris intensif sebelum ujian penyaringan program pertukaran pelajar. Ia serius mempersiapkan bahasa Inggris-nya, sampai-sampai tak mau lagi berhubungan dengan teman-temannya. Sholeh tak mau diganggu. ”Bahkan ada surat dari orangtua, tidak saya buka, sampai les bahasa Inggris kelar,” kata Sholeh sambil tertawa. Ternyata usahanya membawa hasil. Ia lulus les bahasa Inggris, dan lulus pula dalam seleksi untuk program pertukaran pelajar. Ia akan ditempatkan di Filipina.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sebelum berangkat ke Filipina, Sholeh pulang ke rumah orang tuanya di Pati, Jawa Tengah, untuk pamit. Namun tidak terduga, sampai di rumah Sholeh dinikahkan dengan gadis pilihan orangtuanya. Kemudian Sholeh kembali ke Jakarta, dan melapor ke Departemen Tenaga Kerja –yang menggelar program pertukaran pelajar itu.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ternyata ada peraturan yang melarang menikah kepada para peserta program pertukaran pelajar. Apa daya, akhirnya Sholeh batal berangkat ke Filipina. Dia malah dikirim ke Bandung untuk mengikuti pendidikan dan latihan (diklat) di Akademi Tenaga Pekerjaan Umum (ATPU).&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Di ATPU, Sholeh belajar teknik. Tentu bukan urusan gampang bagi Sholeh yang sebelumnya lebih banyak belajar agama. ”Bayangkan, saya yang memiliki latar belakang pendidikan agama di IAIN, harus belajar teknik,” katanya. Tapi Sholeh bertekad harus bisa, supaya bisa lulus dari ATPU. Dan, ia berhasil. Setelah tamat dari ATPU, Sholeh ditugaskan menjadi Petugas Lapangan Proyek (PLP).&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kerena dinilai berhasil dalam menjalankan tugasnya sebagai PLP, Sholeh diikutkan dalam pelatihan teknisi proyek. Selesai pelatihan, Sholeh menjadi kepala teknisi proyek. Namun karena sesuatu hal, Sholeh akhirnya keluar dan pindah bekerja ke Hotel Indonesia (HI). Di HI Sholeh mengurusi manajemen koperasi. Tapi ia hanya bertahan 6 bulan, lalu mengundurkan diri.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;ABDI PENDIDIKAN&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tahun 1984, Sholeh ikut tes pegawai negeri sipil dan lulus. Kemudian tahun 1985 ia diangkat jadi guru agama di STM 26 Pembangunan, Jakarta. Di sinilah ia meneratas kariernya sebagai pengajar sejati. Dunia pendidikan akhirnya menjadi ladang pengabdiannya.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pada 1998, Sholeh mengikuti pelatihan kepala sekolah. Dan, tahun 2000 ia benar-benar diangkat menjadi kepala sekolah di SMK 20, Jakarta Selatan. Di sekolah itu Sholeh membuat terobosan dengan membuka program perbankan syariah. Program ini dibuka atas kerja sama SMK 20 dengan Bank Muamalat. ”Ini program pertama yang dibuka di Indonesia,” ujar Sholeh bangga.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sekarang sudah banyak SMK yang membuka program ini. Sholeh menjadi kepala SMK 20 selama 4 tahun 6 bulan. Kemudian ia mengambil kuliah di STIM, tapi karena kesibukannya, ia agak lambat menyelesaikan pendidikannya, dan baru bisa menggondol gelar S2 tahun 2005.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sebelumnya, tahun 2004, Sholeh dipindahkan ke SMKN 56 Teknologi di Pluit, Jakarta Utara. Sebelumnya sekolah ini bermasalah, tapi setelah Sholeh memimpin di situ mulai membaik. Manajemen menjadi lebih baik. Sarana dan prasarananya pun ditingkatkan oleh Sholeh. ”Waktu saya masuk dulu ke sana, kondisi komputernya masih pentium satu, sekarang sudah pentium 4,” kata Sholeh. Bahkan tahun 2005, SMK 56 56 memenangi lomba net kuis se- Jakarta.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kini, Sholeh masih menyimpan satu obsesi. Ia ingin sekolah yang dipimpinnya menjadi sekolah bertaraf internasional. ”Mungkin saya tidak bisa mencapainya, karena keterbatasan waktu,” kata pria berumur 52 tahun itu. ”Tapi saya ingin mengarahkannya menuju ke sana,” Saleh menambahkan. Ia masih tetap bersemangat meski sebentar lagi harus pensiun.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;31 March 2008 12:45 WIB &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;http://www.penapendidikan.com/drs-h-a-sholeh-dimyathi-mf-mm-dengan-imtak-menengahi-tawuran/&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6298607674717903843-2971470798955977123?l=labelisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://labelisasi.blogspot.com/feeds/2971470798955977123/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6298607674717903843&amp;postID=2971470798955977123' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/2971470798955977123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/2971470798955977123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://labelisasi.blogspot.com/2008/07/dengan-imtak-menengahi-tawuran.html' title='Dengan Imtak Menengahi Tawuran'/><author><name>Ruswandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00784588983299374135</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kiT8XHOcGdw/SGyUf674EdI/AAAAAAAAAAk/OTGPfofC12s/s72-c/mentor.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6298607674717903843.post-553039011879159878</id><published>2008-07-01T06:33:00.000-07:00</published><updated>2009-07-26T00:51:03.351-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kartun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Televisi'/><title type='text'>Label Legenda Popeye</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_kiT8XHOcGdw/SGo5HYVWrnI/AAAAAAAAAAc/ZGYv_VkpXgY/s1600-h/popeye.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_kiT8XHOcGdw/SGo5HYVWrnI/AAAAAAAAAAc/ZGYv_VkpXgY/s200/popeye.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5218045917216026226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal" face="arial" style="text-align: justify;"&gt;Anda pasti pernah menonton film popeye &lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;? Popeye sebagai jagoan selalu mampu mengalahkan musuh-musuhnya dengan memakan spinach alias bayam. Nah … tahukah anda bahwa dibalik film itu ada dampak bagi label kehidupan kita. Apa itu?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Pendapat … makanlah ini atau itu maka masalahmu akan terselesaikan. Sepertinya menjadi salah satu ikon dalam memberi pemahaman pada kita untuk rajin makan makanan bergizi. Saya akui itu baik.…namun …&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Penggunaan … “makanlah ini maka masalahmu akan terselesaikan” …. atau yang lebih mirip lagi …. “Makanlah ini maka kau akan sukses” …. telah menjangkiti model iklan suatu produk/jasa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Yang jelas sekali kita lihat. Iklan Biskuat … digambarkan bila si anak memakan biskuit itu maka kekuatannya akan berlipat seperti singa. Lebih parah lagi si anak yang lagi buru-buru ke sekolahnya sehingga tidak sempat makan pagi. Dengan hanya makan biskuat telah cukup untuk memenuhinya. Bukankah ini mengajarkan hal yang tidak benar. Si anak bagaimanapun juga harus makan pagi dulu sebelum pergi sekolah. Bila tidak dilakukan maka di sekolahnya ia akan kelaparan dan mengganggu proses belajarnya. Atau di akan jajan di sekolah, yang ini sudah jelas-jelas mengajarkan hal kurang baik dari segi konsumtif dan barang jajanan yang kurang terjamin kesehatannya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Makanlah Biskuat, maka kau akan kuat seperti singa. Pesilat cilik&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;… ragu-ragu untuk melakukan lompatan. Segera ia makan biskuat dan efeknya si pesilat cilik ini PeDe abis untuk bisa melakukannya. Itulah gambaran iklannya. ….. Aneh bin ajaib kepercayaan diri dibangun dari suatu barang yang sebenarnya dari sisi akal itu tidak logis. Makan biskuat itu hanya menambah nutrisi dan itu perlu beberapa jam untuk bisa dicerna dan digunakan tubuh dalam metabolisme. Anehnya tiba-tiba si anak memiliki energi yang kuat untuk bisa melakukannya. Jelas ini suatu pendidikan yang buruk bagi si anak, yaitu mengajarkan suatu mitos makanan hebat seperti popeye. Suatu mitos yang hanya akal-akalan alias bohong-bohongan pada diri si anak. Apakah kita senang mengajarkan kebohongan pada anak-anak kita? Dan ini dilakukan secara besar-besaran oleh sebuah perusahaan dengan iklannya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; kasus pada perang dunia ke-1. Pada saat itu berkembang rumor para pilot Inggris selalu mengkonsumsi vitamin A sehingga mampu mengalahkan pilot Jerman di pertempuran udara. Pilot Jerman kesulitan untuk bisa mengalahkan pilot Inggris dalam pertempuran malam. Mereka medengar rahasia ini, yaitu pilot Inggris meminum Vitamin A untuk bisa melihat malam. Segera mereka mengkonsumsi Vitamin A, tapi …. tetap saja mereka kalah dalam pertempuran udara malam. Lambat laun mereka baru mengetahui adanya teknologi radar untuk pertempuran udara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Nah … kembali lagi label popeye dengan mitos bayamnya. Akankah mitos ini kita terus paksakan pada masyarakat kita … demi agar anak-anak kita rajiin makan? Bila TIDAK, maka penanyangan film popeye dan iklan yang membohongi itu harus dihentikan sejak sekarang. Anda sebagai orang tua atau saudara di keluarga, ketika melihat penanyangan film ini berikanlah pemahaman bahwa untuk menyelesaikan masalah bukan sekedar dengan makan makanan hebat, tapi dengan keinginan kuat dari diri utuk menyelesaikan masalah itu dan belajarlah untuk menghadapinya dengan kesabaran, ketekunan dan doa.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6298607674717903843-553039011879159878?l=labelisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://labelisasi.blogspot.com/feeds/553039011879159878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6298607674717903843&amp;postID=553039011879159878' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/553039011879159878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/553039011879159878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://labelisasi.blogspot.com/2008/07/label-legenda-popeye.html' title='Label Legenda Popeye'/><author><name>Ruswandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00784588983299374135</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kiT8XHOcGdw/SGo5HYVWrnI/AAAAAAAAAAc/ZGYv_VkpXgY/s72-c/popeye.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6298607674717903843.post-6586754427996453390</id><published>2008-06-24T01:55:00.000-07:00</published><updated>2009-07-26T00:44:50.179-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kapitalisme'/><title type='text'>Kapitalisme dan Pasar Bebas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_kiT8XHOcGdw/SGC_S1p7L5I/AAAAAAAAAAM/RYnJlyJ2uUs/s1600-h/capitalism_large.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_kiT8XHOcGdw/SGC_S1p7L5I/AAAAAAAAAAM/RYnJlyJ2uUs/s200/capitalism_large.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5215378698856509330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Kapitalisme merambah ke pelosok daerah dengan mengatas namakan pasar bebas. Coba anda bayangkan sebuah perusahaan besar dengan modal besar masuk ke sebuah negeri. Katanya sih mau investasi. Apa bisnisnya? Kita ambil aja, “MEGA MALL” penjualan langsung. Segera saja ia, membangun MEGA MALL di sudut-sudut &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;. Sudah harganya murah, produknya terjamin, nyaman berbelanja, fasilitas pelayanannya bagus, keamanan terjamin, plus ada bonus berbelanja. Wah …. Gimana nggak laku tuh … MEGA MALL. Setuju nggak? Yang perlu anda perhatikan MEGA MALL hanya dimiliki oleh segelintir orang. Kita mungkin tidak tahu siapa pengusahanya. Yang kita tahu hanya merek MEGA MALL. Pokoknye … MEGA MALL ini OK punya!!! Tapi dibalik itu ada sebuah tempat yang mungkin semakin sepi. Ya … pasar tradisional. Yang becek bila hujan, tidak ada jaminan produk asli, mau komplain juga susah karena pedagangnya sudah kabur, panas di siang hari, bau sampah, rawan copet, kalau bawa anak bisa hilang di pasar, dan tidak ada jaminan setiap pedagang adalah jujur. Anda masih mau ke pasar tradisional? Dominasi MEGA MALL terhadap pasar tradisional sebuah bentuk implikasi “pasar bebas”. Pasar tradisonal mau bersaing dengan MEGA MALL? Bagaimana caranya?................... Jadi ini yang kita sebut “pasar bebas”?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;OK Kita ambil contoh lain. Suka nonton sepakbola kan? Pasti pernah dengar klub MU atau dari Catalan klub Real Madrid atau di Italiano ada AC Milan. Nah ini adalah klub besar, yang saya berkeyakinan klub besar ini nggak bakalan turun ke divisi dua alias terusssss aja di divisi utama. Dan bakal meraup gelar yang banyak. Kenapa bisa gitu? Yah .. masa nggak tahu? Mereka kan klub kaya bin raya. Jadi bisa beli pemain bagus yang mata duitan trus pelatih yang otaknya tokcer punya. Apalagi? Juga manajer yang jago mengelola klub. Jadi nggak melulu kualitas sdm saja yang mereka miliki tapi juga kualitas keuangannya juga ok.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Trus apalagi… dalam dunia pesawat penumpang. Hanya ada dua nama besar perusahaan produksi pesawat, yaitu BOEING dan AIRBUS. Yang lainya kemana? Wah dah ke laut kali….IPTN aja bangkrut. Padahal produksinya bagus lho CN-235 dan lain-lain. Saya mau tanya ini yang disebut pasar bebas?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Untuk dalam negeri … banyak banget contoh monopoli. PDAM dengan air bersihnya. PLN dengan listriknya. Pertamina dengan minyak buminya. Apalagi coba? Ya memang .. itukan perusahaan negara untuk melayani kepentingan masyarakat banyak. Betul nggak? Tapi di era &lt;b style=""&gt;kapitalisme&lt;/b&gt; … semakin banyak perusahaan negara yang dilepas menjadi perusahaan terbatas demi efisiensi anggaran negara. Dan ketika dilepas … maka akan ada perampingan, PHK dan lain-lain yang berhubungan pengetatan anggaran untuk menaikkan laba. Kita ambil contoh aja maskapai GARUDA.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Udah ah … ampe di sini dulu ya … coba pikirkan untuk bisa bersaing dengan perusahaan besar itu…. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Jangan mau jadi penonton aje …&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6298607674717903843-6586754427996453390?l=labelisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://labelisasi.blogspot.com/feeds/6586754427996453390/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6298607674717903843&amp;postID=6586754427996453390' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/6586754427996453390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/6586754427996453390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://labelisasi.blogspot.com/2008/06/kapitalisme-dan-pasar-bebas.html' title='Kapitalisme dan Pasar Bebas'/><author><name>Ruswandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00784588983299374135</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kiT8XHOcGdw/SGC_S1p7L5I/AAAAAAAAAAM/RYnJlyJ2uUs/s72-c/capitalism_large.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6298607674717903843.post-2899650396103830896</id><published>2008-06-24T01:29:00.000-07:00</published><updated>2009-07-26T00:39:24.780-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Televisi'/><title type='text'>Label Iklan Shampoo di TV</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_kiT8XHOcGdw/SGDAefBdaeI/AAAAAAAAAAU/LxSJQh0OqzQ/s1600-h/bald_man.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_kiT8XHOcGdw/SGDAefBdaeI/AAAAAAAAAAU/LxSJQh0OqzQ/s200/bald_man.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5215379998451263970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Shampoo merupakan salah satu produk kesehatan rambut. Kita bisa membedakan antara orang yang ramputnya terawat dengan yang tidak terawat. Dan segera kita menebak … kalo nggak terawat, maka pasti nggak di shampoo. Karena kita sudah punya persepsi bahwa rambut yang ditampilkan di iklan adalah rambut yang bagus … keren dan sehat. Tapi apakah memang betul rambut yang di iklan itu bagus dan apa dampaknya bagi para pemilik rambut ? (red: Sebagian besar manusia punya rambut di kepalanya)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Bagi yang kepalanya botak, sepertinya tidak perlu shampoo. Tapi bagi yang memiliki rambut, mencucinya dengan shampo, seperti sudah masuk dalam area wajib. Kenapa tidak? Dalam iklan itu, kita didik untuk memiliki rambut yang sehat. Bila rambut kita tak terurus, maka orang-orang akan menjauh dari anda, karena rambut anda yang kusut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Tapi … yang namanya iklan ada sisi lain yang perlu kita catat. Bahwa iklan ada kalanya membesar-besarkan sesuatu yang sebenarnya itu “Not a big deal”. Bukan sesuatu yang besar, tapi menjadi besar karena pengaruh iklan yang frekuensinya tinggi dengan kualitas penanaman persepsi yang baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Contohnya begini, salah satu iklan menggambarkan rambut sehat dan indah dengan rambut yang HITAM, PANJANG, TEBAL, LURUS dan KUAT (tidak mudah tercabut). Nah lho … perhatikan persepsi yang ditanamkan. Disitu ada &lt;b style=""&gt;kejahatan terselubung&lt;/b&gt; yang secara tidak langsung mendiskreditkan orang yang memiliki rambut keriting, kribo, tipis dan berwarna lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Coba bayangkan … ketika melihat iklan itu, bagaimana perasaan orang yang rambutnya tidak seperti itu. Yang secara genetik sudah dari &lt;b style=""&gt;sononya dah gitu&lt;/b&gt;. Mo apa lagi ….bentuknya keriting kok, tega-teganya suami minta rambutku diubah jadi lurus.. Atau bagaimana rasanya ketika orang itu bertemu dengan orang lain yang rambutnya seperti iklan itu, minder kali yee…&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;.ih … rasa mindernya muncul dari mana ya? Ya dari pendidikan iklan shampoo itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Jangan aneh … para korban iklan itu berlomba-lomba mengunjungi butik kecantikan untuk mengubah model rambutnya agar mirip dengan model iklan shampoo itu. Suatu bentuk pengeluaran biaya hanya untuk menutupi rasa rendah dirinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Selain itu … iklan shampoo ini jelas tidak sesuai dengan kaum wanita Papua di wilayah timur Indonesia, yang rambutnya tidak seperti yang diiklankan dan sulit untuk bisa diubah seperti iklan. Yang parahnya lagi kalau laki-laki Papua ternyata lebih menyukai wanita yang rambutnya seperti yang diiklankan. Wah berabe nih … bisa-bisa wanita Papua bakal nggak laku. Dan ini tentu akan berakibat pada keturunan asli generasi suku di Papua. Sebuah dampak bagi &lt;b style=""&gt;diskriminasi genetik domestik&lt;/b&gt; tingkat tinggi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6298607674717903843-2899650396103830896?l=labelisasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://labelisasi.blogspot.com/feeds/2899650396103830896/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6298607674717903843&amp;postID=2899650396103830896' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/2899650396103830896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6298607674717903843/posts/default/2899650396103830896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://labelisasi.blogspot.com/2008/06/label-iklan-shampoo-di-tv.html' title='Label Iklan Shampoo di TV'/><author><name>Ruswandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00784588983299374135</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kiT8XHOcGdw/SGDAefBdaeI/AAAAAAAAAAU/LxSJQh0OqzQ/s72-c/bald_man.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
